Di halaman rumahnya, Teodora Audi Ayudia Ferelly Essant mengasah diri untuk menjadi atlet para panahan. Nantinya, tempat itu juga diharapkan bisa melahirkan atlet-atlet membanggakan lainnya dari kalangan penyandang disabilitas.
Terbaru, Audi meraih medali emas di ASEAN Para Games 2025 yang digelar di Thailand pada Januari 2026 lalu. Pencapaian tersebut merupakan buah dari kesungguhannya berlatih di halaman rumahnya sendiri.
Ya, Audi memang menjadikan halaman rumahnya sebagai tempat latihan. Perempuan berusia 26 tahun asal Daerah Istimewa Yogyakarta itu memang juga berlatih di tempat lain seperti Lapangan Panahan PW Generation, Menayu Kulon, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, namun halaman rumahnya tetap punya bagian tersendiri dari cerita perjuangannya menuju sukses.
Oleh orang tua Audi, halaman rumahnya di Yogyakarta disulap menjadi lapangan latihan. Tidak perlu membayangkan lapangan tersebut punya berbagai fasilitas mewah yang sesuai dengan standar tempat latihan atlet internasional. Tempatnya sederhana saja, bahkan tempat Audi beristirahat hanyalah sebuah gubuk.
Meski sederhana, di situlah Audi menempa diri. Awal mula partisipasi Audi dalam para panahan sendiri bermula dari insiden yang dialaminya pada 2017 lalu. Saat itu, ia bersama keluarganya baru pulang berlibur dari Bali dan mengalami kecelakaan mobil.
Akibat kecelakaan tersebut, Audi mengalami lumpuh dari pinggang ke bawah. Saat menjalani perawatan, ia dikenalkan kepada olahraga panahan hingga akhirnya mulai mencoba belajar memanah.
Hati Audi ternyata tertambat di panahan. Ia terus tekun berlatih hingga dipercaya mewakili D.I. Yogyakarta di beberapa turnamen. Seiring waktu, levelnya pun naik ke kancah internasional.
Sebelum berjaya di ASEAN Para Games 2025, Audi lebih dulu meraih penghargaan bergengsi di ajang internasional lain. Di antaranya adalah medali emas dan perak di Asian Para Archery Championships & CQT 2024 World Archery Asia (WAAs) yang diadakan di Bangkok, Thailand, pada November 2023. Saat itu ia berduet dengan Ken Swagumilang.
Kemudian pada Juli 2025, Audi berlaga di level Asia lewat Asian Para Archery Championship 2025 yang digelar di Beijing, Tiongkok. Hasilnya, medali perunggu berhasil didapat.
Kini setelah sukses di ASEAN Para Games 2025, Audi punya keinginan untuk memperbaiki lapangan latihan di halaman rumahnya. Rencana ini bukan hanya untuknya, tetapi juga bagi atlet-atlet para panahan lainnya agar bisa ikut membanggakan Indonesia.
Bonus dari Pemerintah, Modal Audi Ayudia untuk Merenovasi Lapangannya
Berkat pencapaiannya di ASEAN Para Games 2025, Audi menerima bonus dari Pemerintah Indonesia. Sebagaimana diketahui, bonus tersebut terdiri dari Rp1 miliar untuk peraih medali emas nomor perorangan, Rp800 juta untuk peraih medali emas nomor ganda, dan Rp500 juta untuk peraih medali emas nomor beregu.
Bagi Audi, bonus itu lebih dari sekadar penghargaan, melainkan titik balik penting dalam perjalanan kariernya. Ia pun tidak ingin menggunakannya untuk hal konsumtif. Sebaliknya, ia ingin memanfaatkannya untuk mendatangkan manfaat jangka panjang, yaitu merenovasi lapangan latihan di rumahnya.
Rencananya, lapangan latihan itu akan direnovasi agar memiliki gudang penyimpanan, tempat istirahat yang nyaman, hingga peralatan latihan yang lebih modern. Bukan hanya untuk Audi sendiri, lapangan itu diproyeksikan agar bisa digunakan oleh atlet lain.
“Kalau sudah jadi, semoga bisa membantu teman-teman atlet yang juga ingin latihan,” ungkap Audi.
Tak lupa, Audi memberikan penghargaan untuk sosok yang berjasa menyediakan lapangan latihan di rumah, yakni orang tuanya.
“Bonus juga akan diberikan untuk mama papa,” tutur Audi.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


