pulau marsegu di maluku tidak dihuni manusia tapi jadi habitat ribuan kelelawar - News | Good News From Indonesia 2026

Pulau Marsegu di Maluku: Tidak Dihuni Manusia, tapi Jadi Habitat Ribuan Kelelawar

Pulau Marsegu di Maluku: Tidak Dihuni Manusia, tapi Jadi Habitat Ribuan Kelelawar
images info

Pulau Marsegu di Maluku: Tidak Dihuni Manusia, tapi Jadi Habitat Ribuan Kelelawar


Puau Marsegu adalah sebuah pulau tidak berpenghuni di Maluku. Alih-alih manusia, pulau ini dihuni oleh ribuan kelelawar.

Konon, nama “Marsegu” berasal dari penyebutan masyarakat di sekitar pulau yang berarti kelelawar. Populasi kelelawar yang sangat banyak membuat pulau ini disebut dengan Pulau Marsegu.

Kelelawar akan keluar dari sarang mereka di waktu senja. Di waktu ini, pengujung akan melihat banyak sekali kelelawar yang berterbangan. Tak ayal, fenomena unik membuat langit sekitar Pulau Marsegu dipenuhi hewan nokturnal tersebut.

Pulau Tak Berpenghuni yang Dilindungi

Bukan cuma kelelawar, Pulau Marsegu sebenarnya memiliki kehidupan liar yang cukup beragam mengingat pulau ini tidak dihuni oleh manusia. Berbagai macam flora dan fauna cantik bisa dijumpai.

Pulau ini terdiri dari hutan-hutan tropis yang lebat. Disadur dari Indonesia Kaya, Pulau Marsegu juga menjadi habitat terumbu karang yang ciamik.

Masuk ke dalam hutan, ada berbagai jenis burung dengan bulu warna-warni, termasuk burung khas Indonesia timur, Cenderawasih. Ada pula burung kakatua yang menjadi penghuni pulau ini.

Yang membuatnya semakin menarik, Pulau Marsegu sejatinya merupakan kawasan hutan lindung. Penetapan pulau tak berpenghuni ini diatur dalam Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 10327/Kpts-II/2002, tanggal 30 Desember 2002.

baca juga

Wilayah lautnya memiliki luas sekitar 240,20 hektare dan ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam Laut seluas 10 ribu hektare. Penetapan ini juga sudah tertuang dalam SK Menhutbun No. 114/Kpts-II/1999, tanggal 05 Maret 1999.

Dalam sebuah unggahan di akun Instagram Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku, pulau ini memiliki berbagai papan imbauan dan larangan yang tersebar d beberapa titik. Hal ini bertujuan sebagai pengawasan terjadap aktivitas di sekitar wilayah konserrvasi.

BKSDA mengatur sedemikian rupa agar aktivitas transportasi yang tengah berkembang di sekitarnya tidak mengganggu fungsi ekologis kawasan. Kawasan ini memang cukup rentan, sehingga harus betul-betul dijaga dengan baik.

Di sini, tidak ada sungai. Meskipun demikian, ada dua buah sumur yang dibangun masyarakat sebagai sumber air tawar.

Pulau Cantik dengan Biodiversitas Unik

Selain menjadi habitat bagi kelelawar dan fauna lainnya, Pulau Marsegu juga memiliki kawasan mangrove. Merangkum dari berbagai sumber, mangrove umumnya tumbuh di muara sungai, tempat air tawar yang bercampur dengan air laut. Namun, kawasan mangrove di Marsegu justru memiliki kadar air garam yang setara dengan air laut.

Mangrove di pulau ini tumbuh di kondisi air laut asin. Hal ini unik karena mengindikasikan bahwa tumbuhan tersebut bisa tumbuh dan beradaptasi dalam kondisi yang unik.

Tumbuhan ini menjadi benteng alami bagi Pulau Marsegu. Mangrove berperan penting untuk melindungi pulau kelelawar ini dari abrasi dan gelombang.

Selain itu, mangrove juga menyimpan karbon dalam jumlah besar yang sangat penting bagi kelangsungan hidup ekosistem. Kerusakan sedikit di Pulau Marsegu tentu akan berdampak besar bagi lingkungan di sekitarnya.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.