Daerah Istimewa Yogyakarta tidak hanya terkenal karena wisata budayanya saja melainkan Yogyakarta juga menyediakan wisata alam di berbagai sudut. Sehingga bagi Kawan yang hendak berlibur ke Jogja atau sedang berada di jogja, wajib kunjungi wisata alam Jogja yang sangat beragam.
Menurut Oxford Academic, alam memberikan efek terapi untuk mengatasi stres dan memperbaiki kesehatan mental sehingga alam sangat disarankan untuk Kawan yang hendak beristirahat sejenak dari letih dan stress akan pekerjaan dan masalah pribadi. Maka dari itu, gunung menjadi bagian dari alam yang baik untuk dikunjungi.
Gunung yang harus Kawan kunjungi adalah Gunung Api Purba Nglanggeran. Berlokasi di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul atau sekitar 25 kilometer dari pusat kota Yogyakarta.
Waktu tempuh ke Gunung Nglanggeran sekitar 1 jam dari pusat kota Yogyakarta. Gunung dengan ketinggian 700 meter dari permukaan laut merupakan gunung berapi aktif pada 60 juta tahun lalu. Gunung ini berbentuk gunung batu raksasa hasil endapan vulkanik berjenis andesit dan memiliki keindahan alam yang indah dan suasana sejuk hingga memanjakan mata.
Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, Kawan akan mendapati loket dan melakukan registrasi terlebih dahulu. Dalam perjalanan dengan jalur landai menuju puncak, terdapat hamparan sawah dan perkampungan yang akan memanjakkan mata.
Di jalur pendakian gunung Purba Ngalnggeran juga terdapat Flora dan Fauna seperti bunga anggrek dan kerja berekor panjang yang akan Kawan temui jika beruntung.
Salah satu hal unik dari jalur pendakian ini adalah “Lorong Sempitan” karena lorong ini diapit oleh dua bebatuan besar sehingga butuh benda penerang untuk melewati lorong yang sangat sempit dan gelap ini. Bagi Kawan yang takut dengan kegelapan, disarankan untuk melewati lorong ini dengan berlandaskan doa dan moto lorong ini yaitu “makin sempit makin asyik.”
Untuk sampai di puncak, membutuhkan wakru 1 jam dan saat sampai di puncak, Kawan akan disuguhi pemandangan yang lebih indah seperti pedesaan, sebagian daerah Sleman, Gunung Merapi, persawahan serta embung Nggalnggeran yang cocok saat sunset.
Gunung Api Nglanggeran sangat cocok untuk pendaki pemula atau Kawan yang hendak menikmati keseruan hiking tanpa mengeluarkan budget yang banyak serta gunung ini juga bisa digunakan untuk berkemah.
Saat siang yang disuguhi dengan pemandangan alam yang hijau, maka menjelang malam Kawan akan disuguhi kelap-kelip lampu kota dan bintang-bintang yang bersinar terang.
Selain pesona alam yang sangat memanjakkan mata, Gunung Nglanggeran juga memiliki cerita rakyat yang unik dan berkembang di masyarakat.
Dikutip dari Dinas Pariwisata Gunung Kidul, Bukit Nglanggeran konon merupakan tempat menghukum warga desa yang ceroboh merusak wayang. Nglanggeran berasal dari kata nglanggar yang mempunyai arti dalam bahasa indonesia melanggar.
Menurut cerita pada ratusan tahun yang lalu, penduduk desa sekitar mengundang seorang dalang untuk mengadakan pesta syukuran hasil panen. Akan tetapi ada beberapa warga desa yang melakukan hal ceroboh. Mereka mencoba merusak wayang milik dalang. Sang dalang murka dan mengutuk warga desa yang merusak wayang milik sang dalang menjadi sosok wayang dan dibuang ke Bukit Nglanggeran.
Saat ini beberapa bebatuan besar yang menurut cerita warga sekitar, dulunya dipercaya digunakan untuk tempat pertapaan warga. Warga sekitar mengatakan bahwa menurut kepercayaan, Gunung Nglanggeran dijaga oleh Kyai Ongko Wijoyo serta tokoh pewayangan Punokawan.
Pada malam tahun baru Jawa atau Jumat Kliwon, beberapa orang yang percaya memilih semadi di pucuk gunung. Di Gunung Nglanggeran ini pula pernah ditemukan arca mirip Ken Dedes.
Selain menikmati keindahan alamnya, Kawan bisa mencoba "Cliff Swing" untuk menguji adrenalin di puncak gunung pertama di Jogja yaitu di Gunung Api Purba Nglanggeran.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


