Kukis atau kue kering menjadi salah satu kudapan khas yang umum dijumpai saat momen Lebaran tiba. Salah satu kukis tradisional yang dulunya sering ditemukan pada saat momen ini adalah kue bakar Betawi.
Seperti namanya, kudapan ini merupakan salah satu jajanan tradisional yang umum dijumpai di tengah masyarakat Betawi. Pada saat ini, keberadaan kue bakar khas Betawi ini sudah mulai jarang dijumpai.
Bagaimana penjelasan lebih lanjut seputar kue bakar khas Betawi tersebut? Simak ulasan seputar kudapan tradisional yang satu ini dalam artikel berikut.
Mengenal Kue Bakar Betawi
Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya, kue bakar merupakan salah satu kudapan khas yang berasal dari masyarakat Betawi. Kukis ini umum dijumpai di daerah Condet, Jakarta Timur dan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Sama seperti kukis pada umumnya, kue bakar menggunakan tepung sagu dan tepung terigu sebagai bahan utama pembuatannya. Tepung ini akan disangrai terlebih dahulu sebelum diproses lebih lanjut nantinya.
Selain itu, ada juga beberapa bahan lain yang juga digunakan untuk membuat kue bakar, seperti telur, mentega, dan kelapa. Penggunaan bahan-bahan inilah yang menghadirkan cita rasa gurih dan manis ketika mengonsumsi kudapan tradisional tersebut.
Asal Usul Kukis Khas Betawi
Pada saat ini, keberadaan kue bakar sudah mulai jarang dijumpai. Padahal dulunya kudapan tradisional ini sering disajikan pada saat momen-momen khusus di tengah masyarakat, seperti Lebaran dan lainnya.
Asal usul dari kue bakar juga memiliki beberapa versi cerita yang berbeda. Diketahui ada tiga versi cerita yang menceritakan terkait asal usul kukis tradisional tersebut.
Dilansir dari laman Seni & Budaya Betawi, tiga versi cerita yang menceritakan terkait asal usul kue bakar adalah versi Condet, versi Kebon Jeruk, dan versi peranakan Tionghoa. Menurut versi Condet, kue bakar diyakini pertama kali berasal dari daerah sekitaran Condet, Jakarta Timur.
Kue ini pertama kali diciptakan oleh masyarakat yang ingin membuat kudapan untuk keluarganya. Keluarga ini kemudian mencampurkan beberapa bahan, seperti tepung terigu, gula merah, hingga kelapa parut dan membakarnya hingga matang.
Seiring berjalannya waktu, kudapan ini kemudian populer di tengah masyarakat Condet. Hal inilah yang membuat kue bakar diyakini dari daerah tersebut.
Cerita berbeda bisa Kawan jumpai pada versi Kebon Jeruk. Menurut versi ini, kue bakar khas Betawi diyakini pertama kali berasal dari daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Dalam versi ini, kue bakar diyakini ditemukan oleh pedagang yang sering berjualan di daerah tersebut. Pedagang ini membuat kue bakar untuk dijual kepada para pembeli sekaligus dikonsumsi sendiri sebagai cemilan.
Cerita terakhir terkait asal usul kue bakar berasal dari versi peranakan Tionghoa. Menurut versi ini, kue bakar diyakini sebagai kudapan yang tercipta dari akulturasi budaya Betawi dan Tionghoa di masa lalu.
Kue bakar dianggap terinspirasi dari kue mooncake yang umum dijumpai di tengah masyarakat Tionghoa. Kudapan tersebut dimodifikasi agar sesuai dengan selera masyarakat Betawi dan menjadi asal usul terciptanya kue bakar.
Resep dan Cara Membuat
Jika Kawan tertarik untuk mencoba kue bakar, maka bisa membuatnya di rumah masing-masing. Dinukil dari laman Hai Bunda, adapun resep dan cara membuat kudapan tradisional khas Betawi tersebut adalah.
Bahan
- Tepung terigu
- Gula
- Telur
- Soda kue
- Margarin
- Cokelat masak yang sudah dilelehkan
- Kepingan cokelat
Cara Membuat
- Aduk telur bersama gula putih.
- Jika sudah mengembang, tambahkan soda kue ke dalam adonan dan aduk kembali hingga rata.
- Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit dan tetap diaduk hingga adonan mengental.
- Setelah itu, giling adonan yang sudah mengental hingga rata.
- Cetak adonan dengan bentuk sesuai selera.
- Panggang selama lebih kurang 15 menit hingga kue kekuningan.
- Hias kue bakar dengan cokelat leleh atau kepingan cokelat untuk menambah cita rasa.
- Kue bakar khas Betawi sudah bisa disajikan dan dinikmati.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


