AIESEC in UIN Jakarta menyelenggarakan AIESEC Future Leaders (AFL) Graduation Winter Peak 2025 pada Jumat, 20 Desember 2025 sebagai penutup rangkaian program kepemimpinan AIESEC Future Leaders. Kegiatan ini diikuti oleh 82 peserta AFL yang telah menjalani proses pembelajaran selama program berlangsung.
AFL Graduation menjadi momentum refleksi akhir sekaligus perayaan atas perjalanan kepemimpinan yang telah dilalui para peserta selama mengikuti AFL Winter Peak 2025. Kegiatan ini dirancang untuk membantu peserta menutup proses AFL dengan kesadaran penuh terhadap pengalaman, pembelajaran, serta dinamika yang terbentuk, baik secara individu maupun dalam kelompok.
Rangkaian acara diawali dengan sesi pembukaan yang meliputi check-in, roll dance, serta pemaparan agenda. Suasana dibangun agar peserta merasa aman, nyaman, dan terbuka dalam mengikuti seluruh rangkaian acara hingga akhir.
Sambutan pembukaan disampaikan oleh Presiden AIESEC in UIN Jakarta, Fidhalina Mahfizhah, yang menyampaikan bahwa AIESEC Future Leaders merupakan ruang pembelajaran bagi pemuda untuk mengenali diri, belajar dari proses, serta bertumbuh melalui pengalaman kepemimpinan yang nyata.
Memasuki sesi reflektif Our Museum, pengalaman reflektif peserta dibangun melalui konsep We Are in the Same Storm dan I See You. Dalam sesi ini, setiap peserta diberikan stiker dengan warna berbeda yang merepresentasikan pesan reflektif tertentu. Stiker tersebut kemudian ditempelkan pada kertas berisi pertanyaan atau ketakutan yang telah ditulis sebelumnya.
Melalui pendekatan ini, refleksi dilakukan secara anonim, sehingga peserta dapat saling melihat dan memahami pengalaman satu sama lain tanpa mengetahui identitas penulisnya. Sesi ini dirancang untuk membangun rasa empati, kebersamaan, dan kesadaran bahwa setiap peserta menghadapi proses dan tantangan yang serupa dalam perjalanan AFL.
Refleksi kemudian diperdalam melalui sesi Midnight Thought yang dipandu oleh Ketua Divisi Engagegment with AIESEC (EwA), Zahra Amabel Putri Saputra. Dalam sesi ini, seluruh peserta diarahkan untuk berbaring dan menenangkan diri dalam suasana hening.
Melalui narasi reflektif dan kata-kata motivasi, delegasi diajak merenungkan jatuh bangun selama perjalanan AFL, mulai dari rasa ragu, kelelahan, kegagalan, hingga proses bangkit dan bertahan. Sesi ini menjadi ruang perenungan personal bagi peserta untuk berdamai dengan proses yang telah mereka lalui.
Setelah refleksi individual, kegiatan berlanjut ke sesi Group Wrapped, di mana setiap kelompok menuangkan perjalanan tim mereka secara jujur dan autentik. Peserta menuliskan dinamika nyata yang terjadi selama program, termasuk tantangan, konflik, dan momen kebersamaan, sebagai bentuk pembelajaran kolektif tanpa penghakiman.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi Our Last Party, di mana seluruh peserta bersama-sama menyaksikan pemutaran video perjalanan AFL melalui layar utama. Video yang ditampilkan merupakan kumpulan dokumentasi dan vlog dari masing-masing kelompok peserta, serta kompilasi video dari panitia.
Sesi ini menjadi momen emosional yang merangkum perjalanan AFL dari awal hingga akhir sebagai satu kesatuan cerita.
Kegiatan ditutup dengan Games Session untuk menjaga energi dan kebersamaan para delegasi menjelang akhir acara. Setelah itu, sesi Reward and Recognition (RnR) dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, coaches, dan kelompok terbaik selama program AFL Winter Peak 2025.

Salah satu penerima penghargaan Best Coach, Syifa Salsabila, menyampaikan kesannya terhadap penyelenggaraan AIESEC Future Leaders. “Secara keseluruhan, AFL disiapkan dengan sangat baik sejak awal hingga akhir program. Meskipun kegiatan berlangsung secara rutin setiap minggu, organizing committee selalu memberikan persiapan yang matang, baik dari segi konsep acara, sesi, maupun kebutuhan peserta,” ujarnya. Ia juga menambahkan, “Sesi luring memberikan dampak yang besar dalam membangun kedekatan dan kebersamaan, sehingga membuat kami semakin semangat untuk terus terlibat dalam AFL ke depannya.”
Sementara itu, Nuha Nabilah, salah satu peserta yang meraih penghargaan Best Delegate, mengungkapkan antusiasmenya mengikuti AFL sejak awal program. “Sejak awal, aku sudah merasa antusias karena penasaran dengan AFL. Dari program ini, aku mendapatkan banyak pemahaman baru tentang kepemimpinan,” tuturnya.
Menurutnya, “Leadership bukan hanya tentang memimpin atau memberi arahan, tetapi juga tentang bekerja bersama dalam satu tim, membangun relasi, dan saling mendukung.” Ia menilai bahwa pengalaman, pembelajaran, serta pertemuan dengan sesama peserta, organizing committee, dan coaches memberikan dampak positif yang sangat berharga.
Dari sisi panitia, Putri Halimah selaku panitia AFL Graduation menyampaikan bahwa AFL Winter Peak 2025 memiliki karakteristik peserta yang cukup berbeda. “Pesertanya didominasi oleh mahasiswa baru yang benar-benar sedang dalam fase ingin tahu dan ingin belajar banyak hal, khususnya tentang kepemimpinan dan pengembangan diri,” jelasnya.
Ia menambahkan, “Vibes-nya terasa lebih segar karena peserta aktif bertanya dan ingin terlibat.” Putri juga berharap ke depannya AFL dapat menjangkau lebih banyak peserta. “Semoga AFL selanjutnya bisa diikuti oleh lebih banyak pemuda agar dampak yang dihasilkan semakin luas, khususnya di lingkungan UIN Jakarta. Untuk mahasiswa yang tertarik, AFL 2026 sangat terbuka untuk diikuti.”
AFL Graduation Winter Peak 2025 menjadi ruang penutup perjalanan AIESEC Future Leaders secara utuh mulai dari proses belajar, refleksi diri, dinamika kelompok, hingga kebersamaan yang terbangun sepanjang program.
Melalui rangkaian sesi reflektif dan apresiatif, kegiatan ini tidak hanya menandai berakhirnya program AFL, tetapi juga merangkum pengalaman yang akan terus dibawa oleh para delegasi dalam perjalanan akademik, organisasi, maupun pengembangan diri mereka ke depannya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


