mengenal jalabia donat ketan khas bekasi - News | Good News From Indonesia 2026

Mengenal Jalabia, Donat Ketan Khas Bekasi

Mengenal Jalabia, Donat Ketan Khas Bekasi
images info

Mengenal Jalabia, Donat Ketan Khas Bekasi


Bekasi dikenal sebagai kota industri di pinggiran Jakarta. Namun, siapa sangka jika kota ini juga memiliki beragam makanan tradisional khas, salah satunya jalabia atau jalabria.

Nama makanan ini mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Pasalnya, jalabia kini sudah semakin jarang ditemukan, meski masih ada beberapa penjual yang mempertahankannya di sejumlah daerah.

Untuk mengenal lebih jauh keunikan camilan tradisional ini, yuk kita simak bersama, Kawan GNFI!

Donat Berbahan Dasar Ketan

Jalabia merupakan kue tradisional yang memiliki bentuk bulat dengan lubang di tengah, sehingga sekilas tampak seperti donat. Meski begitu, bahan dan teksturnya cukup berbeda.

Jalabia dibuat dari tepung ketan yang dipadukan dengan santan, tepung beras, dan kelapa parut, sehingga menghasilkan tekstur yang lebih kenyal dan sedikit lengket.

Jajanan ini melewati proses pembuatan seperti kue biasa, di mana seluruh bahan yang sudah disiapkan tadi diuleni bersama hingga menghasilkan adonan yang kalis. Adonan yang sudah jadi kemudian dibentuk bulat dan dilubangi pada bagian tengah.

Adonan yang sudah dicetak tadi kemudian digoreng di minyak panas hingga berubah warna menjadi kecoklatan. Kadang kali tepung ketan yang digunakan adalah tepung ketan hitam sehingga warna jajanan ini terkesan lebih gelap.

Adonan yang sedang digoreng | PxHere
info gambar

Adonan yang sedang digoreng | PxHere


Hal yang membuat jajanan ini unik terletak pada tahap akhir pembuatannya. Setelah adonan berbentuk cincin digoreng hingga matang, jalabia kemudian dicelupkan ke dalam gula merah yang telah dicairkan. Cairan gula tersebut akan meresap ke dalam rongga-rongga kue, sehingga saat digigit akan menghadirkan sensasi manis yang terasa langsung di dalam mulut.

Dari bahan dan proses pembuatannya, jalabia menghadirkan perpaduan rasa manis dan gurih yang khas. Bagian luarnya terasa sedikit keras, sementara bagian dalamnya tetap kenyal, menciptakan tekstur yang unik dan memberikan pengalaman berbeda saat menikmatinya.

baca juga

Jejak Sejarah Jalabia

Asal-usul jalabia sendiri tidak memiliki catatan sejarah yang pasti. Berbeda dengan beberapa kuliner tradisional lain yang terdokumentasi dengan jelas, keberadaan jalabia lebih banyak diketahui melalui cerita para penjual yang telah lama mempertahankan jajanan ini.

Dilansir dari Liputan6, salah satu penjual jalabia yang masih bertahan menyebut bahwa resep yang digunakannya berasal dari sang ibu. Resep tersebut diwariskan secara turun-temurun dalam keluarga dan tetap dipertahankan hingga sekarang.

Menariknya, keberadaan jalabia juga kerap dikaitkan dengan beberapa makanan manis dari negara lain yang memiliki kemiripan bentuk maupun konsep. Salah satunya adalah zalabiyeh, makanan tradisional dari Timur Tengah.

Zalabiyeh biasanya dibuat dari tepung pati jagung yang digoreng hingga renyah dan memiliki bentuk melingkar yang sekilas menyerupai donat.

Jalebi | Commons Wikimedia | Lion.harvinder
info gambar

Jalebi | Commons Wikimedia | Lion.harvinder


Selain itu, ada pula jalebi dari India yang juga memiliki kemiripan dengan jalabia. Jalebi merupakan jajanan manis yang terbuat dari adonan tepung dan bahan dasar susu yang telah difermentasi kemudian digoreng.

Jalebi juga direndam dalam sirup gula atau madu hingga menghasilkan lapisan manis yang mengkristal. Bentuk jalebi cukup beragam, mulai dari lingkaran berongga menyerupai donat hingga seperti pretzel.

Meski memiliki kemiripan dengan beberapa makanan tersebut, jalabia di Indonesia memiliki karakter yang berbeda. Jika zalabiyeh dan jalebi lebih identik dengan tekstur renyah serta sirup gula yang kental, jalabia justru memiliki tekstur yang lebih kenyal karena menggunakan bahan dasar tepung ketan.

Adonan jalabia juga sering dibandingkan dengan salah satu jajanan pasar Indonesia, yaitu kue gemblong. Keduanya sama-sama menggunakan tepung ketan sebagai bahan utama, memiliki warna gelap, dan dilapisi rasa manis dari gula.

Perbedaannya terletak pada bentuknya, di mana jalabia dibuat menyerupai cincin dengan lubang di tengah, sedangkan gemblong biasanya berbentuk bulat atau lonjong.

baca juga

Kerap Hadir di Berbagai Acara

Walaupun kini cukup sulit menemukan penjual yang khusus berjualan jalabia, jajanan ini masih kerap dijumpai di berbagai acara hajatan di Bekasi, seperti pernikahan, khitanan, atau acara keluarga lainnya. Biasanya para pedagang membuka lapak sederhana menggunakan tenda kayu yang ditutup terpal.

Menariknya, jalabia umumnya disajikan dalam keadaan hangat. Para pedagang biasanya membawa kompor sendiri sehingga jalabia digoreng setelah ada pembeli. Hal ini membuat camilan tersebut terasa lebih nikmat karena masih hangat saat disantap.

Selain jalabia, beberapa penjual juga kerap menawarkan jajanan lain seperti klepon sebagai pelengkap. Jalabia juga masih bisa ditemukan di beberapa pasar tradisional di wilayah Bekasi.

Nah, setelah mengetahui lebih banyak tentang jalabia khas Bekasi, apakah Kawan GNFI jadi ingin mencoba camilan tradisional ini?

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Amanda Jingga Rambadani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Amanda Jingga Rambadani.

AJ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.