3 jalan tol tertua di jaringan jalan tol trans jawa ada yang beroperasi sejak 1983 - News | Good News From Indonesia 2026

3 Jalan Tol Tertua di Jaringan Jalan Tol Trans Jawa, Ada yang Beroperasi Sejak 1983!

3 Jalan Tol Tertua di Jaringan Jalan Tol Trans Jawa, Ada yang Beroperasi Sejak 1983!
images info

3 Jalan Tol Tertua di Jaringan Jalan Tol Trans Jawa, Ada yang Beroperasi Sejak 1983!


Jalan Tol Trans Jawa adalah jaringan jalan bebas hambatan yang menghubungkan Pulau Jawa dari ujung barat ke timur, membentang dari Pelabuhan Merak di Cilegon, Banten, sampai Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur.

Jalan Tol Trans Jawa yang memiliki panjang leih dari 1.000 km ini mulai terhubung pada Desember 2018. Hal ini membuat konektivitas antara dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, menjadi semakin mudah.

Jaringan tol ini berfungsi untuk memperlancar arus serta perpindahan orang, barang, sampai jasa. Selain itu, hadirnya jaringan Tol Trans Jawa juga ikut membantu memangkas waktu perjalanan darat, sehingga bisa lebih efisien dibandingkan sebelumnya.

Lalu, tahukah Kawan GNFI apa saja jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang dibangun pertama kali? Artikel ini akan mengulas tiga jalan tol tertua dalam jaringan Trans Jawa, berdasarkan waktu diresmikannya.

3 Jalan Tol Tertua di Jaringan Jalan Tol Trans Jawa

Merangkum dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) milik Kementerian Pekerjaan Umum (PU), di bawah ini adalah tiga jalan tol tertua di jaringan tol Trans Jawa:

  • Jalan Tol Semarang ABC

Tol Semarang ABC adalah jaringan tol Trans Jawa yang dibangun pertama di Indonesia. Tol Semarang ABC diresmikan pada tahun 1983. Tol ini juga merupakan tol tertua kedua di Indonesia setelah Tol Jagorawi (1978).

Dengan total panjang 24,75 km, Tol Semarang ABC berperan penting untuk menghubungkan Kota Semarang dengan kota-kota lainnya di Jawa Tengah. Tol ini mempermudah perjalanan di kawasan pantai utara (Pantura) Jawa dengan jalan nasional ke arah Purwodadi, Yogyakarta, dan Solo.

Sesuai dengan namanya, Tol Semarang ABC memiliki tiga seksi, yakni seksi A, B, dan C. Tol ini merupakan salah satu ruas tol yang ramai dan padat karena mobilisasi kendaraannya tinggi.

Di momen-momen tertentu seperti saat Idulfitri dan Nataru, polisi biasanya menerapkan rekayasa lalu lintas di Tol Semarang ABC untuk mengurai kemacetan.

baca juga

  • Jalan Tol Jakarta – Tangerang (Janger)

Memiliki panjang 33 km, Tol Jakarta – Tangerang alias Tol Janger adalah bagian dari Jalan Tol Trans Jawa. Diresmikan pada tahun 1984, Tol Janger juga tercatat sebagai tol tertua ketiga di Indonesia.

Tol Janger merupakan ruas jalan tol yang menghubungkan beberapa ruas jalan bebas hambatan lainnya di wilayah Jakarta dan Banten, seperti ruas tol Tangerang – Merak, Jalan Tol Dalam Kota Jakarta, Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) 1 dan JORR 2.

Kawan GNFI, Tol Janger menjadi salah satu akses jalan utama bagi warga Banten, utamanya yang tinggal di Kota dan Kabupaten Tangerang. Tol ini juga merupakan salah satu tol paling padat di wilayah Jabodetabek yang sering mengalami kemacetan, bahkan di hari biasa.

Padatnya arus lalu lintas di tol ini terjadi akibat tingginya volume kendaraan, utamanya di jam berangkat dan pulang kerja. Sebagian orang mungkin menganggap jika melewati tol ini akan sangat menguras waktu dan energi karena lalu lintasnya selalu padat.

baca juga

  • Jalan Tol Surabaya – Gempol (Surgem)

Jalan Tol Surabaya – Gempol alias Tol Surgem adalah jalan tol tertua ketiga di jaringan Trans Jawa. Tol ini juga menjadi jalan tol tertua atau pertama di Jawa Timur.

Dengan panjang sekitar 47,39 km, Jalan Tol Surabaya – Gempol sudah beroperasi sejak 1986. Sesuai dengan namanya, jalan tol ini menghubungkan antara Kota Surabaya dengan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Untuk memudahkan konektivitas antarwilayah, Tol Surgem sudah terhubung dengan jaringan tol di Jawa Timur lainnya, seperti Tol Surabaya – Mojokerto (Sumo), Tol Waru – Juanda, Tol Gempol – Pandaan, dan Tol Gempol – Pasuruan.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.