Legenda Putri Djula Wali Komu adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Maluku. Legenda ini bercerita tentang seorang pemuda yang menikahi bidadari yang muncul dari lautan.
Bagaimana kisah dari legenda Putri Djula Wali Komu tersebut?
Legenda Putri Djula Wali Komu, Cerita Rakyat dari Maluku
Disitat dari artikel Yeremias Jemi Rettob, "Putri Djula Wali Komu" dalam buku Antologi Cerita Rakyat Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, pada zaman dahulu di Negeri Naku hiduplah seorang pemuda yang bernama Sitania Latu. Sehari-hari dia bekerja sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Pada suatu hari, Sitania Latu pergi ke sebuah hutan yang ada di pinggir pantai. Dia hendak membuat kebun baru di sana.
Sitania Latu langsung membersihkan area hutan tersebut. Tanpa terasa hari sudah malam ketika pekerjaannya belum usai.
Dirinya kemudian memutuskan untuk kembali pulang ke rumah dan menyelesaikannya keesokan hari. Namun Sitania Latu terkejut ketika dia kembali kesana keesokan harinya.
Dia mendapati bahwa kebun yang baru saja dia buka sudah bersih. Kayu-kayu yang ditebang sebelumnya juga tersusun rapi di sana.
Sitania Latu merasa heran melihat hal tersebut. Dia memutuskan untuk kembali ke rumah dan mengecek kembali keesokan harinya.
Dirinya kemudian kembali ke kebun tersebut keesokan hari. Benar saja, semua kebun tersebut sudah tertata rapi dan siap diolah.
Sitania Latu merasa bahwa ada seseorang yang mengerjakan kebunnya itu pada malam hari. Dirinya kemudian memutuskan untuk bersembunyi di sana hingga malam tiba.
Ketika malam tiba, Sitania Latu melihat tujuh ekor ikan komu keluar dari pantai. Setibanya di daratan, ketujuh ikan komu tersebut berubah menjadi bidadari yang cantik.
Mereka menanggalkan sarung yang dikenakan dan meletakkannya di atas batu besar yang ada di sana. Setelah itu, semua bidadari tersebut bermain di tepi pantai sambil membersihkan kebun milik Sitania Latu.
Sitania Latu hanya bisa terpana melihat hal itu. Dia kemudian memberanikan diri untuk mengambil salah satu dari sarung milik para bidadari tersebut.
Pagi pun tiba dan suara ayam berkokok mulai terdengar. Ketujuh bidadari ini berhenti bermain dan mengambil sarungnya masing-masing.
Namun ada satu bidadari yang tidak berhasil menemukan sarungnya. Dia merasa kebingungan karena tidak bisa kembali ke tempat asalnya.
Keenam bidadari lain kemudian meninggalkan dirinya. Mereka berpesan agar sang putri menyusul mereka jika sudah berhasil menemukan sarungnya.
Putri bidadari tersebut hanya bisa menangis di pinggir pantai. Melihat hal itu, Sitania Latu kemudian mendekat dan berbincang dengannya.
Sitania Latu kemudian mengajak sang putri untuk tinggal bersamanya. Dia khawatir jika sang putri akan diganggu oleh orang lain jika tetap di sana.
Sang putri bidadari yang tidak bisa berbuat apa-apa kemudian mengikuti ajakan Sitania Latu. Lama kelamaan mereka hidup bersama dan akhirnya menikah.
Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai seorang anak perempuan. Anak dari Sitania Latu dan bidadari tersebut diberi nama Djula Wali Komu yang berarti terambil dari sarung ikan komu.
Seiring berjalannya waktu, Djula Wali Komu mulai tumbuh besar. Dia membantu sang ibu untuk mengerjakan berbagai pekerjaan rumah tangga.
Pada suatu hari, Sitania Latu pergi ke kebun seperti biasa. Tanpa sengaja, sang putri yang ada di rumah ternyata menemukan sarungnya yang hilang.
Dia menangis begitu menemukan sarung itu. Di satu sisi dia merasa senang karena bisa kembali ke tempat asalnya.
Di sisi lain, dia merasa sedih karena ternyata suaminya lah yang menyembunyikan sarung itu. Tidak hanya itu, dia juga sedih jika harus berpisah dengan Djula Wali Komu.
Sang putri kemudian membulatkan tekad. Setelah memeluk Djula Wali Komu dengan erat, sang putri memakai sarung tersebut dan kembali ke tempat asalnya.
Djula Wali Komu yang waktu itu berusia 10 tahun hanya bisa menangis di pinggir pantai melepas kepergian sang ibu. Sitania Latu yang mendengar hal ini langsung menghampiri putrinya.
Setelah mengetahui hal yang terjadi, Sitania Latu hanya bisa menyesali apa yang sudah dia perbuat dulu. Sejak saat itu, Sitania Latu hidup berdua bersama putrinya, Djula Wali Komu.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


