Kisah La Tengu adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Wawonii, Sulawesi Tenggara. Cerita rakyat ini berkisah tentang seorang anak yang mengelabui ibunya dengan sebuah rencana licik.
Bagaimana kisah lengkap dari cerita rakyat Wawonii, Sulawesi Tenggara tersebut?
Kisah La Tengu yang Licik, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara
Dikutip dari buku Cerita Rakyat Wawonii (Bahasa Daerah dan Bahasa Indonesia), alkisah pada zaman dahulu hiduplah seorang pemuda yang bernama La Tengu. Dirinya hidup berdua bersama sang ibu.
Di sekitar rumah mereka, tumbuh tanaman tebu yang sudah dirawat sang ibu sejak lama. Pohon tebu ini biasanya akan dipanen ketika sudah tiba masanya.
Pada suatu hari, La Tengu terlihat tergiur dengan tanaman tebu yang ada di rumahnya. Namun pada waktu itu masa panen belum tiba.
La Tengu kemudian menyampaikan keinginannya ini pada sang ibu. Dia meminta izin untuk menebang satu batang tebu yang ada di sekitar rumah mereka.
Namun permintaan ini ditolak oleh sang ibu. Dia meminta La Tengu untuk bersabar terlebih dahulu.
Karena musim panen belum tiba, maka pohon tebu tersebut masih muda dan belum ada airnya. Sang ibu meminta agar La Tengu menunggu beberapa saat hingga masa panen tiba nantinya.
La Tengu tentu kecewa dengan jawaban sang ibu. Apalagi dia hanya meminta satu batang saja untuk ditebang.
Dengan perasaan kesal, La Tengu pergi meninggalkan rumah. Namun otak liciknya menemukan sebuah rencana agar tetap bisa menebang pohon tebu tersebut.
Setelah pergi tidak jauh dari rumahnya, La Tengu mulai menyamar menjadi orang lain. Dia pun kembali ke rumah dan menyamar sebagai temannya.
Begitu sampai di rumah, La Tengu yang menyamar langsung meneriakan namanya. Dia berlagak seolah-olah tengah emosi dengan La Tengu.
Ibu La Tengu tentu keluar rumah mendengar kegaduhan ini. Dia pun menanyakan maksud kedatangan pemuda yang terlihat emosi di depan rumahnya.
La Tengu yang menyamar kemudian menanyakan keberadaan La Tengu pada sang ibu. Dia berkata jika La Tengu menyuruhnya datang ke rumah.
Sang ibu kemudian menjawab jika La Tengu tengah pergi ke luar rumah. Sang ibu tidak tahu ke mana perginya La Tengu pada waktu itu.
Pemuda ini makin terlihat emosi. Dia berkata jika La Tengu hendak mencari perkara dengan dirinya.
Dia langsung menendang batang tebu yang ada di sekitar rumah. Akibatnya batang tebu tersebut menjadi patah dan berserakan.
Sang ibu menjadi marah melihat hal tersebut. Dia berkata jika batang tebu tersebut tidak ada salah sama sekali dengan apa yang dialami pemuda tersebut.
Setelah mendengarkan perkataan sang ibu, pemuda ini langsung pergi begitu saja. Dia meninggalkan batang tebu yang sudah berserakan di sana.
Begitu pergi, La Tengu langsung membersihkan diri dan melepas semua penyamarannya. Sesaat kemudian, dia pun kembali pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, La Tengu pura-pura kaget melihat kondisi di sekitar. Dia bertanya pada sang ibu mengapa batang tebu berserakan di sana.
Sang ibu kemudian menjelaskan kejadian yang baru saja terjadi. Dia pun bertanya apakah mengenal pemuda yang sebelumnya datang ke rumah.
La Tengu pun menjelaskan jika dia tidak ada mengajak temannya untuk berkunjung ke rumah. La Tengu kemudian bertanya mau diapakan batang tebu yang berserakan di sana.
Sang ibu menjawab jika mereka tidak bisa berbuat banyak. Apalagi tebu tersebut tidak bisa ditanam lagi.
Akhirnya sang ibu menyuruh La Tengu memakan tebu tersebut. La Tengu tentu dengan senang hati menyambut perintah tersebut, sebab rencana liciknya ternyata membuahkan berhasil terlaksana dengan baik.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


