wisata bersih dimulai dari pengelolaan sampah mahasiswa kkn t ipb university bangun sarana ramah lingkungan di desa pajambon - News | Good News From Indonesia 2026

Wisata Bersih Dimulai dari Pengelolaan Sampah: KKN-T IPB University Bangun Sarana Ramah Lingkungan di Desa Pajambon

Wisata Bersih Dimulai dari Pengelolaan Sampah: KKN-T IPB University Bangun Sarana Ramah Lingkungan di Desa Pajambon
images info

KKN-T IPB Bangun Sarana Sampah di Wisata Pajambon, Kuningan


Kebersihan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan destinasi wisata yang nyaman dan berkelanjutan. Seiring meningkatnya aktivitas kunjungan wisata, kebutuhan akan sarana pengelolaan sampah yang memadai turut menjadi persoalan yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Sebab, lingkungan yang kotor dapat mengurangi kenyamanan pengunjung sekaligus mencoreng citra sebuah kawasan wisata.

Kondisi itulah yang mendorong mahasiswa KKN-T Inovasi IPB University Tim Kuningan KAB11 melaksanakan "Program Bank Sampah" di Desa Pajambon, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan.

Pada 10 Agustus 2026, tempat sampah terpilah dan bak penampungan sampah sementara yang menjadi bagian dari program ini, resmi terpasang dan siap digunakan, baik di kawasan Wisata Pakuwon, Wisata Cilengkrang, dan di lingkungan desa.

Desa Pajambon merupakan salah satu desa yang tengah menggarap potensi wisata alamnya sebagai penggerak roda perekonomian warga. Kehadiran dua destinasi, Wisata Pakuwon dan Wisata Cilengkrang, membuka peluang baru bagi pendapatan masyarakat sekitar.

baca juga

Namun, di balik potensi tersebut, muncul pula konsekuensi yang kerap luput dari perhatian, yakni bertambahnya volume sampah seiring bertambahnya jumlah pengunjung.

Selama ini, sebagian besar kawasan wisata di pedesaan memang belum memiliki fasilitas pembuangan sampah yang memadai, apalagi yang sudah memilah jenis sampah sejak dari sumbernya.

Akibatnya, sampah organik dan anorganik kerap tercampur begitu saja, sehingga menyulitkan proses pengelolaan selanjutnya dan berpotensi mencemari lingkungan sekitar objek wisata. Persoalan semacam ini pula yang coba dijawab lewat kehadiran Program Bank Sampah di Pajambon.

Sebanyak 4 unit tempat sampah dipasang di titik-titik strategis kawasan Wisata Pakuwon dan Wisata Cilengkrang. Tempat sampah tersebut sengaja dirancang dengan konsep ramah lingkungan, menggunakan bentuk dan warna yang menyatu dengan suasana alam sekitar agar tidak mengganggu pemandangan, tetapi tetap jelas fungsinya sebagai sarana pemilahan sampah organik dan anorganik.

Konsep pemilahan sejak dari sumber ini bukan tanpa alasan. Sampah yang sudah terpisah sejak awal akan jauh lebih mudah diolah dibandingkan sampah campuran, baik untuk didaur ulang, dijadikan kompos, maupun sekadar dibuang secara lebih tertata.

Kebiasaan sederhana ini, jika terus dijalankan, berpotensi memangkas beban pengelolaan sampah di tingkat desa maupun kawasan wisata dalam jangka panjang.

baca juga

Selain di area wisata, mahasiswa KKN-T IPB University juga membangun dua unit bak penampungan sampah sementara berukuran sekitar 2 × 1 meter di lingkungan Desa Pajambon.

Bak tersebut difungsikan sebagai titik kumpul sampah warga sebelum diangkut ke tahap pengelolaan berikutnya. Dengan demikian, sampah rumah tangga tidak lagi menumpuk di pinggir jalan atau lahan kosong seperti yang kerap terjadi sebelumnya.

Proses pembangunan sarana-sarana tersebut tidak berjalan sepihak. Delapan mahasiswa yang tergabung dalam Tim Kuningan KAB11 lebih dulu berdiskusi dengan pengelola kawasan wisata dan perangkat Desa Pajambon untuk menentukan titik penempatan yang paling tepat, baik dari sisi jangkauan pengunjung maupun kemudahan akses bagi petugas kebersihan saat mengangkut sampah.

Warga sekitar turut dilibatkan dalam proses pembangunan bak penampungan, mulai dari penentuan lokasi hingga pengerjaan fisiknya.

Pelibatan berbagai pihak ini dilakukan bukan tanpa tujuan. Fasilitas yang dibangun tanpa melibatkan warga dan pengelola setempat berisiko tidak terpakai secara maksimal begitu masa KKN berakhir.

Dengan adanya rasa memiliki sejak awal, harapannya masyarakat dan pengelola wisata dapat melanjutkan perawatan serta pemanfaatan sarana tersebut secara mandiri.

Ketua Kelompok KKN-T IPB University Tim Kuningan KAB11, Ghifari Arief, mengatakan bahwa program ini tidak hanya berhenti pada penyediaan fasilitas, tetapi juga menyasar perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah.

“Kami berharap keberadaan tempat sampah terpilah dan bak penampungan sampah ini dapat dimanfaatkan serta dijaga bersama. Pengelolaan sampah yang dimulai dari kebiasaan memilah sejak dari sumber merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar bagi kebersihan lingkungan dan keberlanjutan kawasan wisata,” sebut Ghifari.

Program ini pada akhirnya bukan sekadar tentang empat unit tempat sampah dan dua bak penampungan.

Ia menjadi langkah awal untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata di Desa Pajambon, sekaligus modal bagi pengembangan konsep bank sampah dalam arti yang lebih luas di kemudian hari, termasuk kemungkinan pengelolaan sampah bernilai ekonomis bagi warga.

Keberlanjutan program semacam ini pada akhirnya bergantung pada peran aktif Pemerintah Desa Pajambon, pengelola kawasan wisata, dan masyarakat setempat dalam merawat fasilitas yang sudah dibangun.

Mahasiswa KKN-T IPB University menempatkan diri sebagai pemantik awal perubahan, bukan penyelesai tunggal dari persoalan sampah yang kompleks.

Dengan kesadaran yang terus dipupuk bersama, Desa Pajambon diharapkan dapat tumbuh menjadi destinasi wisata yang tidak hanya menonjolkan keindahan alam, tetapi juga kenyamanan lingkungan yang terjaga dari persoalan sampah.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

GS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.