Bagi orang tua yang punya anak kecil, salat tarawih masih menjadi dilema. Mau dibawa, takut mengganggu kekhusyukan jamaah lain; ditinggal di rumah, tidak ada yang jaga. Orang tua mau absen, tapi Ramadan hanya setahun sekali.
Di Deresan, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Kawan bisa salat tarawih dengan tenang karena ada fasilitas penitipan anak gratis di area masjid.
Program ini digerakkan takmir Masjid Nurul Ashri selama Ramadan. Anak-anak bisa bermain di ruangan khusus sehingga orang tua bisa salat lebih khusyuk.
"Untuk mendukung hal kekhusyukan jemaah jadi kita menyediakan penitipan anak ketika tarawih," ujar Miftah.
Bukan Program Baru, Tapi Baru Viral
Sebenarnya, fasilitas penitipan anak gratis di masjid bukan pertama kalinya. Masjid Nurul Ashri telah konsisten selama tiga tahun menerapkan program ini tiap Ramadan. Ini diungkapkan langsung oleh Koordinator Divisi Pendidikan Masjid, Miftah Al Rizqa.
"Ini bukan pertama kali jadi tahun-tahun sebelumnya sudah pernah tapi publish-nya mungkin kurang mendapat perhatian. Biasanya cuma kita umumkan saja ketika tarawih ketika subuh diumumkan secara langsung nggak langsung di media sosial. Tahun ini di media sosial mendapatkan cukup banyak atensi. Ini bukan tahun pertama tapi tahun ketiga ada penitipan anak," kata Miftah, Rabu (18/2), dikutip dari Kumparan.
Saat masjid lain hanya berfokus pada program kajian dan iftar, Masjid Nurul Ashri menambah program dan fasilitas baru yang jarang dicanangkan. Fasilitas khusus anak membuat masjid ini lebih inklusif serta ramah ibu dan anak.
Kolaborasi dengan Pesantren, Santri yang Bertugas
Untuk menerapkan program penitipan anak, Masjid Nurul Ashri tidak bekerja sendiri. Pengurus masjid berkolaborasi dengan Pesantren SahabatQu.
Gedung pesantren yang dipakai untuk penitipan anak berada di sebelah utara masjid. Ruangannya cukup luas dengan daya tampung sekitar 20 anak. Di tempat penitipan anak juga disediakan mainan anak-anak agar menciptakan rasa nyaman terhadap anak.
Yang menjaga adalah santriwati yang sedang berhalangan, sehingga tidak menjalankan Salat Tarawih.
"Harapannya ada penitipan anak tadi itu bisa jeritan-jeritan anak-anak nggak ada. Mereka bisa bermain di tempatnya dan ibu-ibu juga bisa tenang dalam beribadah ketika meninggalkan anak,” imbuhnya.
Cara Daftar Mudah, Tanpa Paksaan
Untuk bisa memanfaatkan fasilitas ini, caranya cukup mudah dan gratis alias tidak ada biaya. Orang tua bisa mendaftar lewat WhatsApp atau datang sebelum Tarawih.
Meski demikian, memang tidak semua anak mau untuk berpisah dengan orang tuanya sehingga tidak ada paksaan. Pun pengurus tidak melarang para orang tua membawa anak ikut salat.
"Anaknya harus mau ditinggal dulu kan, dan itu butuh penyesuaian. Jadi tidak semuanya mau," kata Miftah.
Dari pengalaman tahun lalu, jumlah anak yang dititipkan sekitar tiga sampai lima anak per malam. Artinya, program ini lebih soal kesiapan psikologis anak dan orang tua, bukan sekadar fasilitas tersedia.
Komitmen Masjid untuk Jadi Inklusif
"Kita pengin memfasilitasi semua termasuk lansia termasuk anak-anak pun. Orang tuanya kajian, anak-anak main di sini lihat kolam mereka baca buku, mainan," pungkasnya.
Konsep masjid ramah anak sendiri merujuk pada ruang ibadah yang menyediakan fasilitas aman, nyaman, dan inklusif bagi anak. Termasuk ruang bermain, buku bacaan, dan pengawasan.
Secara sosial, pendekatan ini punya dampak jangka panjang. Anak tidak merasa dimarahi setiap datang ke masjid. Mereka tumbuh dengan pengalaman positif, bukan teguran untuk diam dan jangan berisik.
Di banyak tempat, teguran keras sering membuat anak enggan kembali. Di Deresan, pendekatannya berbeda. Anak diberi ruang dan orang tua diberi dukungan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


