nagreg jalur mudik legendaris di jawa barat yang ternyata sudah ada sejak tahun 1808 - News | Good News From Indonesia 2026

Nagreg, Jalur Mudik Legendaris di Jawa Barat yang Ternyata Sudah Ada Sejak Tahun 1808

Nagreg, Jalur Mudik Legendaris di Jawa Barat yang Ternyata Sudah Ada Sejak Tahun 1808
images info

Nagreg, Jalur Mudik Legendaris di Jawa Barat yang Ternyata Sudah Ada Sejak Tahun 1808


Nagreg, namanya pasti tak asing bagi sebagian masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Barat. Jalur Nagreg merupakan jalur lintas penghubung utama antara Bandung dengan Garut dan Tasikmalaya.

Tiap tahunnya, tak lengkap rasanya jika tidak menyebutkan Jalur Nagreg sebagai salah satu kawasan yang sangat padat merayap alias macet parah, utamanya di musim mudik lebaran. Letak geografis jalur ini juga unik dan cukup ekstrem karena berada di daerah yang berbukit dan berkelok-kelok, utamanya di area Lingkar Nagreg.

Di momen mudik, Lintas Nagreg akan dipadati oleh kendaraan. Bahkan, sekitar H-14 lebaran saja, jumlah kendaraan yang melintas mencapai 16.000 kendaraan. Bisa dibayangkan bagaimana padat merayapnya jalur ini saat arus puncak mudik, bukan?

Nagreg, Jalur Legendaris yang Sudah Ada Sejak 1808

Jalur Nagreg di era Hindia Belanda | Bina Marga PU
info gambar

Jalur Nagreg di era Hindia Belanda | Bina Marga PU


Eksistensi Jalur Nagreg bukan datang di era modern. Konon, kawasan Nagreg memang sudah dianggap strategis oleh pemerintah Hindia Belanda karena menghubungkan banyak kota di Priangan Timur.

Kala itu, wilayah Tasikmalaya, Garut, Ciamis, dan sekitarnya merupakan salah satu pusat perkebunan terpenting di Jawa Barat. Priangan Timur merupakan bagian dari Preangerstelsel atau sistem tanam paksa kopi yang dilakukan oleh Belanda. Kopi daerah ini dikenal unggul dan diekspor ke pasar Eropa.

Demi mendukung mobilisasi yang mudah, pemerintah Hindia Belanda mulai membangun ruas jalan atau simpang Jalur Nagreg di tahun 1808. Saat itu, Jalur Nagreg memiliki dua simpang lajur, lengkap dengan ikon khasnya, yakni pohon besar di bagian tengah.

Disadur dari situs resmi Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, simpang sebelah kanan mengarah ke Garut kota. Sementara itu, simpang di sebelah kirinya menuju ke arah Limbangan Garut, Tasikmalaya, dan sekitarnya.

baca juga

Jalur Nagreg berada di kawasan perbukitan yang indah. Pemandangan hutannya disebut-sebut sukses membius orang asing yang melewati daerah tersebut, termasuk orang Belanda.

Sebelum tahun 1933, Jalur Nagreg sebenarnya masih sangat sempit. Jauh berbeda dengan Jalur Nagreg yang sekarang.

Dulu, jalan itu kerap dilewati penunggang kuda dari Garut ke Bandung maupun sebaliknya. Tekstur jalannya bukan aspal, melainkan tanah dan pasir. Kontur tanahnya pun masih bergelombang.

Seiring berjalannya waktu, Jalur Nagreg diperlebar. Jalanan yang awalnya masih berupa tanah kemudian diperbaiki dan diaspal. Pohon-pohon yang menjadi ciri khas Jalur Nagreg banyak yang menghilang imbas pelebaran jalan.

Pada tahun 2007, proyek besar untuk membangun Lingkar Nagreg dimulai. Proyek ini dibangun dengan tujuan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di jalur itu terutama saat mudik lebaran.

Lingkar Nagreg resmi difungsikan pada tahun 2011. Terdapat jalur semi terowongan yang membelah perbukitan sekitar.

Jalur Nagreg memiliki ciri khas, yakni jalanan yang menanjak dan menurun dengan beberapa tikungan yang cukup tajam. Jalur ini dikelilingi tebing dan jurang dalam. Perlu kewaspadaan dan kehati-hatian yang tinggi jika melewati Jalur Nagreg karena merupakan salah satu kawasan yang sangat rawan terjadi kecelakaan.

Tips Berkendara Saat Mudik di Jalur Nagreg

Bagi Kawan GNFI yang mungkin akan mudik melewati Jalur Nagreg, berikut adalah beberapa tips yang bisa membantu pemudik saat berkendara di Lintas Nagreg:

  • Cek kondisi kendaraan, pastikan rem, ban, mesin, dan sebagainya dalam kondisi laik dan prima;
  • Berkendaralah dengan jarak aman;
  • Patuhi rambu dan peraturan lalu lintas;
  • Hindari berkendara dengan kecepatan tinggi;
  • Bawa persediaan makanan dan minuman yang cukup demi menjaga stamina, mengingat Jalur Nagreg adalah kawasan yang identik dengan kemacetan panjang;
  • Hindari tempat yang rawan kejahatan;
  • Istirahat yang cukup;
  • Hati-hati dan tetap tenang saat berkendara. Cari tahu terkait medan jalan untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan;
  • Disarankan untuk memantau informasi lalu lintas melalui media sosial resmi Kepolisian.
baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.