Nadzar Batumbang Apam adalah salah satu tradisi dan ritual yang berkembang di tengah masyarakat suku Banjar. Tradisi ini diketahui sudah berkembang sejak lama.
Seperti namanya, ritual ini berkaitan dengan janji yang diungkapkan oleh seseorang terhadap sesuatu tujuan tertentu. Nantinya janji ini mesti mereka tunaikan lewat ritual tersebut.
Uniknya, ritual ini ternyata tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Banjar yang ada di Kalimantan. Ritual dan tradisi adat ini juga dilestarikan oleh masyarakat Banjar yang merantau ke daerah lainnya.
Salah satunya bisa Kawan jumpai di daerah Desa Kubah Sentang, Deli Serdang, Sumatera Utara. Daerah ini menjadi salah satu tujuan rantau yang banyak didiami oleh masyarakat Banjar.
Meskipun jauh dari kampung halaman, ternyata praktik ritual ini tetap ada dan bisa dijumpai di tengah masyarakat Banjar yang mendiami daerah tersebut. Walau begitu, ada perbedaan dalam proses pelaksanaan ritual antara masyarakat Banjar yang ada di Kalimantan dengan Desa Kubah Sentang.
Bagaimana ulasan lebih lanjut terkait ritual adat yang satu ini? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut.
Melihat Ritual Nadzar Batumpang Apam
Dinukil dari artikel Noviy Hasanah dan Zuraidah, "Upacara Nadzar Batumbang Apam di Makam Keramat Gajah Desa Kubang Sentang" yang terbit di Jurnal Socius, Nadzar Batumpang Apam adalah salah satu ritual adat yang berkembang di tengah masyarakat suku Banjar. Ritual ini berkaitan dengan pembayaran nazar atau janji yang disampaikan oleh masyarakat terkait tujuan tertentu.
Ritual ini biasanya masih dijalankan oleh masyarakat Banjar, khususnya oleh kaum tua. Masih ada kepercayaan di tengah masyarakat jika tujuan yang mereka inginkan akan tercapai jika melakukan tradisi tersebut.
Misalnya, jika ada seorang anak yang sakit, maka ibunya akan bernazar agar anaknya sehat. Nantinya jika sang anak sehat, maka sang ibu akan melakukan penunaian janji tersebut.
Di Kalimantan Selatan, tradisi ini biasanya berkaitan dengan hari besar, seperti Hari Raya Idulfitri dan Hari Raya Iduladha. Selain itu, pelaksanaan ini dilakukan di dua masjid yang dianggap keramat, yakni Masjid Keramat Pelajau dan Masjid Al-A'la.
Berbeda dengan yang ada di Kalimantan Selatan, masyarakat Banjar di Desa Kubah Sentang justru melakukan tradisi ini di sebuah makam yang dianggap keramat di daerah tersebut. Nantinya masyarakat yang bernazar akan mengunjungi makam keramat tersebut dan menunaikan prosesi Nadzar Batumbang Apam.
Prosesi Ritual
Secara umum ada tiga rangkaian yang akan dilewati oleh seseorang yang menjalankan ritual ini, yaitu.
1. Memiliki Nazar
Pertama, pelaku ritual hendak menyampaikan nazar yang ingin dia capai terlebih dahulu. Tujuan ini biasanya berkaitan dengan kesembuhan, kenaikan jabatan, jodoh, dan lainnya.
Jika tujuan tersebut tercapai, maka orang tersebut mesti membayar nazar dengan melakuan Batumbang Apam di makam keramat tersebut.
2. Mempersiapkan Kebutuhan Upacara
Sebelum mendatangi makam keramat, terdapat beberapa persiapan terlebih dahulu. Kebutuhan yang diperlukan dalam prosesi ritual adat ini adalah pelepah kelapa, kue apam, beras kuning, uang receh, dan makanan lainnya.
3. Prosesi Ritual
Tahapan terakhir yang dijalankan adalah pelaksanaan prosesi ritual adat di makam keramat. Biasanya orang yang akan menunaikan nazar ini akan mendatangi rumah pemimpin doa terlebih dahulu.
Pemimpin doa ini nantinya akan memimpin prosesi Nadzar Batumbang Apam, mulai dari pembacaan basmalah dan selawat nabi, Surat Al-Fatihah, doa selamat, pembagian uang koin, hingga memakan kue apam dan makanan lain yang sudah disiapkan sebelumnya.
Pantangan Jika Tidak Dilakukan
Bagi masyarakat yang masih mempercayai dan menjalani ritual ini, prosesi Nadzar Batumbang Apam mesti dijalankan jika sudah berjanji untuk mencapai tujuan tertentu. Jika tidak ditunaikan, maka orang tersebut dipercaya bisa mendapatkan bala dan hal-hal buruk lainnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


