legenda kiai jegot sosok penjaga gedhong prabayeksa dalam cerita rakyat dari yogyakarta - News | Good News From Indonesia 2026

Legenda Kiai Jegot, Sosok Penjaga Gedhong Prabayeksa dalam Cerita Rakyat dari Yogyakarta

Legenda Kiai Jegot, Sosok Penjaga Gedhong Prabayeksa dalam Cerita Rakyat dari Yogyakarta
images info

Legenda Kiai Jegot, Sosok Penjaga Gedhong Prabayeksa dalam Cerita Rakyat dari Yogyakarta


Gedhong Prabayeksa merupakan salah satu bangunan yang ada di kompleks Kraton Yogyakarta. Konon ada sebuah cerita rakyat dari Yogyakarta yang berkisah tentang legenda Kiai Jegot, sosok penjaga Gedhong Prabayeksa tersebut.

Bagaimana kisah dari legenda Kiai Jegot tersebut?

Legenda Kiai Jegot, Sosok Penjaga Gedhong Prabayeksa dalam Cerita Rakyat dari Yogyakarta

Dikutip dari buku Antologi Cerita Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta, alkisah pada zaman dahulu Sri Sultan Hamengkubuwana I berniat untuk mendirikan sebuah bangunan di lingkungan keraton. Bangunan tersebut diberi nama Prabayeksa.

Sultan menyampaikan keinginannya di hadapan patih dan penasihat kerajaan. Sultan berkeinginan untuk mendirikan bangunan tersebut dari kayu jati yang tua dan kuat.

Patih dan penasihat kemudian memenuhi permintaan Sultan. Para abdi dalem kemudian ditugaskan untuk mengambil kayu jati terbaik di Hutan Karangasem.

Hutan yang ada di Gunung Kidul ini dikenal dihuni oleh banyak hewan buas. Selain itu, Hutan Karangasem juga dikenal banyak dihuni oleh makhluk halus.

Sebelum berangkat, para abdi dalem melakukan puasa terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar mereka bisa menjalankan tugas yang diberikan oleh Sultan dengan kesucian hati, sehingga bisa terhindar dari berbagai macam bahaya.

baca juga

Tepat pada hari yang ditentukan, para abdi dalem ini kemudian berangkat menuju Hutan Karangasem. Suasana angker langsung terasa begitu mereka memasuki hewan tersebut.

Ketika memasuki hutan, semua abdi dalem kemudian bersepakat untuk menjalankan tugas yang diberikan Sultan dengan baik. Mereka tidak boleh sembarangan menebang pohon jati yang ada di sana agar terlepas dari kutukan nantinya.

Belum lama memasuki hutan, keriuhan terjadi di antara abdi dalem. Salah seorang dari mereka melihat beberapa hewan buas yang melintas, seperti harimau dan ular.

Namun para abdi dalem ini bisa mengendalikan diri mereka. Setelah situasi tenang, mereka kembali fokus pada tugas yang dipercayakan oleh sultan.

Satu per satu pohon jati yang ada di hutan tersebut ditebang oleh abdi dalem. Tidak ada masalah berarti dalam proses penebangan pohon tersebut.

Akhirnya abdi dalem menemukan sebuah pohon jati yang sangat besar. Tidak hanya itu, pohon jati ini terlihat sudah cukup tua.

Tiba-tiba terdengar suara menggelegar dari pohon jati tersebut. Para abdi dalem terkejut mendengarkan suara yang tiba-tiba muncul tersebut.

Pemimpin abdi dalem kemudian mencoba berkomunikasi dengan suara tersebut. Dia meminta agar pemilik suara tersebut tidak mengganggu mereka dalam menjalankan perintah Sultan.

Pemilik suara itu kemudian mengenalkan diri di hadapan para abdi dalam. Pemilik suara tersebut bernama Kiai Jegot.

Dirinya merupakan penunggu dari pohon jati tua itu. Kiai Jegot berkata jika dia tidak ada niatan untuk mengganggu tugas para abdi dalem.

Bahkan dia mempersilahkan abdi dalem untuk menebang pohon itu. Namun Kiai Jegot meminta sebuah syarat agar tetap diperkenankan menghuni pohon jati itu.

Pemimpin abdi dalem kemudian berkata jika kayu jati ini hendak digunakan untuk pembangunan Prabayeksa. Oleh sebab itu, dia mesti meminta izin pada Sultan terlebih dahulu terkait permintaan Kiai Jegot.

Akhirnya pemimpin abdi dalem kembali ke keraton dan melaporkan hal ini pada Sultan. Sultan tidak keberatan dengan permintaan Kiai Jegot dan memintanya untuk tetap menjaga Kerajaan Ngayogyakarta selamanya.

baca juga

Hal ini kemudian disampaikan oleh pemimpin abdi dalem pada Kiai Jegot. Mendengarkan hal ini, Kiai Jegot kemudian mempersilahkan para abdi dalem untuk menebang pohon jati tersebut.

Akhirnya pohon-pohon jati ini digunakan untuk membangun Gedhong Prabayeksa. Konon Kiai Jegot dipercaya masih menjalankan perintah Sultan untuk menjaga Gedhong Prabayeksa dan Kerajaan Ngayogyakarta hingga saat ini.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.