Garut punya sejuta keindahan alam yang amat sayang jika dilewatkan. Di sudut timur kabupaten ini, ada gunung yang konon disebut mirip dengan Gunung Rinjani.
Adalah Gunung Sagara, sebuah gunung berapi aktif yang terletak di Kampung Sagara, Desa Tenjonagara, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut. Gunung ini memiliki tinggi sekitar 2.132 mdpl dan menjadi salah satu gunung yang mengitari Kabupaten Garut.
Gunung Sagara merupakan salah satu gunung favorit pendaki karena pemandangannya yang ciamik. Ada Danau Talaga Bodas yang sangat indah, membuatnya terlihat seperti lautan di atas awan. Hal inilah yang membuat Gunung Sagara dijuluki sebagai Rinjani van Java alias Rinjaninya Jawa.
Namun, di balik keindahannya yang memukau, Gunung Sagara ternyata memiliki banyak cerita. Ada mitos yang berkembang dan dijaga oleh masyarakat sebagai bagian dari kearifan lokal setempat.
Mitos dan Cerita yang Beredar
Ada berbagai cerita yang berkembang di masyarakat soal Gunung Sagara, di antaranya:
Asal Usul Nama dan Koneksi Spiritual
Secara etimologi, “Sagara” bermakna laut atau samudra dalam bahasa Sunda. Banyak yang percaya jika nama ini berkaitan dengan legenda sebuah danau yang ada di dalam perut gunung dan memiliki hutan-hutan yang masih sangat terjaga.
Menariknya, Gunung Sagara memiliki cerita lokal yang sudah banyak diketahui masyarakat setempat. Merangkum dari berbagai sumber, tempat ini dianggap cukup sakral karena disebut menjadi pertemuan antara para dewa dan manusia. Sederhananya, Gunung Sagara dianggap sebagai penghubung antara dunia nyata dengan spiritual.
Tempat Ritual
Gunung Sagara dipercaya sebagai salah satu tempat untuk melakukan ritual, utamanya di malam-malam yang dianggap keramat. Ada mitos yang berkembang jika gunung ini dijadikan tempat untuk mencari kekayaan atau kesaktian.
Mereka yang ingin sakti harus bertapa tanpa makan dan minum. Sementara itu, jika ingin menjadi kaya, maka ia harus memberikan tumbal. Mereka yang sudah melakukan ritual semacam ini tidak bisa membatalkannya.
Menghargai Kearifan Lokal
Meskipun secara nalar mitos-mitos itu tidak masuk akal, tetapi sebenarnya tumbuhnya mitos dan kepercayaan itu justru bisa menjadi cara untuk menjaga kelestarian alam agar tidak rusak.
Melalui liputan6.com, disebutkan secara gamblang oleh juru kunci Gunung Sagara jika pengunjung diminta untuk menghargai larangan berpakaian dengan warna hijau, utamanya pada baju dan celana. Bahkan, warga sekitar suka saling mengingatkan demi keselamatan bersama.
Hal ini sama dengan pepatah yang mengatakan “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Larangan ini harus dihormati oleh pengunjung sebagai bentuk penghormatan.
“Kami bukan percaya takhayul. Namun, permintaannya demikian,” ungkap Dani, petugas pos di Sagara dalam liputan6.com.
Pantangan dan Etika
Pantangan yang banyak ditekankan soal pendakian di Gunung Sagara adalah soal larangan mengenakan pakaian berwarna hijau. Hal ini berkaitan dengan mitos yang berkembang untuk menghormati penguasa kawasan itu. Menggunakan atribut hijau konon bisa membuat pendaki mengalami kejadian mistis.
Lebih lanjut, pendaki juga diimbau untuk tidak berteriak selama mendaki. Selain itu, tidak boleh bersikap sombong atau berkata kotor sepanjang jalur pendakian.
Konon, jika ada pendaki yang memiliki niat buruk atau berkata tak baik saat mendaki, maka ia akan diperlihatkan lubang seperti jendela. Di dalam lubang itu, ia akan dipertontonkan pada “neraka”.
Tips Mendaki dengan Aman dan Bijak
Bagi Warginet yang ingin mendaki si Rinjani van Java, pastikan untuk memperhatikan beberapa hal berikut:
- Persiapkan fisik. Track di Sagara cukup curam. Latih otot kaki dan pernapasan sebelum mendaki.
- Pastikan untuk membawa logistik yang cukup. Perlu dicatat bahwa gunung ini hanya ada satu sumber mata air, sehingga pendaki dianjurkan untuk membawa persiapan air yang cukup.
- Demi alasan keamanan, pastikan untuk melakukan izin dan lapor untuk menjaga keamanan dan keselamatan pendaki.
- Berkunjung saat musim kemarau (sekitar Mei-Agustus) bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan peluang melihat “samudra awan” yang indah.
- Patuhi aturan yang berlaku demi keamanan dan kenyamanan bersama.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


