exchange participant aiesec in uksw berbagi cerita pengalaman mengikuti outgoing global volunteer di slovakia - News | Good News From Indonesia 2026

Exchange Participant AIESEC in UKSW Berbagi Cerita: Pengalaman Mengikuti Outgoing Global Volunteer di Slovakia

Exchange Participant AIESEC in UKSW Berbagi Cerita: Pengalaman Mengikuti Outgoing Global Volunteer di Slovakia
images info

Sumber: Dokumentasi Pribadi


Setelah menyelesaikan perjalanan Outgoing Global Volunteer (oGV) di Slovakia, Abby, salah satu Exchange Participant (EP) AIESEC in UKSW, kembali ke Indonesia dengan membawa berbagai pengalaman dan pembelajaran yang berkesan. Melalui proyek Youth 4 Impact yang berfokus pada Sustainable Development Goal (SDG) 4: Quality Education, Abby tidak hanya berkesempatan mengajar anak-anak, tetapi juga belajar beradaptasi, mengenal budaya baru, serta membangun hubungan dengan orang-orang dari berbagai negara.

Selama menjalani proyek, Abby berperan sebagai relawan yang mengajar sekaligus memperkenalkan berbagai perspektif mengenai isu global kepada para siswa. Baginya, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk keluar dari zona nyaman dan memahami bahwa menciptakan dampak tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Interaksi sederhana dengan siswa dan lingkungan sekitar justru menjadi bagian penting dari perjalanan yang ia jalani.

Salah satu hal yang paling berkesan bagi Abby adalah pertemuannya dengan teman-teman dari berbagai negara. Selain menjalankan kegiatan proyek, ia mengikuti Local Committee Meeting (LCM), menghabiskan waktu bersama teman-teman setelah kegiatan, mengikuti piknik, serta berinteraksi dengan EP Buddy. Momen-momen tersebut menjadi ruang baginya untuk beristirahat dari aktivitas proyek sekaligus membangun koneksi lintas budaya.

baca juga

“Bagi saya, Global Volunteer bukan hanya tentang menciptakan dampak melalui proyek, tetapi juga tentang membangun persahabatan yang melampaui batas negara. Meskipun kami, saya dan teman-teman di Slovakia berasal dari latar belakang yang berbeda, kami akhirnya menjadi seperti keluarga. Hubungan tersebut adalah sesuatu yang akan selalu saya hargai,” ungkap Abby.

Namun, perjalanan Abby di Slovakia tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana. Salah satu tantangan terbesar muncul pada hari pertamanya mengajar. Meskipun telah mempersiapkan proyek dengan matang, beberapa siswa pada awalnya menolak untuk berpartisipasi. Situasi tersebut membuat Abby mengevaluasi kembali pendekatan yang digunakan.

Ia kemudian mencoba memahami hal-hal yang menarik perhatian para siswa, membuat kegiatan menjadi lebih interaktif, mendorong diskusi, serta menggunakan cara-cara kreatif untuk menarik perhatian mereka. Perlahan, para siswa mulai terlibat dan menikmati kegiatan yang diberikan.

“Saat menjalani GV, saya belajar bahwa setiap anak itu berbeda. Terkadang, kita perlu menyesuaikan cara mengajar kita, bukan mengharapkan semua orang menyesuaikan diri dengan kita,” tutur Abby.

Pengalaman tersebut mengajarkan Abby bahwa kemampuan beradaptasi merupakan bagian penting dari perjalanan seorang Global Volunteer. Tidak semua hal dapat berjalan sesuai dengan ekspektasi, tetapi setiap situasi dapat menjadi kesempatan untuk belajar. Ia pun belajar untuk tetap tenang ketika menghadapi masalah, melihat keadaan dengan lebih jernih, serta mencari solusi daripada berfokus pada hal-hal yang tidak berjalan sesuai rencana.

Salah satu pengalaman yang paling bermakna bagi Abby terjadi melalui hubungannya dengan salah satu siswa. Setelah mengikuti kegiatan selama proyek, siswa tersebut mengatakan bahwa Abby telah dianggap seperti seorang kakak. Ia juga menyampaikan bahwa pembelajaran yang diberikan Abby membuatnya lebih terbuka terhadap berbagai isu global dan mendorongnya untuk memikirkan bagaimana anak muda dapat berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan dunia.

Bagi Abby, hal tersebut menjadi salah satu bukti bahwa dampak dari Global Volunteer dapat terus dirasakan bahkan setelah proyek selesai, “Menjadi Global Volunteer bukan hanya tentang menyelesaikan proyek atau memenuhi tanggung jawab. Ini tentang menginspirasi orang lain, berbagi perspektif, dan mendorong perubahan positif yang dapat terus berlanjut bahkan setelah kita kembali ke negara asal,” ujar Abby.

Selama berada di Slovakia, Abby juga menghadapi pengalaman kurang menyenangkan yang membuatnya semakin memahami bahwa setiap perjalanan memiliki tantangan. Meski demikian, dukungan dari teman-teman, host entity, dan orang-orang yang menerimanya dengan baik membantunya melihat pengalaman tersebut secara lebih luas. Ia memilih untuk tidak membiarkan satu pengalaman negatif menghapus berbagai kebaikan yang telah diterimanya selama berada di Slovakia.

Setelah kembali ke Indonesia pada 8 Mei 2026, Abby melihat perjalanan Global Volunteer sebagai pengalaman yang telah mengubah cara pandangnya terhadap dunia. Ia merasa menjadi pribadi yang lebih terbuka terhadap budaya dan perspektif baru, lebih percaya diri, serta memiliki semangat belajar yang semakin kuat. Selain membawa pulang kenangan dan persahabatan internasional, Abby juga membawa pembelajaran tentang ketahanan diri, kesabaran, dan keberanian untuk menghadapi hal-hal yang berada di luar zona nyamannya.

baca juga

Bagi anak muda yang masih mempertimbangkan untuk mengikuti Global Volunteer, Abby memiliki satu pesan sederhana: berani mengambil kesempatan, “Ambillah risiko dan beranilah melangkah. Kegagalan mengajarkan kita banyak hal dan memberi kesempatan untuk berkembang, tetapi penyesalan akan selalu membuat kita bertanya, ‘Bagaimana jika saya mencoba?’”

Pengalaman Abby menunjukkan bahwa Global Volunteer bukan sekadar kesempatan untuk bepergian ke luar negeri. Lebih dari itu, program ini menjadi ruang bagi anak muda untuk belajar melalui pengalaman nyata, membangun koneksi lintas budaya, serta menciptakan dampak melalui kontribusi sederhana. Kepulangan Abby dari Slovakia menjadi akhir dari perjalanan proyeknya, tetapi sekaligus menjadi awal dari pembelajaran dan perspektif baru yang ia bawa pulang ke Indonesia.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.