terowongan ijo kebumen terowongan legendaris yang pernah dipakai syuting film - News | Good News From Indonesia 2026

Terowongan Ijo Kebumen: Terowongan Legendaris yang Pernah Dipakai Syuting Film

Terowongan Ijo Kebumen: Terowongan Legendaris yang Pernah Dipakai Syuting Film
images info

Terowongan Ijo Kebumen: Terowongan Legendaris yang Pernah Dipakai Syuting Film


Terowongan Ijo adalah sebuah terowongan kereta api di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Terowongan ini membentang sepanjang 581 meter dengan diameter sembilan meter.

Terletak di Desa Bumiagung, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, Terowongan Ijo memiliki dua jalur (ganda), dengan jenis slabtrack di mana jalur relnya diikat dengan bantalan beton yang ditanam dalam ladasar beton cor tanpa ada kricak sama sekali.

Kawan GNFI, Terowongan Ijo sebenarnya ada dua, yaitu versi lama dan baru. Terowongan Ijo lama sudah tidak dioperasikan. Sementara itu, mobilisasi kereta api dialihkan sepenuhnya melewati Terowongan Ijo baru.

Selain itu, ada yang unik dari Terowongan Ijo ini. Pada tahun 1980-an dan 1990-an, Terowongan Ijo lama pernah dipakai untuk syuting film. Film apa yang menggunakan terowongan ini sebagai lokasi syutingnya?

Terowongan Ijo Baru dan Lama

Kawan, perlu diketahui jika Terowongan Ijo yang digunakan saat ini adalah “versi” baru. Terowongan Ijo lama sebetulnya masih ada dan berdiri kokoh di sampingnya. Hanya saja terowongan itu sudah tidak digunakan lagi.

Terowongan Ijo lama dibangun di era kolonial oleh Staatspoorwegen. Pembangunannya dimulai pada 23 Mei 1885 dan mulai dibuka untuk umum pada 20 Juli 1887. Hanya ada satu jalur saja yang ada di terowongan lama.

Terowongan Ijo lama purna tugas setelah beroperasi selama 130 tahun. Bagian mulut terowongannya ditutup oleh pagar besi tinggi.

Sebagai gantinya, pemerintah Indonesia pun membangun Terowongan Ijo baru yang berdiri di sebelah utara terowongan lama. Terowongan Ijo baru dibangun oleh anak bangsa dan mulai beroperasi pada 5 Mei 2020.

Berbeda dengan terowongan versi lama, Terowongan Ijo baru sengaja dibangun dengan jalur ganda. Terowongan Ijo sejak dahulu memang dikenal sebagai salah satu lintas yang padat dengan perjalanan kereta api, sehingga dibuatlah terowongan baru dengan dua jalur rel sekaligus.

baca juga

Pernah Dipakai Syuting Film

Terowongan Ijo pernah dijadikan sebagai salah satu set lokasi syuting film lokal. Bukan hanya satu, tapi dua film sekaligus, yakni Kereta Api Terakhir dan Daun di Atas Bantal.

Kereta Api Terakhir merupakan film Garapan Mochtar Soemodimedjo. Film ini dipublikasikan di tahun 1981 dan dibintangi oleh Deddy Sutomo dan Gito Rollies.

Film ini sebenarnya juga merupakan adaptasi dari sebuah novel berjudul serupa karya Pandir Kelana. Kawan GNFI, film jadul ini berdurasi sekitar 170 menit dan diproduksi oleh Pusat Produksi Film Negara.

Kereta Api Terakhir berlatar belakang tentang gagalnya Perjajian Linggarjati. Salah satu adegan membahas tentang Markas Besar tentara di Yogyakarta yang memutuskan untuk menarik semua kereta api yang ada ke Yogyakarta.

Perjalanan kereta pertama sampai kereta terakhir ini menjadi klimaks dari cerita. Nah, Terowongan Ijo menjadi salah satu jalur yang dilewati oleh kereta itu di dalam film-nya.

Sementara itu, Daun di Atas Bantal adalah film Indonesia yang mengudara di tahun 1998. Film Garapan Garin Nugroho ini mengisahkan kehidupan tiga anak jalanan yang hidup dalam belenggu kemiskinan.

Dalam film itu, Terowongan Ijo masuk menjadi salah satu lokasi pengambilan gambar. Film yang dibintangi aktris kawakan Christine Hakim ini sangat beken di zamannya.

baca juga

Film ini pernah dikirim untuk mewakili Indonesia di Academy Award. Selain itu, Daun di Atas Bantal juga pernah ditayangkan di sesi Un Certain Regard di Festival Film Cannes 1998.

Tidak ketinggalan, rentetan penghargaan bergengsi pun pernah digondol oleh film ini, salah satunya di Asia Pacific Film Festival. Saat itu, film ini berhasil menjadi Best Film. Top!

Kawan GNFI, ada hal menarik lain soal Terowongan Ijo. Melalui situs resmi Pemerintah Kabupaten Kebumen, saat memperingati HUT ke-78 RI, tepatnya di tahun 2023 lalu, masyarakat membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter di Terowongan Ijo.

Sekitar 500 orang relawan terlibat dalam agenda ini. Bahkan, Bupati dan Wakil Bupati Kebumen saat itu, Arif Sugiyanto dan Ristawari Purwaningsih, ikut hadir dan menyaksikan pembentangan bendera tersebut.

Pembentangan bendera tersebut bertujuan untuk membangkitkan jiwa nasionalisme dan patriotisme, sekaligus mengenalkan serta memelihara nilai sejarah di Terowongan Ijo. Terowongan yang juga menjadi salah satu terowongan aktif terpanjang di Indonesia ini dianggap sebagai salah satu ikon di Kecamatan Rowokele, Kebumen.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.