Kawan GNFI, dari sekian banyak sektor ekonomi yang menopang Kota Bengkulu, ada satu sektor yang ternyata paling menonjol secara statistik, namun jarang mendapat sorotan publik: jasa perusahaan.
Sebuah penelitian ilmiah terbaru yang dipublikasikan di Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) mengungkap fakta menarik tentang bagaimana sektor ini menjadi motor penggerak ekonomi kota, seiring dengan ledakan pertumbuhan UMKM yang terjadi belakangan ini.
Penelitian yang dilakukan tim peneliti dari Politeknik Keuangan Negara STAN ini menganalisis data PDRB Kota Bengkulu periode 2018—2023 menggunakan empat metode ekonometrik sekaligus, yaitu Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), Shift-Share, dan Tipologi Klassen.
Kota Bengkulu secara konsisten memberikan kontribusi signifikan terhadap PDRB provinsi, dengan nilai PDRB yang meningkat dari Rp14.552,35 juta pada 2018 menjadi Rp17.658,93 juta pada 2023. Kontribusi ini mencerminkan sekitar 34 persen dari total PDRB Provinsi Bengkulu pada 2023.
Angka ini menegaskan bahwa Kota Bengkulu bukan sekadar ibu kota provinsi secara administratif, melainkan benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi Bengkulu secara keseluruhan, di mana sepertiga dari seluruh nilai ekonomi provinsi dihasilkan dari kota ini saja.
Jasa Perusahaan: Juara dengan Nilai LQ Tertinggi
Kawan, inilah temuan yang paling menarik dari penelitian ini. Jasa perusahaan merupakan sektor PDRB dengan nilai LQ terbesar yaitu 2,84. Nilai LQ di atas satu menunjukkan bahwa peran sektor tersebut di Kota Bengkulu lebih menonjol dibandingkan peran sektor yang sama di tingkat Provinsi Bengkulu secara keseluruhan, sehingga layak disebut sebagai sektor basis atau sektor unggulan.
Sektor jasa perusahaan sendiri terdiri dari dua kategori, yakni kategori jasa perusahaan yang merujuk pada aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis seperti jasa hukum dan akuntansi, serta kategori jasa perusahaan yang merujuk pada aktivitas penyewaan, ketenagakerjaan, dan agen perjalanan.
Dengan kata lain, sektor ini mencakup berbagai profesi modern yang kian dibutuhkan seiring berkembangnya kompleksitas dunia usaha di kota ini.
Ledakan UMKM jadi Faktor Kunci
Yang membuat temuan ini semakin bermakna adalah penjelasan di baliknya. Berkembangnya sektor jasa perusahaan menjadi sektor basis tidak lepas dari pertumbuhan perusahaan di Kota Bengkulu.
Tercatat untuk usaha seperti UMKM yang dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan pesat hingga pada tahun 2023 sudah berjumlah sebanyak 44.075 jenis UMKM.
Angka 44 ribu lebih UMKM ini bukan sekadar statistik biasa, Kawan. Ia menceritakan tentang ribuan warga Bengkulu yang memilih membuka usaha sendiri, dari konsultan kecil, biro perjalanan, jasa akuntansi mandiri, hingga berbagai usaha kreatif lainnya yang secara kolektif mendorong sektor jasa perusahaan menjadi sektor paling menonjol dalam perekonomian kota.
Informasi dan Komunikasi Menyusul di Posisi Kedua
Selain jasa perusahaan, sektor informasi dan komunikasi memiliki nilai LQ terbesar kedua yakni 1,98. Sektor ini menjadi sektor basis karena pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di Kota Bengkulu, yang didorong oleh meningkatnya penggunaan internet oleh masyarakat. Tercatat mulai dari 2018 hingga 2021 saja, terjadi peningkatan persentase masyarakat yang mengakses internet sebesar 45,96 persen.
Temuan ini sejalan dengan tren digitalisasi yang terjadi di seluruh Indonesia, di mana semakin banyak masyarakat yang bergantung pada layanan digital untuk kebutuhan sehari-hari, membuka peluang usaha baru di sektor teknologi informasi dan komunikasi.
Kota Bengkulu sebagai Pusat Layanan Regional
Kawan GNFI, temuan penelitian ini juga mengungkap pola yang menarik: dari 17 sektor yang dianalisis, sebagian besar sektor basis di Kota Bengkulu berasal dari bidang jasa. Hadirnya sektor di bidang jasa yang menjadi sektor basis menunjukkan bahwa Kota Bengkulu berperan sebagai penyedia layanan bagi daerah lain di Provinsi Bengkulu.
Pola ini sesuai dengan karakteristik umum kota-kota di Indonesia, di mana daerah perkotaan cenderung didominasi oleh sektor-sektor tersier seperti jasa dan perdagangan, sementara kabupaten-kabupaten di sekitarnya lebih mengandalkan sektor primer seperti pertanian dan perkebunan.
Rekomendasi bagi Pengembangan Ekonomi Kota
Penelitian ini merekomendasikan agar Pemerintah Kota Bengkulu dapat memfokuskan pembangunan pada sektor-sektor unggulan tersebut, guna mendorong pertumbuhan ekonomi.
Investasi lebih lanjut dalam sektor-sektor ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal, didukung oleh kebijakan pro-investasi, insentif, serta pengembangan infrastruktur yang mendukung.
Kawan GNFI, Ini Peluang untuk Pelaku Usaha Bengkulu
Bagi Kawan yang tinggal di Bengkulu atau berencana membuka usaha di sana, temuan penelitian ini bisa menjadi bahan pertimbangan yang berharga. Sektor jasa profesional, teknologi informasi, dan komunikasi terbukti secara ilmiah menjadi sektor yang paling menjanjikan dan terus tumbuh di kota ini.
Dengan basis 44.075 UMKM yang sudah ada dan terus bertambah, ekosistem bisnis di Kota Bengkulu sedang membangun fondasi yang kuat menuju kota jasa modern, sebuah transformasi yang mungkin belum banyak disadari, namun sudah terkonfirmasi lewat data dan angka yang tidak bisa dibantah.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


