Mahasiswa Universitas Sebelas Maret menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui program Global Volunteer AIESEC in UNS di Vietnam.
Kegiatan ini memiliki dua fokus utama yang saling melengkapi, yakni pengajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini yang mendukung SDG 4 "Quality Education", serta pemberdayaan komunitas lokal di sektor perkebunan kopi di Ông Giáo Cà Phê, Đắk Lắk, yang mendukung SDG 8 "Decent Work and Economic Growth".
Dalam aspek pendidikan, Hanifa Nuraini Azizah memperoleh kepercayaan untuk melaksanakan kegiatan pengajaran kepada anak dengan rentang usia 3—6 tahun yang bertempat di Happy Valley Academy, Hanoi.
Aktivitas pembelajaran tersebut dilaksanakan secara mandiri tanpa pendamping penerjemah, sehingga menghadirkan tantangan tersendiri mengingat adanya perbedaan bahasa yang signifikan.
Anak-anak belum menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari, sementara Hanifa juga tidak memiliki latar belakang bahasa Vietnam.
Kondisi tersebut mendorong Hanifa untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang adaptif dan komunikatif agar materi tetap dapat dipahami dengan baik.
Metode pembelajaran yang diterapkan bersifat interaktif dan kontekstual, disesuaikan dengan tahap perkembangan anak usia dini. Materi mencakup kosakata dasar bahasa Inggris seperti warna, buah, sayur, hingga tahapan pertumbuhan tanaman seperti seed, sprout, seedling, dan plant.
Selain pendekatan indoor learning, kegiatan pengajaran turut dilakukan melalui pendekatan outdoor learning, seperti praktik menanam tanaman, permainan edukatif, serta aktivitas kreatif yang membangun kepercayaan diri dan keberanian anak untuk berkomunikasi.
Pendekatan outdoor learning menekankan bahwa pendidikan berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kesamaan bahasa, tetapi juga oleh kreativitas, empati, dan kemampuan komunikasi nonverbal.
Interaksi dibangun melalui gestur, ekspresi, media visual, serta pendekatan emosional yang hangat dan suportif, menciptakan lingkungan belajar inklusif dan menyenangkan.
Sementara itu, Nurul Yantika berkontribusi di sektor ekonomi lokal dengan terlibat langsung di Cà Phê Ông Giáo, salah satu penggerak ekonomi masyarakat di Dak Lak. Kegiatan tersebut mencakup proses penanaman, perawatan, hingga pengolahan kopi pascapanen, sekaligus edukasi terkait strategi digital marketing bagi pengelola kebun kopi.
Pendekatan ini membantu pelaku usaha lokal memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing produk, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sesuai dengan tujuan SDG 8 "Decent Work and Economic Growth".
Program tersebut juga menekankan konsep sustainable agriculture untuk menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kelestarian lingkungan. Dengan praktik ramah lingkungan, kegiatan pertanian diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan serta tidak merusak ekosistem sekitar, terutama di tengah tantangan perubahan iklim global.
Selama program berlangsung, kedua mahasiswa ini aktif berinteraksi dengan masyarakat lokal, sehingga tercipta proses cross-cultural understanding. Selain mempelajari budaya dan nilai kehidupan masyarakat Vietnam, mereka juga tak lupa untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada komunitas setempat. Hal ini memperkuat peran mahasiswa sebagai duta budaya sekaligus agen perubahan global.
Menurut Hanifa Nuraini Azizah, pengalaman mengajar ini memberikan banyak pembelajaran berharga. “Program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman saya dalam bidang pendidikan, tetapi juga mengajarkan pentingnya kolaborasi lintas budaya untuk dampak yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara Nurul Yantika menambahkan bahwa keterlibatan langsung di lapangan memberikan perspektif baru mengenai tantangan yang dihadapi pelaku usaha kecil di negara berkembang.
Partisipasi mahasiswa ini sejalan dengan komitmen Universitas Sebelas Maret dalam mendukung agenda global SDGs dan mendorong mahasiswa untuk aktif berkontribusi di tingkat internasional.
Program Global Volunteer tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat penerima, tetapi juga menjadi sarana pengembangan karakter, kepemimpinan, dan profesionalisme mahasiswa.
Melalui kontribusi nyata di Vietnam, mahasiswa Universitas Sebelas Maret membuktikan bahwa langkah sederhana yang konsisten dapat menciptakan dampak besar. Pengalaman ini menjadi refleksi bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam pembangunan berkelanjutan serta mampu menghadirkan perubahan positif di tingkat global.
Penulis: Nurul Yantika dan Hanifa Nuraini Azizah
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


