Ada sebuah cerita rakyat dari Yogyakarta yang berkisah tentang asal usul tanduk rusa. Konon dulunya rusa belum memiliki tanduk seperti yang bisa dilihat saat ini.
Bagaimana kisah di balik asal usul tanduk rusa tersebut?
Kisah Asal Usul Tanduk Rusa, Cerita Rakyat dari Yogyakarta
Disitat dari buku Antologi Cerita Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta, pada zaman dahulu di lereng Gunung Merapi hiduplah seekor kuda yang gagah perkasa. Kuda ini memiliki dua buah tanduk yang sangat kokoh dan kuat.
Tanduk kuda ini bisa merobohkan apa saja yang ditanduknya. Hal ini membuat kuda sombong dan jumawa.
Dia sering memamerkan kekuatan tanduknya tersebut di hadapan para hewan lainnya. Perilaku sombong dari kuda ini sebenarnya tidak disukai oleh para hewan yang ada di hutan tersebut.
Namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa untuk menanggapi kuda. Sebab mereka juga tahu jika tanduk kuda tersebut bisa berbahaya untuk diri para hewan.
Akhirnya para hewan ini melaporkan kesombongan kuda pada raja hutan, yakni harimau. Harimau berkata jika dia memang sudah lama ingin menegur perilaku sombong dari kuda tersebut.
Namun sama seperti hewan lainnya, harimau juga takut dengan kekuatan tanduk kuda. Oleh sebab itu, dia mengajak semua hewan yang ada di hutan itu untuk bermusyawarah dan mencari solusi atas permasalahan tersebut.
Harimau merasa jika cara mengalahkan kuda bukanlah lewat adu kekuatan. Dirinya yakin para hewan mesti menggunakan otak dan mencari cara lain untuk mengalahkan kuda.
Di tengah kebingungan tersebut, tiba-tiba rusa muncul mengajukan diri. Rusa berkata bahwa dia akan mencari cara untuk mengalahkan kuda sombong tersebut.
Niat baik rusa disambut baik oleh harimau dan para hewan lain yang ada di sana. Mereka mendukung rusa agar bisa menemukan solusi yang tepat untuk permasalahan tersebut.
Rusa kemudian bertemu dengan kera dan menyusun rencana bersamanya. Kedua hewan ini memikirkan cara agar bisa mengalahkan kuda dengan mudah.
Setelah berpikir cukup lama, rusa dan kera akhirnya menemukan ide agar bisa menghindari tanduk kuda yang kuat. Mereka berencana untuk mengikat tanduk kuda dengan rotan di sebuah pohon besar.
Tepat pada hari yang ditentukan, kedua hewan ini langsung melancarkan aksinya. Pada awalnya, kuda dan kera menebar perasan kunyit merah di ladang rumput tempat kuda biasa makan.
Perasan kunyit merah ini akan membuat orang yang memakannya tertidur pulas. Benar saja, belum lama kuda makan di sana, dia sudah merasakan rasa ngantuk yang hebat dan tertidur dengan pulas.
Rusa dan kera kemudian langsung bergegas mengikat tanduk kuda tersebut. Setelah itu, rusa meminta kera berlarian dan berkata harimau akan memangsa mereka dengan kencangnya.
Dengan sigap kera langsung menjalankan arahan rusa. Kera langsung berlari dengan kencang dan berkata jika harimau akan memangsa mereka.
Teriakan ini tentu mengagetkan kuda dari tidurnya. Dengan cepat kuda langsung berlari begitu saja.
Tanpa sadar tanduk kuda langsung terlepas dari kepalanya. Namun hal ini baru dia sadari ketika sudah berlari jauh dari sana.
Rusa dan kera tertawa senang karena rencana mereka berhasil berjalan dengan lancar. Kedua hewan ini kemudian membawa tanduk kuda tersebut pada harimau.
Di hadapan semua hewan, harimau menyampaikan rasa terima kasihnya pada rusa dan kera. Harimau juga memberikan tanduk tersebut pada mereka sebagai hadiah atas jasa yang sudah dilakukan.
Kera menolak pemberian dari harimau tersebut. Dia berkata jika tanduk tersebut akan cocok dipakai rusa seutuhnya.
Sejak saat itu, rusa akhirnya mengenakan kedua tanduk di atas kepalanya hingga saat ini.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


