Pernahkah kita membayangkan bagaimana sebenarnya langkah kecil seperti sekadar duduk bersama anak-anak, mendengarkan mereka bercerita, atau mengajari mereka hal baru bisa menjadi pintu perubahan?
Komunita, program dari Kementerian Keuangan yang berfokus pada literasi dan edukasi ini memiliki tujuan membentuk generasi produktif yang memahami kebijakan pengelolaan #UangKita dan berperan sebagai penggerak perubahan menuju masa depan Indonesia Maju 2045.
Aksi nyata ditunjukkan dengan Komunita Regional Yogyakarta menggandeng AIESEC in UPN “Veteran” Yogyakarta untuk mengadakan kegiatan edukasi dan pendampingan bagi anak-anak Panti Asuhan Yatim Putri Islam R.M. Suryowinoto pada Sabtu, 9 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak dari jenjang TK hingga SMP, dengan tujuan memberikan wawasan dasar tentang pengelolaan keuangan dan penguatan rasa percaya diri.
Sejak pagi, anak-anak sudah berkumpul di aula panti. Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Komunita Regional Yogyakarta, yaitu Jessica Setyaningrum sekaligus memperkenalkan secara singkat mengenai tujuan kegiatan. Suasana cair sejak awal, anak-anak terlihat antusias dan tidak canggung untuk berinteraksi dengan kakak-kakak pendamping.
Masuk ke sesi pertama, tim Komunita mengajak anak-anak memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan, pentingnya menabung, serta cara mengelola uang sederhana yang biasa mereka terima sehari-hari.
Materi disampaikan secara ringan, diselingi tanya jawab, dan contoh-contoh situasi dekat dengan kehidupan mereka, seperti jajanan sekolah atau belanja kecil sehari-hari. Pendekatan ini membuat anak-anak cepat menangkap inti materi dan tidak merasa sedang belajar sesuatu yang berat.
"Sungguh kesempatan yang baik untuk bisa berkolaborasi bersama ke adik-adik panti asuhan dan dapat memberikan pengalaman edukasi dan melakukan pengabdian kepada mereka," ucap Bella, salah satu tim dari AIESEC in UPN “Veteran” Yogyakarta.
Suasana hangat ini semakin mencair ketika sesi games dimulai. Mereka dibagi dalam kelompok, mengerjakan tantangan mini yang menguji kerja sama dan pemahaman mereka tentang materi sebelumnya. Sambil didampingi oleh kakak-kakak AIESEC in UPN “Veteran” Yogyakarta terdengar tawa, sorak, tepuk tangan anak-anak yang memenuhi ruangan yang berlomba-lomba untuk menjawab pertanyaan.
Setelah rehat singkat, perwakilan AIESEC in UPN “Veteran” Yogyakarta, Aliyya Mezzaluna yang akrab dipanggil dengan Luna selaku Ketua Department External Relations dari AIESEC in UPN “Veteran” Yogyakarta hadir mengambil alih sesi berikutnya untuk menyampaikan materi tentang kepercayaan diri.
Anak-anak diajak merenung pelan tentang bagaimana mereka memandang diri sendiri, tentang keberanian untuk berbicara. Beberapa anak tampak malu-malu, tapi perlahan mulai berani mengangkat tangan, bercerita, dan mencoba berbicara di depan teman-temannya. Ada momen-momen kecil yang begitu menggemaskan terutama ketika mereka diminta menyebutkan makanan favorit mereka.

Memasuki siang hari, suasana berubah menjadi penuh warna saat sesi kerajinan tangan dimulai. Lantai dipenuhi manik-manik kecil dalam berbagai bentuk dan warna. Anak-anak kemudian membuat gelang, cincin, kalung, bando, hingga gantungan kunci. Di sini, kreativitas mereka seolah bebas tanpa batas.
Ada yang memadukan warna terang, ada yang membuat pola rapi, ada yang memilih warna favoritnya dan menyusunnya tanpa ragu. Ruangan menjadi penuh dengan fokus, bahkan kakak-kakak pendamping juga turut meramaikan kegiatan tersebut seakan-akan mengenang masa kecil mereka.
Setelah itu, diadakan mini exhibition untuk menunjukkan karya mereka. Meski sederhana, momen ini membuat mereka merasa dihargai, bahwa apa yang mereka buat punya nilai untuk dilihat dan diapresiasi.
"Melalui acara ini, saya pun dapat memahami bahwa literasi keuangan benar adanya untuk dipelajari sejak dini dan untuk menumbuhkan rasa kepercayaan diri pula," ujar Bella.
Menjelang akhir kegiatan, seluruhnya berkumpul untuk makan siang dan foto bersama. Ditutup dengan anak-anak kembali ke tempat masing-masing untuk melanjutkan aktivitas mereka sambil membawa hasil kerajinan dengan senyum dan tawa.
Ada pula yang belum ikhlas berpisah dengan kakak-kakak pendamping dan masih ingin berpelukan. Pelukan dan tawa mereka memberikan kesan yang sangat mendalam.
Akhir kata, edukasi yang dilakukan tujuannya bukan hanya tentang menyampaikan materi kepada anak-anak di lingkungan panti asuhan, namun juga menghadirkan pengalaman yang membuat anak-anak merasa dihargai dan percaya diri. Kolaborasi antara Komunita Mengajar Kemenkeu Regional Yogyakarta dan AIESEC in UPN “Veteran” Yogyakarta di hari itu menjadi bukti bahwa kehadiran kecil bisa meninggalkan makna yang besar.
Harapannya, kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak komunitas di masa depan. Perubahan perlahan tumbuh di hati anak-anak, di ingatan mereka, dan mungkin suatu hari nanti, di masa depan yang mereka bangun sendiri.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


