Peluang kerja bagi warga negara Indonesia (WNI) di Jepang semakin terbuka lebar. Krisis tenaga kerja akibat penurunan populasi menyebabkan negara ini banyak merekrut tenaga kerja asing untuk bekerja di berbagai sektor untuk mengisi kurangnya tenaga kerja, termasuk dengan merekrut tenaga kerja asal Indonesia.
Di sisi lain, semakin banyak pula generasi muda Jepang yang enggan bekerja di sektor kasar atau fisik, seperti konstruksi, pertanian, pabrik, dan sebagainya. Akibatnya, krisis tenaga kerja pun semakin meluas.
Untuk mengisi kekurangan tenaga kerja produktif itu, pemerintah Jepang membuka program Specified Skilled Worker (SSW) untuk mendatangkan tenaga kerja asing secara legal. Ada berbagai sektor yang dibuka, salah satunya di bidang transportasi otomotif.
Salah satu WNI yang mengambil kesempatan untuk bekerja di Jepang adalah Mahatmi Rismartanti, gadis manis asal Kota Malang, Jawa Timur, yang menjadi sopir bus di Jepang. Menariknya, Mahatmi juga menjadi sopir bus wanita berkebangsaan asing pertama di Jepang.
Gadis Malang yang Jadi Sopir Bus Wanita Asing Pertama di Jepang
Melansir dari japanview.tv, Mahatmi menjalani pelatihan di kantor Nijigaoka milik Tokyu Bus Co.,Ltd, di Kota Kawasaki, Prefektur Kanagawa. Ia menjadi wanita berkewarganegaraan asing pertama di Jepang yang menjadi sopir bus dengan status visa Tokutei Ginou atau Visa Bekerja Berketerampilan Khusus.
Perusahaan tempat Mahatmi bekerja sudah mulai merekrut sopir asing sejak Maret 2024. Di bulan Oktober 2024, Mahatmi lulus ujian seleksi di Indonesia dan mulai bekerja di perusahaan Jepang di bulan September 2025. Ia tak sendiri, ada beberapa orang lainnya yang juga bekerja sebagai sopir di bawah visa Tokutei Ginou.
Mahatmi menyukai budaya Jepang. Saat berkuliah, ia mengambil jurusan Sastra Jepang di salah satu kampus negeri di Kota Malang. Bahkan, disebutkan bahwa skripsinya pun mengambil tema dari salah satu anime beken, Kimi no Na wa.
Mahatmi mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Indonesia. Ia juga lulus ujian SSW No. 1 dan ujian bahasa Jepang (JLPT) N3.
Ia kemudian datang ke Jepang untuk mendapatkan SIM Kendaraan Tipe 2. Mahatmi diwajibkan mengonversi SIM-nya menjadi SIM luar negeri. Lalu, ia menjalani pelatihan internal selama 4-5 bulan setelah resmi mendapatkan SIM kendaraan besar tipe 2 tadi.
Mahatmi menjadi satu dari 60 sopir wanita yang terdaftar di Tokyu Bus. Jumlah ini hanya sekitar 3 persen dari total keseluruhan.
Menariknya, sampai Maret 2025, hanya ada sopir pria di kantornya. Namun, saat ini sudah ada Mahatmi dan beberapa rekannya. Mahatmi menjadi wanita asing pertama yang menjadi sopir bus di Jepang.
Kehadiran Mahatmi menjadi “angin segar” bagi warga Indonesia atau masyarakat luar Jepang lainnya yang ingin mencoba berkarier dengan SSW. Peluang wanita untuk bekerja di sektor transportasi Jepang juga terbilang baru dan unik, karena umumnya banyak diisi oleh laki-laki.
SSW dan Kesempatan Bekerja di Jepang
Kawan GNFI, Jepang membuka banyak sekali jenis pekerjaan di berbagai bidang industri di bawah status Pekerja Berketerampilan Spesifik. Melansir dari situs resmi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, berikut adalag daftar sektor industri yang menerima pekerja asing:
- Pembuatan produk industri (pabrik)
- Industri konstruksi
- Industri pembuatan kapal dan mesin kapal
- Perbaikan dan perawatan mobil
- Industri penerbangan
- Industri perhotelan
- Bisnis transporasi mobil (pengemudi truk, taksi, dan bus)
- Kereta api
- Pertanian
- Perikanan dan budi daya perairan
- Produksi makanan dan minuman
- Industri layanan makanan
- Kehutanan
- Industri kayu
- Keperawatan
- Pengelola pembersihan gedung
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


