Pengetahuan mengenai gizi seimbang menjadi salah satu hal penting yang perlu dikenalkan kepada anak sejak usia sekolah. Pemahaman tersebut dapat membantu anak mengenali makanan yang beragam sekaligus membangun kebiasaan memilih makanan yang lebih sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Melihat urgensinya, mahasiswa KKN Tematik IPB University melaksanakan program SEHATI (Sehat dan Bergizi) di SDN Kamal 01, Desa Kamal, Kabupaten Sukoharjo, pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Program SEHATI dirancang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya gizi seimbang. Salah satu materi utama yang diperkenalkan adalah konsep “Isi Piringku”.
Melalui konsep tersebut, siswa diajak memahami bahwa makanan yang dikonsumsi sehari-hari perlu memiliki keberagaman dan keseimbangan agar dapat mendukung pertumbuhan, perkembangan, kesehatan, serta aktivitas belajar.
Pemahaman mengenai pola makan sehat sejak usia sekolah menjadi penting karena anak-anak membutuhkan asupan makanan yang beragam dan bergizi untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Kurangnya pengetahuan mengenai jenis dan keberagaman makanan dapat membuat anak kurang memperhatikan keseimbangan asupan gizinya. Karena itu, edukasi mengenai gizi seimbang perlu dikemas dengan cara yang sederhana, menarik, dan sesuai dengan karakteristik anak sekolah dasar.

Belajar Gizi dengan Cara yang Menyenangkan
Rangkaian kegiatan SEHATI diawali dengan pengondisian siswa dan pembagian kelompok berdasarkan kelas. Tahapan ini dilakukan agar kegiatan dapat berlangsung secara tertib sekaligus menciptakan interaksi yang lebih aktif selama program berlangsung.
Setelah itu, siswa mengikuti fun activity sebagai pembuka kegiatan. Aktivitas tersebut digunakan untuk membangun suasana yang menyenangkan sekaligus meningkatkan antusiasme siswa sebelum memasuki sesi edukasi.
Selanjutnya, siswa mengerjakan pre-test yang disajikan dalam bentuk pernyataan dan gambar mengenai gizi seimbang serta konsep “Isi Piringku”. Pre-test ini digunakan untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal siswa sebelum memperoleh materi.
Materi mengenai gizi seimbang kemudian disampaikan oleh tim KKNT IPB University menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Siswa diperkenalkan dengan beberapa kelompok makanan, yaitu makanan pokok, lauk-pauk, sayur, dan buah.
Tidak hanya mendengarkan penjelasan, siswa juga dilibatkan melalui pertanyaan serta contoh makanan yang biasa mereka konsumsi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan interaktif tersebut, materi diharapkan lebih mudah dipahami dan dekat dengan pengalaman siswa.

Tidak berhenti pada penyampaian teori, siswa juga mengikuti workshop “Isi Piringku”. Dalam kegiatan ini, mereka diajak mempraktikkan secara langsung penyusunan komposisi makanan berdasarkan kelompok makanan yang telah dipelajari.
Kegiatan praktik memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami penerapan gizi seimbang secara lebih konkret sekaligus membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan.
Memperkuat Pemahaman melalui Permainan
Setelah workshop, siswa mengerjakan post-test untuk mengulang kembali materi sekaligus melihat pemahaman mereka setelah mengikuti rangkaian edukasi. Post-test dibuat dengan bentuk yang menarik dan disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar.
Dengan tema yang sama, permainan kembali dilakukan secara berkelompok berdasarkan kelas masing-masing. Selain meningkatkan antusiasme siswa, momen ini menjadi sarana untuk memperkuat kembali materi yang telah diberikan. Siswa yang memperoleh hasil terbaik mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan keaktifan mereka selama kegiatan.
Rangkaian program ditutup dengan pengisian daftar hadir, pembagian susu kepada siswa, dan dokumentasi bersama. Pembagian susu menjadi salah satu bagian untuk mengenalkan sumber pangan bergizi kepada siswa.

Secara keseluruhan, kegiatan SEHATI diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membantu siswa memahami bahwa penerapan gizi seimbang dapat dimulai dari kebiasaan memilih makanan yang beragam dan sehat.
Pada akhirnya, edukasi mengenai gizi tidak hanya menjadi bagian dari pembelajaran di kelas, tetapi juga dapat menjadi langkah untuk membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Dengan kegiatan yang interaktif dan dekat dengan keseharian siswa, SEHATI berupaya menjadikan pemahaman tentang gizi seimbang sebagai pengalaman belajar yang menyenangkan dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


