AIESEC in UIN Jakarta kembali mengadakan rangkaian kegiatan AIESEC Future Leaders (AFL) melalui Capacity Building 4 bertema “Meningkatkan AI Literacy untuk Pitching & Ideation” pada Sabtu, 29 November 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh 82 peserta AIESEC Future Leaders sebagai bagian dari rangkaian Winter Peak 2025. Capacity Building 4 bertujuan untuk membekali peserta dengan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), sebagai alat pendukung dalam proses pengembangan ide dan penyusunan pitch yang lebih terarah dan efektif.
Acara ini ditujukan untuk membantu para peserta AIESEC Future Leaders memahami bagaimana teknologi, khususnya AI, dapat digunakan sebagai alat bantu dalam menyusun ide, membuat pitch deck, dan menyampaikan gagasan dengan lebih terarah. Tujuannya bukan agar peserta bergantung pada teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya dengan tepat sebagai pendukung proses berpikir.
Sesi dibuka dengan RollDance, Check-In, dan penyampaian agenda untuk membangun suasana yang hangat dan kondusif. Acara kemudian berlanjut pada sesi utama bersama Sasha Nabila Fortuna, Officer Development Program IT di Bank Syariah Indonesia.
Dalam pemaparannya, Sasha menjelaskan konsep dasar AI menggunakan contoh yang dekat dengan kegiatan sehari-hari. Ia juga menunjukkan bagaimana AI dapat membantu menyusun argumen, menyusun struktur presentasi, hingga memberi alternatif sudut pandang saat menyusun solusi. Peserta diperkenalkan pada teknik dasar prompting agar hasil yang diberikan AI bisa lebih sesuai dengan kebutuhan.
Pada sesi praktik, peserta mencoba membuat prompt untuk mengembangkan draft pitch deck, mulai dari menentukan masalah hingga menemukan solusi awal. Beberapa kelompok kemudian mempresentasikan hasilnya dan mendapat masukan langsung dari pembicara. Melalui sesi ini, peserta belajar bahwa penggunaan AI tetap membutuhkan arahan, pemahaman, dan keputusan dari manusia.
Sasha juga mengingatkan pentingnya memahami etika penggunaan AI, termasuk menjaga privasi data, mengenali potensi bias, serta memastikan keputusan akhir tetap berada di tangan pengguna. Pemahaman ini menjadi bekal agar peserta tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga bertanggung jawab dalam penerapannya.
Selain berfokus pada aspek teknis, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi peserta mengenai peran teknologi dalam mendukung proses kepemimpinan dan pengambilan keputusan.
Peserta diajak untuk memahami bahwa AI bukanlah pengganti kreativitas maupun pemikiran kritis manusia, melainkan alat bantu yang perlu digunakan secara bijak. Melalui diskusi dan praktik langsung, peserta belajar menilai relevansi output AI serta menyesuaikannya dengan konteks permasalahan yang dihadapi.
Tingginya partisipasi peserta menunjukkan antusiasme peserta AIESEC Future Leaders terhadap topik AI Literacy yang dinilai relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan calon pemimpin muda di era digital.
Sepanjang kegiatan berlangsung, peserta terlihat aktif berpartisipasi, baik melalui diskusi, sesi tanya jawab, maupun kerja kelompok, meskipun acara dilaksanakan secara daring. Interaksi yang terbangun selama sesi ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang interaktif dan aplikatif mampu membuat peserta tetap terlibat dan fokus mengikuti rangkaian kegiatan.

“Menurut saya AFL Capacity Building 4 kemarin sangat insightful, terutama karena membahas dasar penggunaan AI dan pentingnya menyusun prompt dengan tepat. Dari sesi ini saya jadi lebih paham bahwa AI bukan sekadar alat instan, tetapi tools yang hasilnya bergantung pada kejelasan tujuan dan instruksi penggunanya. Semoga ke depannya bisa ada lebih banyak sesi praktik langsung dan contoh yang dekat dengan kegiatan akademik atau organisasi,” ujar Rayya Faradila, Peserta AIESEC Future Leaders Group 13.
“Saya merasa sangat terkesan mengikuti Capacity Building 4 ini. Materi mengenai AI benar-benar memberi pengetahuan baru dan insight yang bermanfaat. Semoga kedepannya saya bisa mengikuti CB lagi dengan materi baru, baik tentang AI maupun topik menarik lainnya,” ujar Aidi Almas Syam, Peserta AIESEC Future Leaders Group 13.
Menjelang penutupan, panitia menyampaikan agenda selanjutnya, yaitu Company Visit ke Blu by BCA pada Selasa, 2 Desember 2025, sebagai persiapan menuju tahapan akhir AIESEC Future Leaders. Acara kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi dan Check-Out.
Melalui Capacity Building 4, AIESEC in UIN Jakarta berharap peserta dapat lebih siap menghadapi perubahan zaman, terutama dengan menggabungkan kemampuan literasi digital dan komunikasi strategis sebagai bekal dalam berkarya dan berkontribusi di dunia profesional.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


