buah nyamplung calophyllum inophyllum kini diteliti sebagai alternatif sumber energi menjanjikan - News | Good News From Indonesia 2026

Buah Nyamplung (Calophyllum inophyllum) Kini Diteliti sebagai Alternatif Sumber Energi Menjanjikan

Buah Nyamplung (Calophyllum inophyllum) Kini Diteliti sebagai Alternatif Sumber Energi Menjanjikan
images info

Buah Nyamplung (Calophyllum inophyllum) Kini Diteliti sebagai Alternatif Sumber Energi Menjanjikan


Nyamplung (Calophyllum inophyllum) selama ini dikenal sebagai tanaman yang tumbuh di kawasan pesisir dan berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi. Namun, di balik perannya sebagai tanaman penghijauan, nyamplung kini menarik perhatian sebagai sumber energi terbarukan yang menjanjikan. Melalui riset yang dilakukan oleh Budi Leksono dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, tanaman ini terbukti memiliki potensi besar untuk diolah menjadi biodiesel.

Temuan tersebut dipresentasikan dalam Indonesia Research and Innovation Expo 2025 di JIExpo Kemayoran. Dalam pameran itu, Budi menunjukkan bahwa biji nyamplung dari berbagai daerah di Indonesia menghasilkan kadar minyak yang berbeda. “Dari hasil uji, rendemen crude oil tertinggi berasal dari Dompu, NTB, sebesar 58 %, sementara di Jawa tertinggi dari Gunung Kidul, mencapai 50 persen,” ungkapnya. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, terutama iklim kering yang cenderung meningkatkan kandungan minyak dalam biji.

Biji Kecil dengan Kandungan Energi Tinggi

Nyamplung memiliki buah berbentuk bulat kecil dengan diameter sekitar 2 sentimeter. Di dalamnya terdapat biji yang menjadi sumber utama minyak nabati. Kandungan minyak dalam biji nyamplung tergolong tinggi, mencapai lebih dari 70 persen, menjadikannya sangat potensial sebagai bahan baku biodiesel.

Minyak nyamplung memiliki komposisi asam lemak yang mirip dengan minyak nabati lain yang telah lebih dulu digunakan sebagai bahan bakar, seperti minyak sawit dan jarak pagar. Kandungan utamanya meliputi asam oleat, asam linoleat, dan asam stearat. Dengan karakteristik tersebut, minyak nyamplung dapat diolah melalui proses kimia menjadi biodiesel yang dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar fosil.

Proses pengolahannya dimulai dari pengeringan biji, pemecahan cangkang, hingga ekstraksi minyak. Setelah itu, minyak mentah dimurnikan dan melalui tahapan esterifikasi serta transesterifikasi untuk menghasilkan biodiesel. Teknologi ini memungkinkan pemanfaatan sumber daya lokal menjadi energi yang lebih ramah lingkungan.

Tidak Ada yang Terbuang

Salah satu keunggulan pengembangan nyamplung adalah penerapan konsep tanpa limbah. Tidak hanya bijinya yang dimanfaatkan, tetapi juga limbah hasil pengolahan diolah kembali menjadi produk lain yang bernilai ekonomi. Dari satu proses produksi biodiesel, dapat dihasilkan sabun alami berbahan gliserol, biochar, asap cair untuk pengawet, hingga bungkil yang dapat digunakan sebagai pakan ternak.

Pendekatan ini membuat nyamplung menjadi komoditas yang efisien dan berkelanjutan. Bahkan, beberapa inovasi turunannya telah mendapatkan paten nasional, termasuk produk kosmetik alami yang memanfaatkan kandungan senyawa aktif dalam nyamplung sebagai pelembap dan antiaging.

Menuju Bahan Bakar Pesawat

Pengembangan nyamplung tidak berhenti pada biodiesel. Riset lanjutan juga diarahkan untuk menghasilkan bioavtur, yaitu bahan bakar pesawat berbasis sumber non-pangan. Upaya ini dilakukan agar bahan bakar yang dihasilkan dapat memenuhi standar International Civil Aviation Organization. Kolaborasi dengan mitra internasional menjadi bagian penting dalam mempercepat pengembangan teknologi ini.

Jika berhasil dikembangkan secara luas, nyamplung berpotensi menjadi salah satu solusi dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, termasuk di sektor penerbangan yang selama ini sulit dialihkan ke energi alternatif.

baca juga

Manfaat Lingkungan dan Tantangan ke Depan

Selain sebagai sumber energi, nyamplung juga memiliki manfaat ekologis. Tanaman ini mampu menyerap karbon dalam jumlah signifikan, sehingga berkontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Kemampuannya tumbuh di lahan kering dan pesisir juga menjadikannya cocok untuk dikembangkan di berbagai wilayah di Indonesia tanpa mengganggu lahan pertanian pangan.

Meski potensinya besar, pengembangan nyamplung tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan kerja sama antara peneliti, industri, petani, dan pemerintah untuk memastikan budidaya dan pengolahannya dapat dilakukan secara berkelanjutan. Dukungan teknologi, pembiayaan, serta kebijakan yang tepat menjadi faktor penting dalam mendorong nyamplung sebagai komoditas energi masa depan.

Dengan segala keunggulannya, nyamplung menunjukkan bahwa solusi energi tidak selalu harus datang dari sumber yang baru. Tanaman yang selama ini tumbuh di pesisir justru dapat menjadi bagian penting dalam upaya membangun kemandirian energi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Baca juga Buah Mengkudu, Obat Herbal Antihipertensi yang Merakyat

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

FN
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.