Lee Kuan Yew merupakan mantan Perdana Menteri Singapura yang pernah menjabat pada periode 1959 hingga 1990. Tidak hanya itu, politikus kelahiran 16 September 1923 tersebut juga dianggap sebagai founding father dan pahlawan bagi Singapura.
Pemberian label ini tentu berkaitan dengan jasa yang sudah diberikan oleh Lee Kuan Yew. Dirinya dianggap sebagai sosok pemimpin yang mampu mengubah Singapura, dari yang awalnya miskin hingga bisa menjadi negara maju seperti saat sekarang.
Tahukah Kawan, pada 1960 silam Lee Kuan Yew ternyata pernah melakukan kunjungan ke Indonesia, khususnya ke Yogyakarta. Dalam kunjungannya ini, Lee Kuan Yew turut melihat beberapa candi yang ada di sekitar daerah Yogyakarta.
Bahkan Lee Kuan Yew mengungkapkan kekagumannya secara khusus pada Candi Borobudur yang juga dikunjungi dalam rangkaian tersebut. Lantas bagaimana momen saat Lee Kuan Yew berkunjung ke Indonesia pada 1960 tersebut?
Simak ulasan terkait kunjungan yang terjadi beberapa dekade silam ini dalam artikel berikut.
Kedatangan Lee Kuan Yew ke Yogyakarta pada 1960
Dilansir dari artikel "Perdana Menteri Lee Kuan Yew Mengagumi Tjandi Borobudur, Tidak Puas Melihat-Lihat dari Atas Pesawat Udara" yang terbit di surat kabar Nasional edisi 23 Januari 1960, kedatangan rombongan Lee Kuan Yew ke Yogyakarta terjadi pada Jumat, 22 Januari 1960. Rombongan ini mendarat di Bandara Adisutjipto pada pukul 11.30 WIB.
Selain Lee Kuan Yew, beberapa menteri Singapura juga turut serta dalam kunjungan ke Yogyakarta pada waktu itu. Selain itu, beberapa anggota parlemen juga ikut bersama rombongan tersebut.
Kedatangan rombongan dari Singapura ini disambut langsung oleh wakil kepala daerah Yogyakarta, Sri Paku Alam. Beberapa petinggi daerah lainnya juga turut serta dalam penyambutan itu.
Selepas dari Bandara Adisutjipto, rombongan kemudian bergerak menuju Bulaksumur. Di sana rombongan Lee Kuan Yew beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju bangsal kepatihan untuk jamuan makan siang.
Ungkap Kekaguman pada Candi Borobudur
Setelah menyelesaikan rangkaian makan siang di bangsal kepatihan, Lee Kuan Yew kemudian berkeinginan untuk mengunjungi beberapa candi yang ada di sekitar Yogyakarta. Secara khusus, mantan Perdana Menteri Singapura tersebut ingin mengunjungi tiga candi yang ada di sana, yakni Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Prambanan.
Lee Kuan Yew merasa tidak puas hanya melihat keindahan Candi Borobudur dari atas pesawat saja. Oleh sebab itu, dirinya ingin melihat dan berkunjung langsung ke candi tersebut.
Rombongan kemudian bergerak menuju ke Candi Borobudur. Sesampainya di sana, Lee Kuan Yew secara khusus mengungkapkan kekagumannya ketika melihat Buddha terbesar di dunia tersebut.
Anggota rombongan yang lain juga mengungkapkan kekaguman yang sama dengan apa yang dirasakan oleh Lee Kuan Yew. Mereka merasa kagum dengan hasil karya yang diciptakan oleh leluhur dan nenek moyang bangsa Indonesia.
Rangkaian Kegiatan Lainnya
Setelah berkunjung ke candi tersebut, rombongan Lee Kuan Yew kemudian melanjutkan rangkaian kegiatan kembali di bangsal kepatihan. Pada malam hari, rombongan dari Singapura ini disuguhi dengan penampilan pentas kesenian.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan pada keesokan harinya, Sabtu 23 Januari 1960. Lee Kuan Yew melakukan kunjungan ke beberapa objek yang ada di Yogyakarta, sebelum bertolak menuju Bali pada pukul 11.00 WiB dan beristirahat selama dua hari di sana.
Begitulah rangkaian kegiatan yang dijalani oleh Lee Kuan Yew ketika berkunjung ke Yogyakarta pada awal 1960 silam.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


