Pada Senin, 19 Januari 2026, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi ruang kolaborasi bagi generasi muda dalam membahas isu lingkungan melalui Climate Awareness Workshop: “From Waste to Climate Action.”
Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran pemuda mengenai keterkaitan antara pengelolaan sampah dan perubahan iklim, sekaligus mendorong aksi nyata yang relevan dengan konteks kehidupan sehari-hari.
Workshop dibuka dengan sambutan hangat dari Master of Ceremony (MC) yang membangun suasana partisipatif sejak awal kegiatan. Setelah memperkenalkan agenda dan tata tertib acara, peserta diajak untuk meningkatkan antusiasme dan kesiapan mengikuti rangkaian materi melalui pertanyaan pemantik sebagai pembuka sesi. Dukungan dari para mitra dan sponsor juga turut diapresiasi sebagai bagian penting dari terselenggaranya kegiatan ini.
Pemutaran film dokumenter yang menyoroti urgensi permasalahan penumpukan sampah dan dampaknya terhadap krisis iklim global membuka sesi utama diawali dari kegiatan ini. Tayangan tersebut menghadirkan gambaran nyata mengenai skala permasalahan limbah, mulai dari peningkatan volume sampah rumah tangga, keterbatasan kapasitas tempat pembuangan akhir, hingga konsekuensi lingkungan yang timbul akibat pengelolaan yang tidak optimal.
Peserta tidak hanya menyaksikan secara pasif, tetapi juga diarahkan untuk mencatat fakta-fakta penting yang dianggap paling mengejutkan atau relevan dengan kondisi di sekitar mereka. Pendekatan ini mendorong keterlibatan aktif sekaligus membangun kesadaran kritis bahwa isu sampah memiliki dimensi ekologis, sosial, dan ekonomi yang saling berkaitan.
Tayangan tersebut menjadi pengantar reflektif bahwa persoalan limbah bukan semata isu kebersihan, melainkan bagian dari sistem yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca dan percepatan krisis iklim.
Melanjutkan sesi tersebut, pembicara memaparkan penjelasan ilmiah mengenai hubungan antara pengelolaan sampah yang tidak tepat dengan peningkatan emisi gas rumah kaca, khususnya gas metana dari tempat pembuangan akhir dan asap pembakaran terbuka.
Peserta diajak memahami bagaimana praktik sehari-hari, seperti tidak memilah sampah atau membakar limbah, secara tidak langsung berkontribusi pada efek rumah kaca dan peningkatan suhu global.
Diskusi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab, di mana peserta mengaitkan materi dengan realitas di lingkungan tempat tinggal mereka. Pemahaman peserta didobrak untuk menjadi kesadaran akan urgensi perubahan perilaku sebagai bagian dari solusi jangka panjang dan tidak hanya berhenti pada aspek teoritis.
Untuk memperkuat pemahaman konseptual, pembicara menghadirkan demonstrasi langsung mengenai efek rumah kaca menggunakan alat sederhana seperti toples kaca, plastik pembungkus, lampu, dan termometer.
Peserta secara aktif mengamati perubahan suhu dan mendiskusikan mekanisme ilmiah di balik fenomena tersebut. Pendekatan eksperiensial ini membantu peserta memahami konsep secara visual dan aplikatif.

Sesi kemudian ditutup dengan refleksi bersama yang difasilitasi oleh MC dan pembicara. Dalam suasana yang lebih personal dan partisipatif, setiap peserta membagikan satu wawasan utama yang diperoleh serta satu komitmen kecil terkait pengelolaan sampah yang akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Momen ini menjadi penguatan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Penyerahan sertifikat apresiasi kepada pembicara menutup sesi secara resmi, sekaligus menjadi simbol penghargaan atas kontribusi dalam memperluas literasi dan kesadaran iklim peserta.
Memasuki sesi lanjutan, peserta tidak hanya berhenti pada pemahaman teori. Mereka ditantang untuk mentransformasi materi yang telah dipelajari menjadi pesan edukatif yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Dalam sesi “Game Time” dan School Content Mini Development, peserta merancang aktivitas interaktif seperti permainan, kuis, serta simulasi sederhana yang akan digunakan dalam kunjungan ke sekolah. Tahap simulasi dilakukan untuk memastikan metode pembelajaran yang disusun relevan, aplikatif, dan efektif dalam suasana kelas yang nyata.
Melalui rangkaian kegiatan ini, workshop tidak hanya meningkatkan literasi peserta mengenai isu sampah dan perubahan iklim, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan komunikasi dan desain pembelajaran yang berdampak.
Dengan pendekatan partisipatif dan berbasis praktik, kegiatan ini mempertegas peran pemuda sebagai agen perubahan yang mampu menerjemahkan isu global menjadi aksi lokal yang konkret.
“Workshop ini membuka cara pandang saya bahwa isu sampah bukan sesuatu yang jauh atau abstrak. Dari hal-hal sederhana yang kita lakukan sehari-hari, ternyata ada dampak besar terhadap krisis iklim,” ujar Turfah, salah satu Local Volunteer.
“Mengikuti Climate Awareness Workshop ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang hubungan antara sampah dan perubahan iklim, tetapi juga belajar bagaimana menyampaikan isu kompleks tersebut dengan cara yang sederhana dan menyenangkan,” ungkap Nafisa, Exchange Participant.
Sebagai organisasi kepemudaan yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan dan kontribusi terhadap isu-isu global, AIESEC in UIN Jakarta berkomitmen menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan dan transformatif.
Melalui Climate Awareness Workshop: “From Waste to Climate Action”, AIESEC in UIN Jakarta mendorong generasi muda untuk melihat pengelolaan sampah sebagai langkah awal dalam membangun budaya sadar iklim yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat keyakinan bahwa perubahan dapat dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


