Jalur Pansela Jawa membentang sepanjang 1.547 km, sejajar dengan garis pantai selatan pulau Jawa. Melewati 5 provinsi yaitu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jawa Timur. Menghubungkan Kabupaten Serang hingga Kabupaten Banyuwangi.
Melansir dari situs tempo.co, Jalur Pansela terbagi menjadi beberapa jenis kawasan yaitu, hutan sepanjang 255,2 km, tanah 48,85 km, agregat 9,970 km, serta perkerasan sepanjang 1.233 km.
Tol Trans Jawa yang tersedia seringkali menghadapi penumpukan kendaraan hingga kemacetan karena volume pemudik yang terus bertambah. Jalur Pantura yang menjadi jalur mudik utama non-tol pun kerap kali mengalami hal serupa. Yuk, simak mengapa Jalur Pansela dapat menjadi alternatif mudik Lebaran 2026.
Alternatif Mudik Lebaran 2026
Dibandingkan dengan Jalur Pantura, Jalur Pansela relatif lebih sepi. Sebab, peminatnya cukup jarang karena kondisi geografisnya dan banyak pemudik yang tidak familiar. Kontur jalan lebih berkelok karena melewati perbukitan di pesisir selatan Jawa.
Tanjakan panjang dan tikungan tajam juga menghiasi jalur ini. Para pengendara harus lebih berhati-hati dengan kecepatan untuk tetap aman melintas sekitar 40-60 km/jam. Hal ini waktu tempuh perjalanan akan cukup lebih lama daripada melewati Jalur Pantura.
Namun, Jalur Pansela dapat menjadi alternatif yang baik ketika tol dan Jalur Pantura padat hingga mengalami kemacetan panjang. Jalur Pansela menawarkan pemandangan indah pesisir yang menghadap langsung ke Samudra Hindia.
Berbagai destinasi wisata di sepanjang jalur juga dapat dinikmati oleh pemudik. Menjadikan pengalaman mudik yang lebih santai dan segar.
Djoko Setijowarno selaku Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat mengatakan, Jalur Pansela dapat menjadi alternatif jalur mudik yang indah. Ia menekankan pentingnya persiapan untuk mudik Lebaran 2026 dengan perbaikan dan penambahan fasilitas, seperti penerangan jalan umum, dilansir dari situs antaranews.com.
Tips Mudik Lewat Jalur Pansela
Untuk mudik lewat Jalur Pansela, Kawan GNFI bisa mempersiapkan diri dengan tips berikut!
Pastikan Kawan mempersiapkan perjalanan dengan matang. Pelajari kontur jalur dan keadaan geografisnya. Pahami rute yang akan dilalui. Atur keberangkat dan perkiraan waktu tempuh untuk sampai di tujuan. Estimasi biaya perjalanan hingga perkiraan cuaca juga perlu diperhatikan.
Kawan GNFI bisa merasakan pengalaman mudik yang lebih santai dan dimanjakan dengan pemandangan indah. Lakukan perjalanan dengan tenang dan stabil. Mengantuk dan lelah saat perjalanan pasti terjadi, jadi sebaiknya jika terasa, langsung berhenti untuk beristirahat, seperti rest area atau SPBU.
Pastikan tubuh dalam kondisi yang prima dan jangan paksakan diri. Hindari melakukan perjalanan mudik saat sakit. Pastikan membawa bekal makanan dan minuman yang cukup tapi tidak berlebihan, agar tidak menambah berat bawaan.
Kondisi kendaraan juga menjadi hal penting dalam kelancaran mudik. Disarankan untuk melakukan kontrol penuh kendaraan sehari sebelum perjalanan, untuk menghindari kerusakan di tengah perjalanan. Pastikan kendaraan benar-benar aman digunakan untuk perjalanan jauh.
Selalu pantau informasi terbaru lalu lintas dan kondisi jalan. Patuhi rambu lalu lintas, demi keamanan dan kenyamanan mudik Lebaran.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


