aiesec in unej hadirkan volunteer portugal untuk memperkuat kemampuan bahasa inggris siswa di jember - News | Good News From Indonesia 2026

AIESEC in UNEJ Hadirkan Volunteer Portugal untuk Perkuat Kemampuan Bahasa Inggris Siswa di Jember

AIESEC in UNEJ Hadirkan Volunteer Portugal untuk Perkuat Kemampuan Bahasa Inggris Siswa di Jember
images info

AIESEC in UNEJ Hadirkan Volunteer Portugal untuk Perkuat Kemampuan Bahasa Inggris Siswa di Jember


AIESEC in UNEJ sukses menyelenggarakan program Local Volunteer yang berlangsung pada 18 Januari hingga Februari 2026 di Jember. Program ini secara resmi dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian Global Classroom iGV 25.26.

Sebagai informasi, misi tersebut merupakan bagian dari inisiatif Incoming Global Volunteer (IGV), yang menghadirkan kolaborasi antara mahasiswa internasional dan pemuda lokal dalam kegiatan sukarelawan berbasis pendidikan.

Program dilaksanakan di MA Unggulan Nuris Jember dan menjangkau lebih dari 300 siswa tingkat SMA. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kemampuan Bahasa Inggris siswa sebagai upaya mendukung kualitas pendidikan di tingkat lokal.

baca juga

Selama satu bulan pelaksanaan, dua volunteer yang berasal dari Portugal dan Indonesia terlibat langsung dalam kegiatan pengajaran Bahasa Inggris melalui pendekatan interactive learning.

Metode pembelajaran yang digunakan mengombinasikan presentasi materi, permainan edukatif, serta diskusi interaktif guna menciptakan suasana pembelajaran yang partisipatif dan kontekstual.

Pendekatan tersebut dirancang untuk meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif sekaligus membangun kepercayaan diri mereka dalam menggunakan Bahasa Inggris di lingkungan kelas.

Melalui keterlibatan volunteer internasional, program ini memberikan pengalaman belajar lintas budaya bagi siswa, sekaligus memperkenalkan perspektif global dalam proses pembelajaran di kelas.

Selain meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, siswa juga memperoleh pemahaman mengenai keberagaman budaya secara langsung melalui interaksi dengan volunteer asing.

Interaksi ini membuka ruang dialog mengenai kebiasaan, sistem pendidikan, serta kehidupan sosial di negara asal volunteer.

Bagi pihak sekolah, program tersebut menghadirkan alternatif metode pembelajaran yang inovatif serta meningkatkan eksposur internasional di lingkungan pendidikan.

baca juga

Sekolah juga memperoleh variasi konten pembelajaran sebagai output program yang dapat dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar selanjutnya.

Sementara itu, bagi volunteer, ini menjadi ruang pembelajaran dua arah yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan kemampuan mengajar sekaligus memahami dinamika sosial dan budaya lokal di Indonesia.

Sejalan dengan hal tersebut, salah satu Organizing Committee (OC) Global Classroom iGV 25.26, Ilma Dias Kurniasari, turut membagikan refleksinya selama menjalankan program ini.

“Melalui pengalaman ini, saya melihat secara langsung bagaimana EPs dan LVs berbagi pengetahuan, budaya, dan perspektif kepada siswa, sekaligus belajar banyak tentang cara berkomunikasi dan membangun koneksi dengan latar belakang yang beragam. Bagi saya, Global Classroom bukan sekadar program, tetapi ruang untuk saling belajar, bertumbuh, dan menciptakan pengalaman yang bermakna bersama,” ujarnya.

Pengalaman tersebut mencerminkan bagaimana aktivitas ini tidak hanya memberikan dampak bagi penerima manfaat. Namun, juga bagi para penyelenggara yang terlibat secara langsung dalam proses pelaksanaannya.

Keterlibatan aktif antara volunteer, panitia, dan siswa menjadi kunci terciptanya lingkungan pembelajaran yang kolaboratif dan bermakna.

Organizing Committee President Global Classroom iGV 25.26, Ifti Fahriza, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memperluas wawasan generasi muda melalui pengalaman pembelajaran global.

“Melalui Global Classroom, harapannya siswa tidak hanya memperoleh materi pembelajaran di kelas, tetapi juga memiliki keberanian untuk mencoba hal baru dan mengenal dunia yang lebih luas melalui interaksi dengan volunteer internasional. Program ini diharapkan menjadi pengalaman bermakna bagi siswa maupun volunteer, di mana keduanya dapat saling belajar, bertukar budaya, dan memberikan dampak positif,” ujarnya.

baca juga

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa lokal dan internasional menjadi salah satu nilai utama dalam pelaksanaan program ini, karena menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan berorientasi global.

Ke depan, AIESEC in UNEJ berkomitmen untuk terus menghadirkan program berbasis pengembangan pemuda yang berdampak berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas negara dalam membangun generasi muda yang adaptif dan berdaya saing global.

Program Local Volunteer diharapkan dapat terus menjadi wadah kontribusi pemuda usia 18–24 tahun dalam kegiatan sosial terstruktur yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

 

 

 

Penulis: Amirul Haziq

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.