melihat pengaruh musik gamelan indonesia di australia pada era 1970 an - News | Good News From Indonesia 2026

Melihat Pengaruh Musik Gamelan Indonesia di Australia pada Era 1970-an

Melihat Pengaruh Musik Gamelan Indonesia di Australia pada Era 1970-an
images info

Melihat Pengaruh Musik Gamelan Indonesia di Australia pada Era 1970-an


Kunjungan Frans Harjadi, Dekan Akademi Musik Pusat Kesenian Jakarta ke Australia pada 1971 memberikan fakta menarik terkait perkembangan musik gamelan di sana pada waktu itu. Dari kunjungannya ini, Frans Harjadi menyebutkan bahwa musik gamelan memiliki pengaruh besar di Australia pada periode tersebut.

Tidak hanya itu, musik gamelan dari Indonesia juga memberikan pengaruh besar, bahkan pada musik barat kontemporer. Sejalan dengan hal itu, banyak juga masyarakat Australia yang mulai menggemari dan mempelajari musik gamelan di tempat mereka masing-masing.

Pengaruh apa saja yang diberikan oleh musik gamelan di Australia berdasarkan kunjungan yang dilakukan oleh Frans Harjadi pada 1971 silam? Berikut ulasan lengkap terkait hal ini.

baca juga

Kunjungan Frans Harjadi ke Australia pada 1971

Dikutip dari artikel "Musik Indonesia Punja Pengaruh di Australia" yang terbit dalam surat kabar Indonesia Raya edisi 24 Oktober 1971, Frans Harjadi memulai kunjungannya ke Australia pada 1 Oktober 1071. Kunjungannya ke negara yang identik dengan hewan kanguru tersebut terjadi atas undangan dari Musica Viva Society dan Pemerintah Australia secara langsung.

Berbagai kegiatan dilakukan oleh Frans Harjadi dalam kunjungannya tersebut. Misalnya, Frans turut memberikan seminar terkait pengaruh musik Indonesia pada helatan festival yang digelar oleh Musica Viva Society.

Selain itu, Frans Harjadi juga turut mengunjungi beberapa konservatorium serta universitas yang ada di Australia, mulai dari Melbourne, Adelaide, hingga Sydney. Di sana Frans Harjadi juga turut memberikan seminar terkait musik Indonesia di hadapan para audiens yang hadir saat kedatangannya tersebut.

Dalam kunjungannya ini, Frans Harjadi diketahui juga sempat menemui salah satu komponis kenamaan asal Australia, yakni Peter Sculthorpe. Bahkan Frans Harjadi sempat mengajak Peter Sculthorpe untuk bermain alat musik gamelan bersama dirinya.

baca juga

Gamelan Diminati Banyak Orang

Salah satu seminar yang disampaikan Frans Harjadi dalam kunjungannya ke Australia ini adalah "The Twain Do Meet." Dalam seminarnya ini, Frans Harjadi memaparkan terkait musik gamelan Indonesia serta pengaruhnya terhadap dunia.

Frans Harjadi menjelaskan jika musik gamelan ternyata cukup memengaruhi perkembangan musik barat kontemporer. Pengaruh ini juga berlaku sebaliknya, sehingga memberikan dampak positif untuk kedua sisinya.

Salah satu contoh dari pengaruh musik gamelan ini adalah hadirnya grup musik yang bernama Percussion of Strasbourg yang turut meramaikan helatan festival yang diadakan oleh Musica Viva Society. Grup perkusi ini menggunakan salah satu alat musik gamelan, yakni gong dalam setiap penampilannya.

Selain itu, grup ini juga menggunakan alat musik tradisional dari beberapa negara lainnya yang ada di Asia Tenggara. Uniknya, beragamnya alat musik yang digunakan oleh grup tersebut justru menciptakan harmoni yang menarik.

Penggunaan alat musik ini menjadi bentuk pengaruh yang diberikan oleh gamelan pada musik barat. Begitupun sebaliknya, musik barat juga bisa memberikan pengaruh yang signifikan dalam perkembangan dunia musik kontemporer Indonesia.

Dalam seminarnya, Frans Harjadi juga menyampaikan rasa senang karena musik gamelan dan kebudayaan Indonesia umumnya yang mulai banyak digemari oleh masyarakat Australia pada waktu itu. Bahkan Frans Harjadi menemui para akademisi Australia yang menjadi ahli di bidang musik Indonesia, seperti Dr. Margaret Kartomi di Monash University, Melbourne.

Selain memberikan seminar, Frans Harjadi juga turut mendemonstrasikan permainan gamelan di hadapan para audiens yang hadir. Frans Harjadi menampilkan kemampuan bermain musiknya dengan menggunakan alat gamelan milik Kedutaan Besar Indonesia yang ada di Canberra pada waktu itu.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.