Selain Ngawi di Jawa Timur dan Ngawi di Selandia Baru, ternyata ada juga nama kota atau daerah di Indonesia yang mirip dengan negara lain. Adalah Kota Baru di Jawa Timur dengan Cotabatu di Filipina. Keduanya berbeda dari penulisan, tapi serupa saat diucapkan.
Kota Batu dan Cotabatu tidak memiliki keterikatan sejarah. Namun, nama keduanya yang tampak sedikit mirip menjadi topik menarik yang bisa dibahas. Kira-kira, apa bedanya?
Kota Batu: Kota Wisata Populer di Jawa Timur
Siapa tak kenal Kota Batu? Kota yang merupakan “pecahan” dari Kabupaten Malang ini dikenal sebagai kota wisata andalan di Jawa Timur. Konon, saking cantiknya Kota Batu, Belanda pernah menjuluki kota ini sebagai De Kleine Zwitserland atau Swiss Kecil di Pulau Jawa.
Dengan luas sekitar 194,17 km2, Kota Batu berada di wilayah dataran tinggi. Udaranya sejuk, pun alamnya masih sangat asri dan indah.
Secara geografis, Kota Batu berada di ketinggian 921 mdpl dan dikelilingi beberapa gunung, yakni Gunung Panderman, Gunung Arjuno, dan Gunung Wukir. Hal ini membuat suhu di Batu terasa dingin.
Kota Batu menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur. Tiap tahunnya, jutaan wisatawan datang ke Batu untuk berlibur.
Kawan GNFI mungkin ada yang familier dengan Jawa Timur Park alias Jatimpark, bukan? Tempat wisata yang sangat populer di kalangan anak-anak itu berada di Kota Batu. Selain itu, Batu Night Spectacular (BNS), Musem Satwa, Museum Angkut, Alun-Alun Batu juga menjadi lokasi favorit untuk berlibur.
Kota Batu juga memiliki wisata alam yang menyejukkan, seperti coban-cobanan atau air terjun. Di sisi lain, banyak villa atau penginapan yang disediakan bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu liburannya ke kota kecil ini.
Saat liburan tiba, Kota Batu akan penuh bak lautan manusia. Pelancong akan berondong-bondong datang untuk menikmati pengalaman berlibur di Kota Apel itu. Bahkan, kemacetan biasanya akan mengular panjang dari arah Kota Malang.
Cotabatu: Simpul Perdagangan Penting di Mindanao
Berbeda dengan Kota Batu yang unggul dalam bidang periwisata, Cotabatu di Filipina merupakan kota besar yang berfungsi sebagai pusat komersial, industri, keuangan, pendidikan, hingga kesehatan di Pulau Mindanao; satu dari dua pulau utama dan terbesar di Filipina.
Lokasinya sangat strategis karena berada di jantung Mindanao. Kota ini juga saling terkoneksi dengan kota-kota besar di Mindanao, seperti Davao, Cagayan de Oro, Zamboanga City, Dipolog, dan General Santos.
Cotabatu menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan paling pesat di Mindanao. Di sini, berdiri banyak pusat perbelanjaan lokal dan nasional.
Menariknya, meskipun mayoritas penduduk Filipina beragama Katolik, Cotabatu justru sedikit berbeda. Banyak penganut Islam di kota ini. Meskipun demikian, agama-agama lain juga hidup berdampingan bersama.
Melansir dari situs resmi Pemkot Bandung, Cotabatu ternyata pernah menjalin kerja sama sister city dengan Kota Bandung pada 2017 silam. Keduanya memiliki banyak kesamaan, salah satunya adalah demografi penduduk yang mayoritasnya beragama Muslim.
Di Cotabatu, Kawan GNFI bisa menemukan masjid terbesar di Filipina, Masjid Sultan Haji Hassanal Bolkiah. Masjid ini mampu menampung sekitar 15.000 jemaah dan dikatakan menjadi salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara.
Masjid Sultan Haji Hassanal Bolkiah didanai oleh Sultan Brunei. Oleh karena itu, sebagai bentuk penghormatan, namanya dijadikan sebagai nama masjid.
Kawan GNFI, Kota Batu dan Cotabatu memang berbeda. Namun, keduanya memiliki kesamaan kecil, yakni kota dengan demografi Muslim yang cukup besar.
Kota Batu akan terus dikembangkan sebagai tempat wisata andalan di Jawa Timur. Sementara itu, Cotabatu juga akan terus bertumbuh sebagai kota pusat perdagangan dan ekonomi di Mindanao.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


