Legenda Laengu dan Tengu adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Wawonii, Sulawesi Tenggara. Legenda ini berkisah tentang dua sahabat yang berhasil mengelabui seorang raja.
Bagaimana kisah dari legenda Laengu dan Tengu tersebut?
Legenda Laengu dan Tengu, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara tentang Kisah 2 Sahabat
Disitat dari buku Cerita Rakyat Wawonii (Bahasa Daerah dan Bahasa Indonesia), tersebutlah pada zaman dahulu ada dua orang pemuda yang saling bersahabat antara satu sama lain. Kedua pemuda ini bernama Laengu dan Tengu.
Suatu hari, terjadi percakapan di antara kedua sahabat tersebut. Mereka berkeinginan untuk pergi merantau agar bisa merubah nasib yang dimiliki.
Akhirnya Laengu dan Tengu sepakat untuk pergi merantau. Tepat pada hari yang ditentukan, kedua sahabat ini kemudian berangkat meninggalkan kampung halamannya.
Namun sayang, perjalanan Laengu dan Tengu tidak berjalan lancar. Alih-alih menemukan daerah yang pas untuk mengadu nasib, mereka justru tersesat di suatu tempat yang tidak diketahui sebelumnya.
Setelah berjalan cukup lama, kedua sahabat ini kehabisan bekal yang dimilikinya. Tidak ada lagi bekal maupun uang yang dimiliki oleh Laengu dan Tengu.
Mereka kemudian memutuskan untuk beristirahat sejenak dari perjalanan panjang. Laengu dan Tengu kemudian memikirkan cara dan langkah apa yang mesti mereka ambil selanjutnya.
Setelah bermusyawarah cukup lama, akhirnya muncul sebuah ide di pikiran Laengu. Dia menjelaskan ide yang dimilikinya pada sang sahabat Tengu.
Laengu berkata jika dia akan menjual Tengu sebagai budak pada raja yang berkuasa di sana. Meskipun demikian, Laengu berjanji akan membebaskan sahabatnya tersebut kelak.
Rasa percaya Tengu yang tinggi membuat dirinya menerima ide dari sahabatnya tersebut. Setelah membulatkan tekad, berangkatlah kedua sahabat tersebut ke hadapan sang raja.
Sesampainya di sana, Laengu kemudian menyampaikan maksud kedatangan mereka. Dirinya berkata hendak menjual Tengu pada sang raja sebagai budak.
Niat Laengu ini disambut baik oleh sang raja. Dirinya kemudian memberikan sejumlah uang pada Laengu dan menjadikan Tengu sebagai budaknya.
Setelah menerima uang dari sang raja, Laengu kemudian pergi berlayar meninggalkan daerah tersebut. Dia berlayar tanpa tujuan selama beberapa minggu lamanya.
Namun dia tidak pernah meninggalkan jauh daerah tersebut. Laengu hanya berniat mengelabui sang raja dan menganggap dirinya benar-benar pergi merantau dan meninggalkan daerah tersebut.
Berminggu-minggu kemudian, kapal Laengu kembali berlabuh ke daerah tersebut. Laengu kemudian turun dari kapal dan langsung menuju ke kediaman sang raja.
Namun tingkah Laengu tidak sama seperti sebelumnya. Dia berlaku dan bertingkah gila serta menyerang setiap orang yang berusaha mendekatinya. Ketika sampai di kediaman raja, Laengu langsung meneriakkan nama Tengu seolah-olah akan menghabisinya.
Tengu yang mendengar suara sahabatnya tersebut sempat merasa senang. Dia yakin bahwa sahabatnya menepati janji yang sudah diatur sebelumnya.
Begitu mendengar suara Laengu, Tengu bertingkah seolah-olah sedang ketakutan. Dirinya kemudian kabur melarikan diri dari kediaman sang raja.
Laengu yang melihat hal ini langsung mengejar Tengu dengan cepatnya. Orang-orang yang melihat hal ini merasa heran melihat Laengu memburu Tengu dengan membabi buta.
Sang raja yang melihat hal ini juga terpana begitu saja. Sang raja tidak bereaksi apa-apa melihat adegan yang baru saja terjadi di hadapannya.
Ketika sudah menjauh dari kediaman sang raja, kedua sahabat ini langsung berpelukan dan tertawa bersama. Mereka merasa senang karena rencana yang disusun Laengu ternyata bisa berhasil dengan sempurna.
Laengu dan Tengu kemudian langsung menuju kapal yang sudah disiapkan sebelumnya. Kedua sahabat ini melanjutkan perjalanan mereka dengan bekal uang yang didapatkan dari sang raja sebelumnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


