jualan risol demi bayar kuliah mahasiswi asal madura ini lulus jadi wisudawan terbaik uin jakarta - News | Good News From Indonesia 2026

Jualan Risol demi Bayar Kuliah, Mahasiswi Asal Madura Ini Lulus Jadi Wisudawan Terbaik UIN Jakarta

Jualan Risol demi Bayar Kuliah, Mahasiswi Asal Madura Ini Lulus Jadi Wisudawan Terbaik UIN Jakarta
images info

Jualan Risol demi Bayar Kuliah, Mahasiswi Asal Madura Ini Lulus Jadi Wisudawan Terbaik UIN Jakarta


Dalam satu hari, Mafatihatul Maghfirah atau yang kerap disapa Mafa bisa berperan sebagai mahasiswi sekaligus wirausahawan. Perempuan yang mengambil prodi Bahasa dan Sastra Arab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini harus pintar-pintar membagi waktunya untuk menggarap tugas kuliah serta menyiapkan pesanan makanan dari media sosial, termasuk TikTok dan Instagram.

Apa yang dilakukan perempuan asal Madura ini semata-mata karena ia harus memikirkan biaya semesteran. Karena itulah, sejak semester dua, Mafa memilih berjualan makanan agar tidak terus membebani orang tuanya.

Mafa benar-benar menjalani kuliahnya sambil membangun usaha kecil bernama Kedai Kita. Dari dapur itu, ia membuat aneka jajanan seperti risol, brownies, dan bolu ketan yang kemudian dipasarkan lewat media sosial. Beberapa produknya bahkan sempat viral.

“Tidak ada kata gengsi dalam berwirausaha selama proses yang dijalani halal dan jujur,” kata Mafa.

baca juga

Merantau dari Madura dan Tak Mau Jadi Mahasiswa Biasa

Mafa datang ke Jakarta dengan satu prinsip bahwa saat merantau, ia harus membawa hasil.

Menurutnya, kuliah jauh dari rumah akan terasa sia-sia jika dijalani tanpa target yang jelas. Oleh karena itu, sejak semester satu ia sudah membiasakan diri disiplin menjaga nilai dan aktif mencari peluang.

“Sejak semester satu, saya sudah menanamkan pola pikir untuk menjadi yang terbaik. Rasanya rugi kalau sudah merantau jauh-jauh tapi tidak berprestasi,” ungkapnya.

Cara berpikir itu yang membuat Mafa konsisten mempertahankan IPK tinggi selama kuliah. Tak hanya itu, di saat banyak mahasiswa masih bergantung pada kiriman bulanan, Mafa mulai belajar mandiri secara finansial.

baca juga

Kuliah Sambil Jualan di TikTok dan Instagram

Memasuki semester dua, Mafa mulai serius berjualan makanan lewat TikTok dan Instagram. Produk yang dijual berupa jajanan yang disukai anak muda, mulai dari risol, brownies, sampai bolu ketan.

Keberadaan media sosial membuat mahasiswa seperti Mafa bisa menjangkau pembeli lebih luas tanpa harus memiliki toko besar. Cukup dengan video pendek dan promosi rutin, pesanan bisa datang dari berbagai tempat.

Memasuki semester enam, fokus Mafa terhadap usahanya semakin besar. Saat itu, ia mulai mengejar target biaya kuliah sekaligus persiapan wisuda.

Meski harus membagi waktu antara kuliah dan usaha, Mafa tetap menjaga performa akademiknya.

baca juga

Lulus Cepat Lewat Jalur Publikasi Jurnal

Puncak perjuangan akademik Mafa adalah ketika ia mengambil program kelulusan cepat non-skripsi melalui jalur publikasi jurnal ilmiah.

Jalur ini membuat mahasiswa tidak perlu menulis skripsi. Sebagai gantinya, mereka harus menghasilkan artikel ilmiah yang layak dipublikasikan.

Pilihan Mafa untuk lulus lewat jalur jurnal diputuskan setelah ia mendapat tantangan dari Ketua Program Studi. Saat itu, kaprodi meyakinkan bahwa Mafa bisa menjadi wisudawan terbaik jika mampu menyelesaikan jurnal dan lulus di semester tujuh.

Mafa menerima tantangan itu.

Perempuan ini lalu menyusun jurnal berjudul A Comparative Study of Macro- and Microstructures in al-Muʿjam al-Wasīṭ, Oxford Advanced Learner’s Dictionary, and Great Dictionary of the Indonesian Language: Implications for Digital Lexicography.

Penelitian itu membahas struktur kamus dan kaitannya dengan pengembangan kamus digital. Leksikografi digital sendiri merupakan metode penyusunan kamus berbasis teknologi digital agar lebih mudah digunakan masyarakat modern.

Pada akhirnya, ia resmi lulus dalam waktu 7 semester sekaligus menjadi salah satu wisudawan terbaik pada Wisuda ke-140 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

baca juga

Bukan Wisudawan Terbaik Kebanggaannya, tapi Usaha Kecil yang Ia Rintis

Di akhir ceritanya, Mafa tidak banyak berbicara soal gelar wisudawan terbaik yang ia sandang. Ia malah menyoroti kebiasaan kecil yang sering disepelekan mahasiswa.

Menurut Mafa, kebiasaan sederhana seperti datang tepat waktu, tertib di kelas, atau tidak bermain ponsel saat dosen mengajar akan membentuk karakter setelah lulus nanti.

Hal-hal kecil itu yang selama ini ia pegang selama merantau di Jakarta.

“Jangan pernah meremehkan hal sekecil apa pun. Uang seratus ribu rupiah tidak akan pernah menjadi seratus ribu tanpa adanya uang seratus rupiah,” tuturnya.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.