fakta menarik soal bekasi - News | Good News From Indonesia 2026

5 Fakta Menarik Soal Bekasi, Punya Landmark yang Mirip Museum Louvre!

5 Fakta Menarik Soal Bekasi, Punya Landmark yang Mirip Museum Louvre!
images info

5 Fakta Menarik Soal Bekasi, Punya Landmark yang Mirip Museum Louvre!


Jika mendengar kata Bekasi, kebanyakan orang langsung terbayang dengan panas, macet, dan banyaknya pabrik. Namun, kota ini sebenarnya menyimpan banyak sisi menarik yang sering luput dari perhatian publik.

Mulai dari asal-usul namanya yang unik, sejarah panjangnya sebagai bagian kerajaan kuno, landmark modern yang instagrammable, hingga kuliner khas yang memikat lidah, Bekasi ternyata memiliki banyak cerita yang patut diketahui.

Berikut 5 fakta menarik tentang Bekasi, simak sampai habis, ya!

Nama Bekasi Berasal dari Chandrabhaga

Dalam catatan sejarah, nama Bekasi memiliki makna yang cukup mendalam dan tidak lepas dari perkembangan bahasa dari masa ke masa. Menurut Poerbatjaraka, seorang ahli bahasa Sanskerta dan Jawa Kuno, asal-usulnya dapat ditelusuri dari kata Chandrabhaga.

Secara filosofis, kata ini terdiri dari dua unsur, yaitu Chandra yang berarti bulan, dan Bhaga yang berarti bagian. Dalam bahasa Jawa, Chandra juga memiliki padanan kata Sasi. Jika digabungkan, Chandrabhaga dapat dimaknai sebagai “bagian dari bulan.”

Seiring berjalannya waktu, istilah Chandrabhaga mengalami perubahan penyebutan menjadi Bhagasasi. Dalam penggunaan sehari-hari, masyarakat kemudian menyederhanakannya menjadi Bhagasi agar lebih mudah diucapkan. 

Transformasi nama ini tidak berhenti di situ. Pada masa kolonial, pelafalan Bhagasi mengalami penyesuaian oleh orang Belanda, yang kemudian menuliskannya sebagai Bacassie.

Ejaan tersebut mengikuti sistem penulisan Belanda yang berbeda dengan pelafalan lokal. Dari sinilah, nama tersebut perlahan berubah hingga akhirnya menjadi “Bekasi” seperti yang dikenal saat ini.

baca juga

Salah Satu Kota Industri Terbesar di Indonesia

Bekasi | Wikimedia Commons | Everyone Sinks Starco
info gambar

Bekasi | Wikimedia Commons | Everyone Sinks Starco


Bekasi, terutama di daerah Cikarang, menjadi salah satu pusat industri terbesar di Indonesia. Di wilayah ini terdapat sekitar 10 kawasan industri besar dengan total luas mencapai ±9.500 hektar, yang menampung ribuan perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari otomotif, elektronik, makanan-minuman, hingga farmasi.

Beberapa kawasan industri yang terkenal antara lain Jababeka Industrial Estate, MM2100 Industrial Town, dan EJIP (East Jakarta Industrial Park).

Kawasan-kawasan ini mempekerjakan ratusan ribu tenaga kerja, termasuk pekerja-pekerja dari luar daerah, dan terus berkembang karena letaknya yang strategis dekat Jakarta serta akses langsung ke jalur logistik dan pelabuhan.

Dulunya Bagian dari Kerajaan Kuno

Wilayah Bekasi pada masa lampau dikenal dengan nama Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri, yang diyakini sebagai ibu kota Kerajaan Tarumanegara sekitar abad ke-4 hingga ke-7. Kekuasaan kerajaan ini cukup luas, mencakup wilayah Bekasi, Sunda Kelapa, hingga ke daerah Indramayu. Para ahli sejarah meyakini bahwa pusat pemerintahan kerajaan tersebut berada di wilayah Bekasi saat ini.

Dari kawasan inilah lahir Tarusbawa, pendiri Kerajaan Sunda yang kemudian melanjutkan garis keturunan raja-raja hingga masa Sri Baduga Maharaja.

Jejak sejarah ini diperkuat dengan ditemukannya Prasasti Kebantenan di wilayah Bekasi, yang menjadi bukti penting keberadaan peradaban Sunda pada masa lalu.

Sejak abad ke-5, Bekasi terus menjadi wilayah strategis dan berada di bawah kekuasaan beberapa kerajaan besar, seperti Tarumanegara, Galuh, hingga Pajajaran. Letaknya yang menghubungkan pedalaman dengan pelabuhan Sunda Kelapa membuat Bekasi memiliki peran penting dalam jalur perdagangan dan pemerintahan pada masa itu.

Landmark Unik ala Museum Louvre

Bekasi punya landmark yang cukup unik, salah satunya sebuah bangunan berbentuk piramida terbalik di kawasan Summarecon Bekasi. Desainnya kerap dibandingkan dengan piramida kaca di Museum Louvre, Paris, dan landmark ini menjadi spot populer bagi warga maupun pengunjung untuk berfoto.

Piramida setinggi 17 meter ini berbentuk yang semakin melebar ke atas, melambangkan pertumbuhan kota yang terus berkembang. Selain menjadi ikon modern, landmark ini juga sangat mudah dikenali sehingga menjadi identitas Bekasi itu sendiri.

baca juga

Kuliner Khas: Gabus Pucung

Gabus Pucung | Wikimedia Commons | Pitchrigi
info gambar

Gabus Pucung | Wikimedia Commons | Pitchrigi


Bekasi punya kuliner tradisional yang tak kalah menarik, yaitu gabus pucung. Hidangan khas Betawi ini menggunakan ikan gabus yang dimasak dengan kuah pekat dari pucung (kluwek), mirip dengan rawon tapi berbahan ikan. Gabus pucung kini menjadi salah satu ikon kuliner Bekasi yang banyak digemari, sekaligus sebagai warisan budaya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Amanda Jingga Rambadani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Amanda Jingga Rambadani.

AJ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.