Kawan GNFI ada yang suka soto Betawi? Jika iya, agaknya Kawan harus bangga karena hidangan lezat khas Jakarta ini masuk ke dalam salah satu hidangan sup terbaik di dunia versi TasteAtlas.
Soto Betawi sukses menempati peringkat ketiga dunia dalam daftar "50 Best Soups" edisi September 2026. Sajian berkuah gurih ini berhasil mengantongi skor tinggi sebesar 4,4 dari skala 5,0 bintang.
Soto Betawi bersanding dengan kuliner terkenal dunia lainnya, seperti ramen, hot pot Taiwan, vori-vori, dan lain lainnya..
Daftar 10 Sup Terbaik di Dunia versi TasteAtlas
Dikutip dari TasteAtlas, di bawah ini adalah daftar 10 besar sup terbaik di dunia edisi September 2026:
- Vori-Vori (Paraguay) β 4,7 bintang
- Beyran ΓorbasΔ± (Turki) β 4,5 bintang
- Soto Betawi (Indonesia) β 4,4 bintang
- Yokohama-Style Ramen (Jepang) β 4,4 bintang
- Ramen (Jepang) β 4,4 bintang
- Tonkotsu Ramen (Jepang) β 4,4 bintang
- Sinigang na Baboy (Filipina) β 4,4 bintang
- Tom Kha Gai (Thailand) β 4,4 bintang
- Lanzhou Lamian (Tiongkok) β 4,4 bintang
- Lohikeitto (Finlandia) β 4,4 bintang
Menariknya, bukan cuma soto Betawi, kuliner khas Nusantara lainnya juga ada yang masuk jajaran 50 besar sup terbaik dunia. Hidangan itu adalah gulai yang menduduki peringkat ke-17 dunia dengan skor 4,3 dan rawon khas Jawa Timur di peringkat ke-37 dengan skor 4,3.
Sejarah dan Keistimewaan Soto Betawi
Kehadiran soto di Indonesia berkaitan erat dengan kedatangan imigran Tionghoa ke Batavia pada abad ke-18. Pada masa itu, mereka memperkenalkan hidangan berkuah khas Tionghoa bernama caudo yang awalnya menggunakan isian daging babi.
Isian daging babi tersebut kemudian diadaptasi menggunakan daging sapi atau ayam agar menyesuaikan mayoritas masyarakat Muslim. Istilah soto sendiri diserap dari bahasa Tiongkok dialek Hokkien cau do yang bermakna olahan jeroan bermasak rempah.
Melansir dari ANTARA, penamaan "Soto Betawi" sendiri pertama kali dipopulerkan oleh seorang penjual keturunan Tionghoa bernama Lie Boen Po pada akhir tahun 1970-an. Ia menjual soto buatannya di sebuah warung yang berlokasi di Taman Hiburan Rakyat (THR) Lokasari, Jakarta.
Penggunaan istilah soto Betawi semakin meluas di tengah masyarakat setelah warung milik Lie Boen Po resmi tutup pada tahun 1991. Selain pengaruh Tionghoa, sajian ini juga menyerap akulturasi kuliner India melalui penggunaan ghee atau minyak samin.
Keistimewaan utama soto Betawi terletak pada karakter racikan kuahnya yang sangat khas dibanding varian soto lain di Nusantara. Jika soto daerah lain umumnya identik dengan kuah bening atau kuning encer, soto Betawi menyajikan kuah kental nan gurih hasil perpaduan santan dan susu.
Isian soto Betawi juga sangat kaya, memadukan potongan daging sapi sandung lamur dengan jeroan seperti babat dan paru. Isian tersebut direbus secara terpisah lalu dimasak bersama bumbu halus seperti bawang, jahe, cengkih, dan pala.
Hidangan ini makin nikmat saat disajikan bersama pelengkap emping renyah, kentang goreng, potongan tomat, kucuran jeruk nipis, dan sambal rawit. Keunikan kuah kental berempah dan isian melimpah inilah yang membuat soto Betawi begitu istimewa sampai diakui di tingkat internasional.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


