Buah bit merupakan tanaman umbi yang berasal dari keluarga Amaranthaceae-Chenopodiaceae. Keluarga ini juga mencakup sayuran lobak dan berbagai tanaman berakar lainnya.
Bit dikenal memiliki umbi berwarna ungu kemerahan dengan bentuk menyerupai kentang. Tanaman ini tumbuh baik di wilayah dataran tinggi dengan iklim sejuk. Pada awalnya, bagian yang paling banyak
dimanfaatkan hanyalah akarnya karena rasanya manis dan dipercaya berkhasiat bagi kesehatan. Seiring waktu, bagian daging dan daunnya juga mulai dikonsumsi sebagai bahan pangan.
Secara historis, buah bit pertama kali dikonsumsi oleh masyarakat Afrika ribuan tahun lalu. Dari wilayah tersebut, bit kemudian menyebar ke Asia dan Eropa melalui proses perdagangan dan budidaya.
Sejak abad ke-16 hingga abad ke-19, buah bit memiliki peran penting sebagai bahan pewarna makanan alami dan sumber gula.
Pada abad ke-19, bit bahkan digunakan sebagai bahan campuran dalam proses ekstraksi dan pemurnian gula dari tebu.
Kandungan Gizi Buah Bit
Buah bit mengandung karbohidrat cukup tinggi, tetapi rendah lemak, kalori, dan protein. Kandungan ini menjadikan bit sesuai dikonsumsi oleh individu yang menjalani program pengendalian berat badan.
Di dalam buah bit terdapat berbagai nutrisi penting, antara lain asam folat, kalium, serat, vitamin C, magnesium, zat besi, fosfor, triptofan, caumarin, dan pigmen betasianin.
Pigmen inilah yang memberi warna merah keunguan khas pada bit dan sering dimanfaatkan sebagai pewarna makanan alami.
Kombinasi vitamin, mineral, dan fitonutrien dalam buah bit berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh, termasuk mendukung sistem imun.
Kandungan vitamin C dan zat besi membantu pembentukan sel darah, sementara folat berperan dalam regenerasi sel. Nutrisi tersebut bekerja saling melengkapi untuk menjaga daya tahan tubuh tetap optimal.
Antioksidan Tinggi
Salah satu keunggulan utama buah bit adalah kandungan antioksidannya yang tinggi. Antioksidan berfungsi menetralkan radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh dan memicu stres oksidatif.
Kandungan fitonutrien betalain dalam buah bit diketahui membantu melindungi tubuh dari berbagai penyakit kronis.
Perlindungan terhadap sel-sel tubuh ini berkontribusi langsung pada penguatan sistem imun, karena sel imun dapat bekerja lebih efektif dalam kondisi tubuh yang stabil.
Selain itu, betalain juga berperan dalam proses antiinflamasi. Peradangan kronis dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga konsumsi buah bit secara teratur dapat membantu menjaga keseimbangan respons imun.
Detoksifikasi Alami
Tubuh manusia memiliki mekanisme detoksifikasi alami melalui organ ginjal, hati, paru-paru, dan kulit. Buah bit mendukung fungsi detoksifikasi ini, terutama pada ginjal dan hati.
Penelitian di Polandia yang dipublikasikan dalam jurnal Phytotherapy Research menunjukkan bahwa konsumsi buah bit secara rutin pada tikus dengan kerusakan sel membantu memperbaiki kondisi organ dan menormalkan kadar enzim.
Temuan ini menunjukkan bahwa buah bit dapat membantu organ detoks bekerja lebih optimal dalam membuang racun dari tubuh.
Dengan fungsi detoks yang baik, sistem imun tidak terbebani oleh penumpukan zat berbahaya, sehingga respons pertahanan tubuh dapat berjalan lebih efektif.
Manfaat Kardiovaskular dan Stamina
Buah bit juga dikenal bermanfaat dalam membantu menurunkan tekanan darah. Kandungan nitrat alaminya diubah menjadi nitrit dan oksida nitrat dalam tubuh, yang berperan dalam melebarkan pembuluh darah.
Penelitian dari Barts and London School of Medicine menyebutkan bahwa konsumsi jus bit dapat membantu menjaga kesehatan jantung.
Selain itu, penelitian dari University of Exeter di Inggris menunjukkan bahwa jus bit dapat meningkatkan stamina dan efisiensi penggunaan oksigen saat berolahraga.
Manfaat ini menjadikan bit populer di kalangan atlet karena membantu meningkatkan energi dan mengurangi rasa lelah.
Setiap cangkir buah bit mengandung sekitar 3,8 gram serat. Serat membantu melancarkan sistem pencernaan, memperbaiki konsistensi tinja, dan menjaga keteraturan buang air besar.
Asupan serat yang cukup juga berperan dalam menjaga kesehatan usus dan mencegah gangguan pencernaan. Selain itu, rendahnya kalori dan tingginya serat menjadikan buah bit mendukung upaya penurunan berat badan tanpa mengurangi asupan gizi penting.
Manfaat Daun Buah Bit
Tidak hanya umbinya, daun buah bit juga memiliki nilai gizi tinggi. Daun bit mengandung protein, fosfor, seng, serat, vitamin B6, magnesium, potasium, tembaga, serta vitamin A, vitamin C, kalsium, dan zat besi.
Kandungan zat besi pada daun bit bahkan lebih tinggi dibandingkan bayam. Nutrisi ini berperan dalam menjaga kekuatan tulang, mendukung fungsi otak, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh melalui peningkatan produksi antibodi dan sel darah putih.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


