AIESEC in UKSW kembali menghadirkan ruang pembelajaran dan pengembangan diri bagi seluruh anggotanya melalui Indraprastha Youth Conference (IYC) 1.0 yang dilaksanakan pada 11–12 Juli 2026 di Wisma Kalipancur. Sebagai local conference internal AIESEC in UKSW, IYC 1.0 mempertemukan seluruh departemen dalam rangkaian kegiatan yang dirancang untuk mempererat hubungan antaranggota, membagikan pengalaman organisasi, serta merefleksikan perjalanan AIESECers. Kegiatan ini diikuti oleh total 34 delegate dan Conference Committee.
Rangkaian IYC 1.0 dibuka dengan roll dance yang membangun energi dan antusiasme peserta sebelum memasuki Opening Plenary. Sesi tersebut dipimpin oleh Chair, Muhammad Rafi Attariq, LCP AIESEC in Unseod 24.25. Dalam sesi pembuka, Rafi membagikan pengalaman selama menjalani perjalanan di AIESEC dan memotivasi member AIESEC in UKSW untuk terus bertahan, berkembang, dan menemukan makna perjalanan mereka.
Tidak hanya melalui pengalaman Chair, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan cerita dari seluruh LCVP departemen yang ada di AIESEC in UKSW. Para LCVP membagikan pengalaman, tantangan, serta alasan mereka mampu bertahan di AIESEC. Sesi ini menjadi ruang bagi peserta untuk memahami bahwa setiap AIESECers memiliki cerita dan tantangan masing-masing dalam menjalankan perannya.

Salah satu agenda yang memberikan suasana berbeda adalah simulasi LCP Functious. Dalam agenda ini, peserta diajak merasakan secara langsung proses orasi dan pemilihan LCP untuk periode mendatang. Dipimpin langsung oleh Chair, simulasi berlangsung dalam suasana formal dan menegangkan, sekaligus memberikan gambaran mengenai proses kepemimpinan dan tanggung jawab dalam AIESEC.
Memasuki penghujung hari pertama, suasana konferensi menjadi lebih santai melalui fun games. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk berinteraksi dan membangun kedekatan setelah rangkaian sesi yang intens. Hari pertama kemudian ditutup dengan pembagian Recognition and Rewards (RnR) sebagai apresiasi terhadap kontribusi dan pencapaian member.
Pada hari kedua, peserta mengikuti simulasi departemen oGV yang membawa mereka memahami perjalanan seorang Exchange Participant (EP) secara langsung. Simulasi dimulai dari proses mencari dan meyakinkan calon EP, mempersiapkan berbagai dokumen dan kebutuhan keberangkatan, mendampingi proses persiapan, hingga EP menyelesaikan kegiatan dan kembali ke Indonesia. Melalui simulasi tersebut, peserta memahami proses kerja oGV dan pentingnya koordinasi dan pendampingan dalam perjalanan exchange.
Seluruh rangkaian IYC 1.0 kemudian ditutup melalui Closing Plenary yang dipimpin oleh Chair. Sesi ini menjadi ruang refleksi bagi para peserta untuk melihat kembali perjalanan mereka sebagai AIESECers, menyampaikan perasaan, memberikan feedback, dan saling menguatkan. Dalam sesi tersebut, Rafi menyampaikan, “Kita semua menjadi AIESECers bukan secara tidak sengaja dan kita mau bertahan.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan di AIESEC merupakan pilihan yang memiliki makna dan membutuhkan komitmen untuk terus bertahan.
Antusiasme peserta juga terlihat dari pengalaman Ncu, salah satu delegate IYC 1.0, “Suka bangettt, soalnya semua sesi yang ada di IYC seru semua. Dari awal sampai akhir ga ada yang boring, semuanya member engage satu sama lain jadi suasananya makin warm. Sesi yang paling aku suka itu sesinya Kak Rafi pada Closing Plenary karena ngasih ruang ke kita setiap untuk ngungkapin perasaan dan saling memberikan feedback. Aku kasih rate 100/10 untuk IYC,” ujar Ncu.
Pengalaman serupa juga dirasakan Marcella, CCVP Partnership IYC 1.0. Sebagai pengalaman pertamanya menjadi CCVP, ia merasa proses bekerja bersama seluruh CC menjadi salah satu bagian yang paling berkesan. “Aku ga pernah menyesal untuk menjadi bagian dari CC IYC 1.0 ini. Terima kasih untuk para CC yang sudah bekerja keras untuk IYC 1.0. Semoga kita semua bisa makin semangat untuk menjalani journey di AIESEC ini. AIESEC is homee,” ungkapnya. Ia juga menyoroti sesi GB bersama LCVP BM dan Closing Plenary sebagai agenda favorit serta memberikan penilaian “10000/10.”
Melalui IYC 1.0, AIESEC in UKSW tidak hanya menghadirkan konferensi internal, tetapi juga menciptakan ruang bagi setiap member untuk belajar, terhubung, berefleksi, dan kembali menemukan alasan untuk terus melanjutkan perjalanan di AIESEC. IYC 1.0 menjadi pengingat bahwa di balik setiap departemen dan peran, terdapat individu dengan cerita, tantangan, dan tujuan yang sama: bertumbuh bersama sebagai AIESECers.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


