Perubahan iklim dan pemanasan global adalah masalah nyata yang saat ini sedang dihadapi oleh penduduk bumi, tak terkecuali biota laut. Pemanasan global memicu kenaikan suhu air laut, mengganggu kelangsungan hidup dan ekosistem bawah laut.
Melansir dari situs Mongabay, Peneliti Ahli Utama Bidang Oseanografi Terapan dan Manajemen Pesisir BRIN, Widodo Setiyo Pranowo mengatakan, suhu air laut terus mengalami kenaikan dengan laju semakin cepat.
Melalui penelitian terbaru dari Monas University, perubahan iklim diprediksi akan memengaruhi hasil tangkapan ikan di berbagai wilayah karena evolusi ikan yang beradaptasi dengan kondisi suhu air laut. Hal ini berpotensi mengancam ketahanan pangan, mata pencaharian nelayan, hingga masa depan ekosistem laut. Yuk, simak penjelasannya bersama!
Evolusi Ikan Berdampak pada Stok Ikan dan Ekosistem Laut
Sebelumnya Monash University telah melakukan penelitian untuk melihat respon dari spesies ikan terhadap kenaikan suhu air laut. Kali ini, dalam riset terbaru yang dipublikasikan di Jurnal Science, meneliti bagaimana ikan akan berevolusi sebagai respon terhadap iklim di masa depan.
Peningkatan suhu laut bukan hanya mempengaruhi kondisi lingkungan, tetapi juga mendorong perubahan sifat biologis ikan dari generasi ke generasi. Perubahan iklim membuat ikan harus beradaptasi dan berevolusi untuk bisa bertahan. Bahkan saat ini, beberapa jenis ikan berkembang biak lebih sedikit atau bahkan menghilang total dari perairan tertentu.
Para peneliti dari Monash University memperoleh temuan bahwa evolusi ikan sebagai respon terhadap perubahan iklim global, memiliki kemungkinan akan berdampak negatif pada hasil tangkapan dan keberlanjutan industri perikanan di seluruh dunia.
Penelitian ini menggunakan life-history model atau model sejarah hidup yang baru. Model ini diujikan dengan hampir 3.000 spesies data ikan. Memprediksi bagaimana evolusi sejarah hidup ikan akan mempengaruhi kelestarian hasil tangkapan perikanan di 43 kawasan perikanan terbesar dunia. Penelitian dilakukan bersama Profesor Jan Kozłowski dari Universitas Jagiellonian, Polandia.
Menurut Professor Craig White selaku Head of the School of Biological Sciences, kondisi air laut yang memanas akibat pemanasan global diperkirakan akan membuat ikan beradaptasi tumbuh dan dewasa lebih cepat untuk bisa bertahan. Dengan demikian, ukuran ikan dewasa yang tumbuh dalam kondisi tersebut akan menjadi lebih kecil dari yang seharusnya.
Evolusi ini berdampak baik bagi kelangsungan hidup ikan. Evolusi mampu membantu mengurangi dampak pemanasan global bagi kondisi fisik ikan.
Namun, adaptasi ini memiliki dampak yang kurang baik terhadap kelestarian hasil tangkapan, nelayan, dan industri perikanan. Imbas dari evolusi ini, nelayan dan industri perikanan berpotensi mengalami kerugian baik dari segi pendapatan maupun jumlah ikan yang ditangkap sebesar 50%. Setiap suhu bumi naik satu derajat, produksi perikanan diperkirakan turun, jelasnya.
Head of the Marine Evolutionary Ecology Research, Profesor Dustin Marshall mengatakan, evolusi menjadi respon adaptasi yang baik untuk kelangsungan hidup ikan di tengah kondisi perubahan iklim.
Namun sebaliknya, evolusi ikan akan memberikan dampak buruk pada layanan ekosistem yang menopang kehidupan manusia. Untuk menjaga jutaan ton hasil perikanan yang dikhawatirkan hilang, perlu langkah dan kebijakan iklim yang baik untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat celcius.
Kebutuhan akan Industri Perikanan
Besarnya kekhawatiran atas industri perikanan berbanding lurus dengan permintaan pasar. Kebutuhan masyarakat dunia terhadap industri perikanan sebagai salah satu sumber protein hewani terus meningkat. Selain itu bagi negara dengan sektor kelautan yang besar, kondisi ini juga dapat mengancam perekonomian.
Indonesia memiliki potensi kelautan yang besar. Sektor kelautan Indonesia memegang peranan ekonomi yang cukup besar. Perikanan, pariwisata bahari, transportasi laut, serta berbagai industri berbasis laut lainnya menyumbang lebih dari 18 miliar USD atau sekitar 3 triliun rupiah per tahun.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


