model penguatan pendidikan dan spiritualitas masyarakat berbasis kolaborasi mahasiswa studi pengabdian di desa ciburayut - News | Good News From Indonesia 2026

Model Penguatan Pendidikan dan Spiritualitas Masyarakat Berbasis Kolaborasi Mahasiswa

Model Penguatan Pendidikan dan Spiritualitas Masyarakat Berbasis Kolaborasi Mahasiswa
images info

Model Penguatan Pendidikan dan Spiritualitas Masyarakat Berbasis Kolaborasi Mahasiswa


Pengabdian kepada masyarakat merupakan implementasi konkret Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menekankan integrasi keilmuan dan pemberdayaan sosial.

Melalui program Kuliah Kerja Sosial (KKS) mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) yang berlangsung di Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor telah selesai dilaksanakan dalam kurun waktu selama sebulan, yang dimulai pada tanggal 15 Januari 2026 dan berakhir pada tanggal 15 Februari 2026.

KKS tersebut dapat berhasil dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan metode partisipatif. Pendekatan diperoleh melalui observasi lapangan, dokumentasi kegiatan, dan refleksi evaluatif bersama masyarakat. 

Dalam kegiatan KKS tersebut dapat menunjukkan bahwa integrasi program pendidikan formal, nonformal, dan pembinaan spiritual mampu meningkatkan partisipasi belajar, kemampuan literasi Al-Qur’an, serta sosial masyarakat. Model kolaboratif antara mahasiswa, sekolah, pengurus masjid, dan Karang Taruna menjadi faktor kunci keberhasilan program.

Pendidikan dan spiritualitas merupakan dua elemen fundamental dalam pembangunan masyarakat berbasis nilai. Dalam konteks pedesaan, penguatan kedua aspek ini membutuhkan pendekatan partisipatif yang melibatkan seluruh unsur sosial. Perguruan tinggi, melalui program pengabdian masyarakat, memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi tersebut.

Program Kuliah Kerja Sosial (KKS) yang dilaksanakan mahasiswa Fakultas Agama Islam UHAMKA menjadi salah satu upaya konkret dalam menjawab kebutuhan masyarakat Desa Ciburayut. Desa ini memiliki potensi religius yang kuat, namun masih memerlukan penguatan dalam aspek literasi keagamaan, pendampingan akademik, dan pengembangan karakter generasi muda.

Kegiatan KKS FAI Kelompok 18 diawali melalui observasi awal dan dialog dengan tokoh desa serta perancangan program berbasis integrasi pendidikan dan pembinaan spiritual adapun implementasi kegiatan, dilakukan secara terjadwal selama masa KKS.

KKS FAI 18 melanjutkannya dengan sebuah evaluasi reflektif, bersama perangkat desa dan mitra lembaga melalui subjek kegiatan yang meliputi peserta didik usia dini, siswa sekolah menengah, serta masyarakat umum yang aktif dalam kegiatan keagamaan.

1. Penguatan Spiritualitas Berbasis Masjid

Masjid menjadi pusat aktivitas sosial-keagamaan masyarakat. Mahasiswa berkolaborasi dalam kegiatan pengajian, tawasulan, dan pembacaan Al-Qur’an di Masjid Jami Sabilul Muchtar. Keterlibatan aktif ini membangun legitimasi sosial serta memperkuat relasi emosional antara mahasiswa dan warga.

Pendekatan spiritual terbukti efektif sebagai pintu masuk membangun kepercayaan sosial (social trust), yang selanjutnya mempermudah implementasi program pendidikan. 

2. Intervensi Pendidikan Formal dan Nonformal

Kontribusi pendidikan dilaksanakan melalui tiga skema utama:

  • Pembelajaran kaligrafi di SMP Widya Bakti, dengan fokus pada peningkatan keterampilan menulis huruf Arab sesuai kaidah serta penanaman nilai estetika Islam.
  • Penguatan pendidikan anak usia dini di PAUD Aulia melalui metode pembelajaran interaktif berbasis karakter.
  • Bimbingan belajar dan tahsin Al-Qur’an, dilaksanakan rutin setiap sore di masjid desa, mencakup peserta dari jenjang PAUD hingga SMA.

Hasil observasi menunjukkan peningkatan partisipasi belajar, keberanian berbicara di depan umum melalui lomba ceramah, serta perbaikan kualitas bacaan Al-Qur’an peserta.

3. Kolaborasi Sosial dan Penguatan Kohesi Masyarakat

Program tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga membangun interaksi sosial melalui kunjungan warga, diskusi bersama tokoh masyarakat, serta kegiatan olahraga lintas generasi. Strategi ini memperkuat kohesi sosial dan mempercepat proses adaptasi mahasiswa di tengah masyarakat.

4. Luaran Berkelanjutan: Kaligrafi Permanen

Sebagai output nyata, mahasiswa bersama Dewan Kemakmuran Masjid dan Karang Taruna merealisasikan kaligrafi permanen pada dinding Masjid Jami Sabilul Muchtar. Karya ini menjadi simbol keberlanjutan pengabdian serta identitas religius desa. Luaran fisik ini mempertegas bahwa pengabdian tidak berhenti pada program temporer, tetapi meninggalkan jejak jangka panjang.

Implikasi dan Relevansi bagi Pembangunan Desa

Model kolaborasi berbasis pendidikan dan spiritualitas yang diterapkan di Desa Ciburayut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui pendekatan integratif. Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus menjaga nilai-nilai lokal yang telah berkembang.

Bagi konteks pembangunan nasional, praktik ini menjadi contoh bagaimana pengabdian mahasiswa dapat berkontribusi dalam menciptakan desa yang berdaya, religius, dan berorientasi pada pendidikan.

Ragam Kegiatan KKS di Desa Ciburayut | sumber foto: Dok. Kelompok KKS 18 / Dok. Pribadi Muhammad Romdoni
info gambar

Ragam Kegiatan KKS di Desa Ciburayut | sumber foto: Dok. Kelompok KKS 18 / Dok. Pribadi Muhammad Romdoni


Program KKS mahasiswa FAI UHAMKA di Desa Ciburayut membuktikan bahwa pendekatan partisipatif berbasis kolaborasi efektif dalam memperkuat pendidikan dan spiritualitas masyarakat. Integrasi kegiatan formal, nonformal, dan sosial menghasilkan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas individu serta kohesi sosial.

Pengabdian masyarakat bukan sekadar implementasi kewajiban akademik, melainkan proses transformasi sosial yang menghadirkan nilai kebermanfaatan bersama. Model ini berpotensi direplikasi pada desa lain dengan karakteristik serupa sebagai strategi pembangunan berbasis komunitas.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.