3 jalan tol tertua di jawa timur ada yang sudah beroperasi sejak 1980 an - News | Good News From Indonesia 2026

3 Jalan Tol Tertua di Jawa Timur: Ada yang Sudah Beroperasi Sejak 1980-an

3 Jalan Tol Tertua di Jawa Timur: Ada yang Sudah Beroperasi Sejak 1980-an
images info

3 Jalan Tol Tertua di Jawa Timur: Ada yang Sudah Beroperasi Sejak 1980-an


Jalan tol merupakan salah satu infrasturktur vital penunjang mobilisasi masyarakat. Saat ini, Indonesia sudah memiliki beberapa jaringan jalan tol yang tersebar di beberapa pulau, mulai dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Pembangunan jalan tol di mulai di Jawa, di mana Jalan Tol Jagorawi adalah tol tertua di Indonesia. Kemudian, ada Jalan Tol Semarang ABC yang merupakan jalan tol tertua kedua yang juga masih aktif beroperasi hingga saat ini.

Pemerataan pembangunan ruas tol terus dilakukan secara bertahap, termasuk di wilayah Jawa Timur. Tol pertama yang dibangun di provinsi ini adalah Jalan Tol Surabaya-Gempol (Surgem) dan sudah ada sejak 1980-an.

Selain Jalan Tol Surgem, apa saja jalan tol tertua yang ada di Jawa Timur?

3 Jalan Tol Tertua di Jawa Timur

Melansir dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), berikut adalah tiga tol tertua di Jawa Timur:

1. Jalan Tol Surabaya-Gempol

Jalan Tol Surabaya Gempol adalah jalan tol tertua di Jawa Timur. Memiliki panjang sekitar 47,39 km, tol ini dikenal dengan nama Tol Surgem—merupakan akrononim dari Surabaya-Gempol.

Jalan Tol Surgem sudah beroperasi sejak 1986 dan menjadi salah satu tol tertua di Indonesia. Sesuai dengan namanya, jalan tol ini menghubungkan Kota Surabaya dengan Kecamatan Gempol di Kabupaten Pasuruan.

Tak hanya itu, untuk memudahkan koneksi antarwilayah, Jalan Tol Surgem juga sudah terhubung dengan jaringan jalan tol lain, seperti Jalan Surabaya-Mojokerto (Tol Sumo), Jalan Tol Waru-Juanda, Jalan Tol Gempol-Pandaan, dan Jalan Tol Gempol-Pasuruan.

Sebagai informasi, tahun 2006 silam, ada salah satu ruas Jalan Tol Surgem yang terdampak lumpur Lapindo. Saat itu, lumpurnya mengalir ke jalanan sehingga membahayakan pengendara. Akhirnya, demi keselamatan, ruas jalan tol ini pun ditinggikan.

Tol Surgem juga menjadi salah satu ruas tol paling sibuk di Indonesia, utamanya saat momen libur panjang.

baca juga

2. Jalan Tol Surabaya-Gresik

Jalan Tol Surabaya-Gresik menjadi jalan tol tertua kedua di wilayah Jawa Timur. Tol satu ini sudah dioperasikan sejak tahun 1993.

Memiliki total panjang 20,73 km, Tol Surabaya-Gresik menghubungkan dua poros penting ekonomi Jawa Timur, yakni Surabaya dan Gresik. Bersama dengan Jalan Tol Surgem, tol ini juga merupakan salah satu dari 10 ruas tol pertama yang beroperasi di Indonesia.

Uniknya, melansir dari PT Margabumi Matraraya selaku operator, lintasan jalan tol yang ada di wilayah Surabaya sebenarnya adalah rawa-rawa dan tambak garam. Sementara itu, di wilayah Gresik, kondisi tanahnya kembang susut, sehingga memerlukan subtitusi tanah asal dengan sirtu. Hal ini membuat proses pembangunannya memakan biaya yang cukup tinggi.

Berkat Tol Surabaya-Gresik, Surabaya dan Gresik dapat dijangkau dengan waktu tempuh selama 35 menit saja. Jalan tol ini memberikan dampak positif pada kegiatan perekonomian masyarakat karena konektivitas antardaerah semakin mudah.

3. Jalan Tol Waru-Juanda

Jalan tol tertua di Jawa Timur selanjutnya adalah Jalan Tol Simpang Susun (SS) Waru-Bandara Juanda. Beroperasi sejak 2008, ruas tol ini memiliki total panjang sekitar 12,80 km.

Menyadur dari PT Citra Margatama Surabaya (CMS)—Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan operator Tol Waru-Juanda, Tol Waru-Juanda melintasi Surabaya dan Sidoarjo dengan gerbang tol yang tersebar di enam titik, yakni Menanggal, Berbek 1, Berbek 2, Tambaksumur 1, Tambaksumur 2, dan Juanda.

Jalan Tol Waru-Juanda juga terintegrasi dengan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), Jalan Tol Surabaya-Gempol (Surgem), kawasan industri SIER dan arteri Middle Eastern Ring Road (MERR).

Ada yang pernah atau bahkan sering lewat tiga tol di atas?

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.