aiesec in untan hadirkan program global volunteer happy bus untuk memberdayakan generasi muda - News | Good News From Indonesia 2026

AIESEC in Untan Hadirkan Program Global Volunteer: Happy Bus untuk Berdayakan Generasi Muda

AIESEC in Untan Hadirkan Program Global Volunteer: Happy Bus untuk Berdayakan Generasi Muda
images info

AIESEC in Untan Hadirkan Program Global Volunteer: Happy Bus untuk Berdayakan Generasi Muda


AIESEC in Untan menegaskan komitmennya dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui peluncuran program Global Volunteer: Happy Bus.

Program yang berlangsung mulai dari 6—30 Januari 2026 ini dirancang sebagai inisiatif sosial yang mempertemukan relawan internasional dengan anak-anak di Pontianak. Tujuannya demi menciptakan dampak positif pendidikan dan pertukaran budaya yang inklusif.

Global Volunteer adalah sebuah pengalaman relawan lintas negara bagi pemuda yang ingin mengembangkan jiwa kepemimpinan sambil memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dunia.

Di Pontianak, program ini dikemas dengan tajuk "Happy Bus", sebuah konsep perjalanan edukasi yang "menjemput" dan mengantarkan ilmu pengetahuan kepada anak-anak di berbagai lokasi.

baca juga

Fokus utama dari Happy Bus tahun ini adalah mendukung Sustainable Development Goals point 4.7, yaitu memastikan semua peserta didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Anak-anak berhak mendapatkan akses yang setara ke pendidikan berkualitas, tidak peduli di mana mereka tinggal” ujar Ziscka Rayya Khairunisa Resa selaku Organizing Committee President program Global Volunteer: Happy Bus ini.

Selama hampir satu bulan, para relawan yang terdiri dari pemuda lokal (Local Volunteers) dan relawan internasional (Exchange Participants) dari negara-negara seperti Vietnam dan China, berkolaborasi secara intensif dalam menjalankan rangkaian program pengabdian dan edukasi.

Sinergi lintas budaya ini tidak hanya memperkaya perspektif para peserta, tetapi juga memperluas dampak sosial yang dihasilkan di setiap titik kegiatan.

baca juga

Mereka bergerak bersama mengunjungi berbagai pusat edukasi dan institusi sosial, dengan fokus pada transfer pengetahuan, penguatan kapasitas, serta pertukaran nilai budaya secara langsung.

Beberapa lokasi strategis yang menjadi pusat implementasi program antara lain Panti Asuhan Uswatun Hasanah yang terletak di Sungai Kakap, Kubu Raya, serta institusi pendidikan seperti SD Integral Luqman Al Hakim dan Sekolah Adicita Mulia. 

Ini menjadi ruang interaksi aktif antara relawan dan peserta didik dalam membangun pengalaman belajar yang inklusif dan inspiratif.

Kegiatan dalam program "Happy Bus" dikemas secara seru agar anak-anak tidak merasa bosan saat belajar. Melalui sesi"Around the World", relawan mengajak anak-anak "berkeliling dunia" dengan memperkenalkan bahasa, makanan, dan tarian dari berbagai negara untuk memperluas wawasan mereka.

Selain itu, ada sesi belajar bahasa Inggris lewat permainan menarik seperti lomba mengeja kata dan kuis interaktif agar mereka lebih percaya diri.

Tak hanya soal pelajaran, anak-anak juga diajak mengasah kreativitas melalui menggambar dan bernyanyi, serta dibekali motivasi agar berani bermimpi besar.

Program ini membawa manfaat nyata yang saling menguntungkan bagi anak-anak maupun para relawan. Bagi anak-anak di panti asuhan dan sekolah, mereka mendapatkan ilmu tambahan yang menyenangkan, kesempatan belajar bahasa asing langsung dari penuturnya, serta inspirasi baru untuk masa depan mereka.

baca juga

Sementara bagi para pemuda yang menjadi relawan, program ini menjadi wadah untuk melatih jiwa kepemimpinan dan kemampuan bekerja sama dengan orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda.

Dengan terjun langsung mengelola proyek sosial, para relawan belajar menjadi pribadi yang lebih peka dan siap beradaptasi dengan lingkungan baru.

“Program Happy Bus ini sangat membantu untuk bisa mengasah skill aku, mulai dari kesabaran, komunikasi, dan skill berbicara bahasa inggris aku juga meningkat karena kita akan membantu Exchange Participants menerjemahkan agar anak anak mengerti dan paham apa yang sedang dibicarakan” ungkap Farel Yoel Sipahutar salah satu pemuda lokal yang menjadi panitia.

Dengan berakhirnya program ini di akhir Januari 2026, diharapkan jejak kebaikan yang ditinggalkan oleh para relawan dapat terus berlanjut melalui semangat belajar yang telah ditularkan kepada anak-anak di setiap lokasi yang dikunjungi oleh "Bus Kebahagiaan" ini.

 

 

Penulis: Dyar Dhea Nova Sumardi

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.