Di tengah pesatnya perkembangan teknologi finansial, kesadaran akan keamanan aset digital menjadi krusial. Sabtu sore, 15 Februari 2026, La Luna Space disulap menjadi ruang kelas masa depan. Dua raksasa industri blockchain, Trust Wallet dan Meta Pool, berkolaborasi dengan Malang Crypto Alliance untuk menyapa Kawan GNFI di Malang dengan misi edukasi yang mendalam.
Transisi menuju masa depan digital semakin nyata dengan hadirnya konsep Web3, yang menawarkan visi tentang akses dan kontrol aset secara mandiri. Di sinilah literasi kripto menjadi sangat krusial.
Kawan GNFI perlu memahami bahwa di tengah maraknya kegagalan bursa kripto terpusat, konsep self-custody atau penyimpanan mandiri menjadi "mantra baru" yang wajib dikuasai demi menjaga kedaulatan kekayaan digital pribadi. Memahami dasar-dasar Decentralized Finance (DeFi) memungkinkan setiap individu untuk memegang kendali penuh atas aset mereka tanpa bergantung pada pihak ketiga
Workshop bertajuk “Akses dan Kontrol Aset Kripto secara Mandiri” ini hadir sebagai respons atas maraknya tantangan di dunia kripto. Di tengah kegagalan bursa terpusat (CEX), istilah self-custody atau penyimpanan mandiri kini menjadi mantra baru yang wajib dipahami oleh masyarakat luas.
Acara ini tidak hanya menyasar para ahli, tetapi juga membuka pintu bagi masyarakat umum yang ingin mengenal dasar-dasar Decentralized Finance (DeFi). Peserta yang didominasi oleh anak muda ini diajak untuk mulai mengambil kendali penuh dan tidak lagi bergantung pada pihak ketiga dalam menyimpan kekayaan digital mereka.
Memasuki era ekonomi digital, pemahaman mengenai manajemen keuangan konvensional saja tidak lagi cukup. Transformasi digital bagi para pelaku ekonomi, termasuk UMKM, kini bukan lagi sebuah pilihan mewah, melainkan strategi bertahan hidup dan fondasi utama untuk tetap relevan.
Digitalisasi membuka peluang transparansi melalui teknologi seperti blockchain, yang tidak hanya berfungsi sebagai instrumen mata uang kripto, tetapi juga sebagai alat pembangun kepercayaan konsumen melalui jejak digital yang transparan. Tanpa literasi finansial yang kuat, potensi besar dari teknologi ini dapat berubah menjadi risiko yang merugikan.
Ketua Malang Crypto Alliance, Mas Fajru, menekankan bahwa kehadiran komunitas ini sangat penting mengingat besarnya jumlah mahasiswa di Malang yang sudah mulai melek aset digital. Menurutnya, memahami perkembangan teknologi adalah kebutuhan mutlak agar bangsa ini tidak tertinggal dari negara lain.
Senada dengan itu, Putra Arfiansyah selaku perwakilan Trust Wallet Indonesia, menambahkan bahwa ruang edukasi ini adalah sarana untuk memberikan manfaat nyata bagi publik. Namun, ia mengingatkan Kawan GNFI bahwa literasi teknologi harus selalu dibarengi dengan pemahaman risiko yang matang.
“Intinya, literasi dan pemanfaatan yang bijak adalah fondasi utama keberlanjutan Web3,” ujar mahasiswa UNESA tersebut.
Pada akhirnya, literasi finansial dan digital adalah kunci untuk menghadapi masa depan dengan optimisme. Dengan menggenggam pemahaman sains dan teknologi di satu tangan, serta memegang teguh etika dan kewaspadaan di tangan lainnya, kita dapat membangun ekosistem digital yang inklusif dan transparan.
Masa depan Indonesia berada di tangan mereka yang tidak hanya siap berinovasi, tetapi juga memiliki kedalaman literasi untuk mengelola setiap peluang di era digital yang dinamis ini.
Arek Malang melalui kegiatanb inisiatif seperti ini kembali membuktikan bahwa generasi mudanya siap beradaptasi dengan disrupsi teknologi global. Semangat literasi ini mengirimkan pesan optimis bahwa masa depan ekonomi digital Indonesia berada di tangan anak muda yang cerdas, bijak, dan berdaya secara mandiri.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


