sulap lahan pekarangan jadi pertanian produktif mahasiswa ipb university membawa inovasi raised bed dan pot gantung di desa sembukan - News | Good News From Indonesia 2026

Sulap Lahan Pekarangan jadi Pertanian Produktif, Mahasiswa IPB University Bawa Inovasi Raised Bed dan Pot Gantung di Desa Sembukan

Sulap Lahan Pekarangan jadi Pertanian Produktif, Mahasiswa IPB University Bawa Inovasi Raised Bed dan Pot Gantung di Desa Sembukan
images info

Inovasi Raised Bed dan Pot Gantung


Desa Sembukan yang terletak di Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri memiliki potensi pertanian dengan skala besar. Sawah yang membentang luas menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar. Komoditas yang sering ditemukan di Desa Sembukan yaitu padi, kacang tanah, jagung, dan singkong.

Sistem pertanian di Desa Sembukan terbagi menjadi dua jenis: yaitu tadah hujan dan irigasi dari kali keduang, Di tengah musim kemarau yang berlangsung sejak Maret 2026 menyebabkan penurunan intensitas curah hujan.

Dengan demikian, ini menjadi tantangan yang krusial bagi para petani di Desa Sembukan dalam menjamin ketahanan mata penghidupan mereka.

Di sisi lain, pekarangan rumah di Desa Sembukan cenderung belum dilakukan pemanfaatan. Jika pun ada, hanya diperuntukkan pepohonan buah-buahan yang khas dengan masa tumbuh cukup lama.

Berdasarkan permasalahan dan potensi tersebut, Mahasiswa KKNT Inovasi IPB University membawa solusi inovatif dalam menjawab hal tersebut melalui program kerja KARSA TUWUH sebagai bagian dari KARSA LESTARI.

baca juga

Pekarangan rumah warga dapat menjadi solusi dalam menjaga ketahanan pangan keluarga. Melalui KARSA TUWUH, Mahasiswa bersama masyarakat akan mengaplikasikan pertanian dengan skala rumah tangga di pekarangan masing-masing.

Inovasi yang dibawa berupa raised bed dan pot gantung sebagai media tanam yang cocok digunakan pada lingkungan yang luasnya terbatas namun memiliki potensi produktif dalam menghasilkan pangan.

Inovasi tersebut dilakukan pada Minggu, (19/7/2026) bersama PKK Dusun Semo sejumlah 12 orang sebagai kelompok penggerak dari masyarakat Desa Sembukan dalam pemanfaatan lahan pekarangan.

Komoditas tanaman yang cocok pada kedua media tanam tersebut mencakup tanaman hortikultura cepat panen, tanaman obat keluarga (TOGA), hingga beberapa jenis tanaman hias.

Program kerja KARSA TUWUH diawali dengan penyuluhan mengenai potensi pekarangan rumah dalam menjaga ketahanan pangan keluarga melalui inovasi raised bed dan pot gantung.

Penyuluhan menggunakan media komunikasi berupa poster yang dikemas dengan mudah dipahami dan mengerti secara bahasa dan visual.

Pesert mencermati dengan baik penyuluhan tersebut dan aktif berdiskusi. Mahasiswa melanjutkan tahapannya dengan melakukan demonstrasi pembuatan inovasi media tanam.

Inovasi raised bed yang diterapkan menggunakan barang-barang bekas seperti karung. Tahapan dilakukan dengan menyiapkan media tanam berupa karung yang dibentangkan dan menancapkan 4 ajir yang mengikat karung tersebut. Media tanam dibuat dengan ukuran lebih tinggi dari tanah agar membentuk seperti kotak tanpa atap.

Ketika media tanam berhasil dibentuk, selanjutnya adalah memasukkan dedaunan kering, pupuk, dan tanah. Kemudian, dicampurkan air lalu diaduk rata.

Selanjutnya adalah penanaman biji tanaman. Kali ini yang ditanam adalah kangkung. Sayur mayur sangat cocok ditanam pada raised bed karena mudah penanaman dan perawatannya.

Selain itu, inovasi kedua adalah pot gantung dengan memanfaatkan botol plastik bekas yang diberi lubang drainase. Metodenya masih sama seperti raised bed. Namun, yang membedakan adalah skalanya.

baca juga

Inovasi tersebut dilatarbelakangi oleh banyaknya ayam kampung yang berkeliaran di pekarangan hingga dapat mengganggu masa tumbuh tanaman. Selain itu, beberapa jenis tanaman hias sangat cocok diterapkan pada pot gantung sehingga dapat mempercantik rumah-rumah warga.

Tak hanya itu, program kerja KARSA TUWUH juga dilengkapi dengan uji pre-test dan post-test melalui kuesioner guna mengukur perubahan kognitif, afektif, konatif, dan psikomotorik dari peserta program. Melalui aktivasi tersebut diharapkan masyarakat mulai mengerti potensi dari lahan pekarangannya dalam menjamin kecukupan pangan keluarga.

Dengan menggunakan bahan bekas sebagai media tanam secara langsung dapat berkontribusi mengurangi limbah anorganik masyarakat.

Keberlanjutan dari program kerja ini dimonitoring secara berkala dengan berkunjung ke titik pembuatan raised bed dan pot gantung untuk memantau masa pertumbuhan hingga panen.

Dengan demikian, Mahasiswa KKNT Inovasi IPB University Desa Sembukan bersama masyarakat mampu mengubah lahan pekarangan menjadi pertanian produktif melalui inovasi ramah lingkungan. Harapannya kegiatan ini menjadi awal yang baik sebagai bentuk adaptasi di tengah tantangan musim kemarau ini.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.