nikita khrushchev indonesia sungguh negeri surga di atas bumi - News | Good News From Indonesia 2026

Nikita Khrushchev: Indonesia Sungguh Negeri Surga di Atas Bumi!

Nikita Khrushchev: Indonesia Sungguh Negeri Surga di Atas Bumi!
images info

Nikita Khrushchev: Indonesia Sungguh Negeri Surga di Atas Bumi!


"Indonesia sungguh satu negeri surga di atas bumi!" Ungkapan ini pernah disampaikan oleh mantan Perdana Menteri Uni Soviet, Nikita Khrushchev ketika melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 1960 silam.

Ungkapan ini seakan merangkum 12 hari kunjungan yang dijalaninya di Indonesia pada waktu itu. Kesan positif ini juga dia berikan setelah melakukan kunjungan ke berbagai negara, seperti India dan Myanmar sebelum menyambangi Indonesia pada waktu itu.

Dalam kunjungan kenegaraan ini, Nikita Khrushchev diketahui sempat mendatangi beberapa daerah. Bahkan dirinya juga sempat mendatangi situs-situs bersejarah di tanah air, seperti Candi Borobudur, Candi Mendut, dan lainnya.

Bagaimana kesan yang didapatkan oleh Nikita Khrushchev dalam kunjungan kenegaraan yang dilakukan pada 1960 tersebut hingga memberikan kesan bahwa Indonesia merupakan salah satu "Negeri surga" di atas bumi?

Kagum dengan Kekayaan Alam Indonesia

Nikita Khrushchev diketahui pernah melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 1960 silam. Lawatan ini merupakan rangkaian dari kunjungan kenegaraan mantan Perdana Menteri Uni Soviet tersebut ke beberapa negara di Asia.

Indonesia menjadi negara ketiga yang didatangi waktu itu, setelah India dan Myanmar. Rombongan Nikita Khrushchev sendiri tiba di tanah air pada Kamis, 18 Februari 1960.

Dalam kunjungan ini, Khrushchev turut menyambangi beberapa daerah di Indonesia, seperti Bandung, Yogyakarta, hingga Surabaya sebelum kembali ke Jakarta pada hari-hari terakhirnya. Ungkapan yang ada di awal artikel ini sendiri disampaikan oleh Khrushchev saat melakukan konferensi pers di Istana Negara sehari sebelum meninggalkan Indonesia.

Dinukil dari artikel "PM Khrushchov: Indonesia Sungguh Satu Negeri Sorga Diatas Bumi" yang terbit di surat kabar Nasional edisi 2 Maret 1960, konferensi pers ini diselenggarakan pada Senin, 29 Februari 1960. Konferensi pers ini dihadiri oleh ratusan wartawan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Ungkapan ini sendiri disampaikan oleh Khrushchev atas pertanyaan yang dilontarkan oleh wartawan Cekoslowakia terkait kesan yang dia dapatkan dari kunjungan ke India, Myanmar, dan Indonesia. Khrushchev menyampaikan rasa kagum atas kekayaan alam yang ada di Indonesia.

Menurutnya, Indonesia memiliki berbagai macam potensi alam yang bisa dimaksimalkan, seperti timah, besi, dan mineral lainnya. Potensi alam ini diyakini bisa membantu Indonesia untuk lepas dari situasi sulit yang pada periode tersebut belum lama lepas dari kolonialisme.

Kekayaan alam yang dimiliki oleh Indonesia inilah yang membuat Khrushchev kagum. Belum lagi sambutan hangat yang diberikan oleh masyarakat Indonesia membuat Khrushchev beranggapan jika kunjungannya ke tanah air merupakan yang paling baik jika dibandingkan dengan dua negara sebelumnya.

Kesan Khusus untuk Soekarno

Dalam konferensi pers ini, Khrushchev juga turut memberikan kesan khusus pada Soekarno. Kedua pemimpin negara ini sudah bertemu dua kali sebelumnya.

Kunjungan Khrushchev ke Indonesia pada 1960 ini menjadi kali ketiga dirinya untuk bertemu langsung dengan Khrushchev. Dalam pertemuannya ketiga ini, Khrushchev memberikan kesan dan rasa hormat khusus pada Soekarno sebagai pemimpin Indonesia.

Perpisahan Hangat dari Masyarakat Indonesia

Rombongan Khrushchev kemudian meninggalkan Indonesia keesokan harinya, Selasa 1 Maret 1960. Disitat dari artikel "PM Khrushchov dan Rombongan Meninggalkan Indonesia" dalam surat kabar Nasional edisi 3 Maret 1960, masyarakat Jakarta turut memberikan penghormatan di sepanjang jalan dari Istana Negara menuju Bandara Kemayoran.

Setelah pidato singkat di Bandara Kemayoran dari kedua pemimpin negara, rombongan Khrushchev kemudian dilepas dengan 21 kali tembakan meriam penghormatan. Pelepasan ini sekaligus menjadi akhir dari kunjungan kenegaraan yang dilakukan oleh Khrushchev di Indonesia pada waktu itu.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.