Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 33 Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur (UPNVJT) menghadirkan inovasi alat penabur pupuk sebagai upaya mendukung sektor pertanian di Desa Mayangkawis, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro.
Program ini diwujudkan melalui pembuatan alat penabur pupuk pada 26–27 Juli 2026, dilanjutkan dengan sosialisasi dan demonstrasi penggunaannya kepada petani serta perangkat desa pada Minggu (3/8/2026).
Sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Desa Mayangkawis. Mayoritas warga desa menggantungkan mata pencahariannya sebagai petani sehingga peningkatan efektivitas dan efisiensi dalam proses budidaya menjadi kebutuhan yang terus diupayakan.
Salah satu tahapan penting dalam budidaya tanaman adalah pemupukan yang selama ini masih dilakukan secara manual (menebarkan pupuk menggunakan tangan).
Selain membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih besar, metode tersebut juga membuat tangan petani terpapar langsung dengan pupuk yang dapat menimbulkan rasa panas atau iritasi.
Di sisi lain, penaburan secara manual juga berisiko menyebabkan sebaran pupuk kurang merata sehingga efektivitas pemupukan menjadi kurang optimal.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 33 UPN Veteran Jawa Timur menghadirkan alat penabur pupuk sebagai inovasi teknologi tepat guna. Diharapkan, hal tersebut dapat membantu petani dalam proses pemupukan.
Alat ini dirancang agar pupuk dapat ditebar lebih merata dengan proses yang lebih cepat sehingga mampu meningkatkan efisiensi kerja di lahan pertanian. Selain itu, penggunaannya juga meminimalisir kontak langsung antara tangan petani dengan pupuk. Dengan begitu, dapat mengurangi risiko rasa panas atau iritasi yang kerap dirasakan saat proses penaburan secara manual.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Mayangkawis, Suharto, mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN karena dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa yang sebagian besar berprofesi sebagai petani.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi sederhana seperti alat penabur pupuk dapat membantu meringankan pekerjaan petani sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah tanggap melihat potensi sekaligus kebutuhan masyarakat Desa Mayangkawis. Mayoritas warga kami bekerja di sektor pertanian sehingga inovasi seperti alat penabur pupuk ini sangat bermanfaat untuk mendukung aktivitas para petani," ujar Suharto.
Pembuatan alat penabur pupuk dilakukan mahasiswa KKN Kelompok 33 pada 26–27 Juli 2026. Prosesnya meliputi perancangan desain, pengadaan material, perakitan alat, hingga uji coba penggunaan di lahan pertanian.
Alat ini dirancang dengan mekanisme sederhana sehingga mudah dioperasikan oleh petani, mampu menebarkan pupuk secara lebih merata, serta membantu menghemat waktu dan tenaga dibandingkan metode penaburan secara manual.
Setelah proses pembuatan selesai, mahasiswa menggelar sosialisasi kepada petani dan perangkat Desa Mayangkawis pada Minggu (3/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan fungsi alat, mendemonstrasikan cara penggunaannya secara langsung di lahan, serta memberikan penjelasan mengenai perawatan alat agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Sosialisasi tersebut mendapat sambutan positif dari para petani yang hadir. Selain menyaksikan demonstrasi penggunaan alat, warga juga berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pemupukan serta peluang pemanfaatan teknologi sederhana untuk meningkatkan hasil pertanian.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Kelompok 33 UPN Veteran Jawa Timur berharap alat penabur pupuk dapat menjadi salah satu inovasi yang mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian di Desa Mayangkawis.
Dengan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, inovasi teknologi tepat guna diharapkan mampu memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai mata pencaharian utama masyarakat desa.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


