Ada sebuah cerita rakyat dari Wawonii, Sulawesi Tenggara yang berkisah tentang legenda La Samana. Legenda ini menceritakan tentang seorang laki-laki yang dulunya terlahir dari dalam perut rusa.
Bagaimana kisah dari legenda La Samana dalam cerita rakyat Wawonii, Sulawesi Tenggara tersebut?
Legenda La Samana, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara
Dilansir dari buku Cerita Rakyat Wawonii (Bahasa Daerah dan Bahasa Indonesia), suatu masa terjadi musim paceklik di kampung yang ada di selatan Wawonii. Kekeringan melanda hampir di semua daerah yang ada di sana.
Dikisahkan ada seekor rusa yang hendak mencari air untuk melepaskan dahaga. Dirinya kemudian mengitari berbagai daerah untuk mencari air yang bisa diminum nantinya.
Akhirnya rusa ini berhasil menemukan sebuah mata air. Dirinya langsung meminum air yang ada di sana sepuasnya.
Tiba-tiba perut rusa tersebut membesar setelah meminum air di sana. Tidak lama kemudian, dirinya melahirkan seorang bayi manusia dan ditinggalkan seorang diri di hutan.
Bayi manusia ini kemudian diberi nama La Samana. Dirinya bertahan hidup di hutan dengan meminum air embun yang ada di sana.
La Samana hidup sebatang kara tanpa mengetahui siapa orang tuanya sejak kecil. Dirinya hanya berteman dengan semua hewan yang ada di hutan tersebut.
Seiring berjalannya waktu, La Samana mulai tumbuh dewasa. Dirinya kemudian pergi mengembara dan sampai di sebuah perkampungan yang tidak jauh dari sana.
Di sana dirinya bertemu dengan seorang "Bhangke-bhangkele" yang tinggal di sebuah pondok. Dirinya tinggal bersama seorang anak yang buta.
La Samana kemudian berteman dengan anak buta tersebut. Suatu hari, mereka berdua pergi ke sungai untuk memancing ikan.
Nasib baik menghampiri keduanya pada hari itu. La Samana dan anak buta tersebut berhasil menemukan seekor ikan besar.
Sesampainya di rumah, mereka langsung memotong ikan besar itu. Ketika membelah perutnya, La Samana dan anak buta tersebut menemukan sepasang mata di dalamnya.
Si Buta kemudian mencoba kedua mata tersebut. Dirinya pun bisa melihat dengan memakai kedua mata yang ditemukan tersebut.
Pada suatu hari, La Samana dipanggil untuk menghadap Raja Matahari. Sang raja berniat untuk menikahkan La Samana dengan Wabula.
Namun Raja Matahari memberikan sebuah syarat untuk La Samana. Dia mesti bisa membuat rumah berdinding emas jika ingin menikahi Wabula.
La Samana pun menyanggupi permintaan Raja Matahari. Padahal sebenarnya La Samana sendiri masih kebingungan untuk memenuhi persyaratan tersebut.
Selepas pertemuannya dengan Raja Matahari, La Samana sering termenung di bawah sebuah pohon. Dirinya sibuk memikirkan cara untuk memenuhi persyaratan yang diberikan oleh Raja Matahari tersebut.
Hal ini ternyata dilihat oleh seekor burung kuriodondo. Dirinya kemudian terbang mendekat dan menanyakan mengapa La Samana terlihat demikian.
La Samana kemudian menjelaskan apa yang tengah dia alami pada sahabatnya itu. Tanpa pikir panjang, burung kuriodondo menawarkan bantuan untuk La Samana.
Burung tersebut kemudian terbang menjauh. Saat sore tiba, dirinya datang kembali dengan membawa kunyit yang sudah ditumbuk.
Bubuk kunyit ini kemudian dibaluri ke semua penjuru rumah. Akhirnya rumah tersebut terlihat berwarna kuning keemasan.
La Samana tentu merasa senang melihat hal tersebut. Dia pun berterima kasih pada burung kuriodondo atas bantuan yang sudah diberikan.
Dirinya kemudian langsung pergi menghadap Raja Matahari. La Samana berkata jika dia sudah berhasil menjalankan persyaratan yang diberikan oleh sang raja.
Raja Matahari merasa senang melihat usaha La Samana. Akhirnya La Samana menikah dengan Wabula dan hidup bahagia bersama.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


