momen nikita khrushchev berkunjung ke yogyakarta pada 1950 terima wayang kulit dosomuko dan anoman - News | Good News From Indonesia 2026

Momen Nikita Khrushchev Berkunjung ke Yogyakarta pada 1950, Terima Wayang Kulit Dosomuko dan Anoman

Momen Nikita Khrushchev Berkunjung ke Yogyakarta pada 1950, Terima Wayang Kulit Dosomuko dan Anoman
images info

Momen Nikita Khrushchev Berkunjung ke Yogyakarta pada 1950, Terima Wayang Kulit Dosomuko dan Anoman


Mantan Perdana Menteri Uni Soviet, Nikita Khrushchev diketahui pernah melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada awal 1960 silam. Dalam kunjungannya ini, Khrushchev diketahui sempat berkunjung ke beberapa daerah yang ada di tanah air.

Yogyakarta menjadi salah satu daerah yang turut disambangi oleh Khrushchev dalam kunjungan kenegaraan pada waktu itu. Sambutan hangat diterima di sepanjang jalan begitu Perdana Menteri Uni Soviet tersebut mendarat di Kota Pelajar tersebut.

Terdapat beberapa kegiatan yang dijalani oleh Khrushchev dalam kunjungan kenegaraannya di Yogyakarta. Tidak hanya itu, dirinya juga menerima dua hadiah istimewa sebagai buah tangan dari kunjungannya ke Yogyakarta pada waktu itu.

Bagaimana momen saat Nikita Khrushchev berkunjung ke Yogyakarta pada 1960 silam? Berikut ulasannya!

Disambut Dentuman Meriam Begitu Tiba di Indonesia

Dikutip dari artikel "21 Dentuman Meriam Sambut Kedatangan Khruschov, Ratusan Ribu Rakjat Siap Menjambut" dalam surat kabar Nasional edisi 19 Februari 1960, rombongan Nikita Khrushchev tiba di Indonesia pada Kamis siang, 18 Januari 1960. Rombongan ini tiba dengan menggunakan pesawat dan mendarat di Bandara Kemayoran setelah melakukan kunjungan di Rangoon (Yangon), Myanmar.

Presiden Soekarno hadir langsung di Bandara Kemayoran untuk menyambut kedatangan rombongan dari Uni Soviet tersebut. Beberapa pejabat tinggi negara juga turut hadir mendampingi Soekarno dalam penyambutan tersebut.

Tidak hanya dari kalangan pemerintahan, ribuan masyarakat diketahui juga memadati lingkungan di sekitar Bandara Kemayoran. Bendera kedua negara juga turut berkibar dalam momen kedatangan itu.

Ketika Khrushchev pertama kali menginjakkan kaki dan turun dari pesawat, Perdana Menteri Uni Soviet tersebut disambut dengan 21 dentuman meriam penghormatan dari pasukan Angkatan Laut Republik Indonesia.

Tidak hanya itu, beberapa pesawat dari Angkatan Udara Republik Indonesia juga turut memeriahkan momen ketika Khrushchev tiba di Indonesia pada waktu itu.

Lanjutan Kegiatan dari Bandung

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Khrushchev diketahui melakukan lawatan ke beberapa daerah dalam 12 hari kunjungan kenegaraannya ke Indonesia pada waktu itu. Yogyakarta menjadi salah satu daerah yang turut disambangi Khrushchev dalam kunjungan kenegaraan ini.

Dilihat dari artikel "Dosomuko dan Anoman utk Kruschov, Siang Kemarin Tamu2 Agung Tiba di Jogjakarta" dalam surat kabar Nasional edisi 22 Februari 1960, rombongan Khrushchev tiba di Bandara Adisutjipto pada Minggu siang, 21 Februari 1960. Kedatangan rombongan Khrushchev yang turut didampingi oleh Soekarno ini tiba setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di Bandung sebelumnya.

Sama seperti saat pertama kali mendarat di Indonesia, kedatangan rombongan Khrushchev mendapatkan sambutan yang meriah. Banyak masyarakat yang berdiri di sepanjang jalan sambil memegang bendera kedua negara untuk menyambut kedatangan rombongan dari Uni Soviet tersebut.

Ada juga pementasan beberapa kesenian, seperti gamelan yang juga dibunyikan di beberapa titik yang dilalui oleh rombongan. Bahkan saking ramainya sambutan yang diterima pada waktu itu, Soekarno dan Khrushchev yang pada awalnya berada pada satu kendaraan yang sama mesti berpindah ke mobil terbuka.

Terima Hadiah Wayang Kulit Dosomuko dan Anoman

Meskipun tidak berlangsung lama, terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Khrushchev saat kunjungannya ke Yogyakarta. Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Perdana Menteri Uni Soviet tersebut di antaranya ziarah ke Makam Pahlawan Kusumanegara, memberikan kuliah umum di Universitas Gadjah Mada, hingga lawatan ke Candi Borobudur.

Khrushchev diketahui juga mendapatkan hadiah istimewa dalam lawatannya ini, yakni wayang kulit Dosomuko dan Anoman. Dua wayang kulit ini diberikan oleh Badan Hubungan Kebudayaan Indonesia-Uni Soviet pada waktu itu.

Kunjungan Khrushchev di Yogyakarta berakhir pada Senin siang, 22 Februari 1960. Rombongan ini melanjutkan kunjungan kenegaraannya dengan bertolak dari Bandara Adisutjipto menuju Surabaya pada waktu itu.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.