Legenda asal usul burung wa ngkalirihu menjadi salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Legenda ini berkisah tentang asal usul dari burung tersebut dulunya.
Menurut ceritanya, burung ini dulunya merupakan seorang gadis yang tidak disukai oleh kedua orang tuanya. Hal ini disebabkan karena gadis tersebut memiliki kebiasaan aneh dan tidak umum seperti anak pada umumnya.
Karena merasa kedua orang tuanya sudah tidak menyayanginya lagi, gadis tersebut akhirnya memutuskan untuk meninggalkan mereka. Dari sinilah nantinya gadis tersebut berubah wujud hingga menjadi seekor burung wa ngkalirihu.
Lantas bagaimana kisah lengkap dari legenda asal usul burung wa ngkalirihu tersebut? Simak cerita lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Legenda Asal Usul Burung Wa Ngkalirihu, Cerita Rakyat dari Wakatobi Sulawesi Tenggara
Dilihat dari buku Cerita Rakyat Wakatobi (Bahasa Wakatobi dan Bahasa Indonesia), dikisahkan pada zaman dahulu hiduplah seorang gadis yang bernama Wa Mokori. Dirinya tinggal bersama kedua orang tuanya.
Namun sayang, Wa Mokori tidak disukai oleh ayah dan ibunya. Hal ini diakibatkan karena Wa Mokori memiliki tingkah dan perilaku yang aneh.
Bahkan nama yang diberikan padanya juga berdasarkan tingkah laku tersebut. Perbuatan yang dilakukan oleh Wa Mokori berbeda jauh dengan anak-anak sebayanya.
Wa Mokori memiliki kebiasaan mengoleskan kunyit ke seluruh badannya. Kunyit ini dia tumbuk hingga halus dan seperti bedak bubuk.
Nantinya bedak kunyit tersebut akan dia oleskan ke semua tubuhnya. Hal ini tentu membuat kulit Wa Mokori berwarna kekuningan.
Ayah dan ibu Wa Mokori sudah melarangnya berulang kali untuk melakukan kebiasaan tersebut. Namun Wa Mokori tetap saja melakukan kebiasaannya mengoleskan bedak kunyit.
Bahkan dia selalu memanjat loteng rumahnya ketika ingin mengoleskan bedak kunyit tersebut. Dengan demikian, Wa Mokori bisa leluasa mengoleskan bedak kunyit tersebut ke seluruh tubuhnya.
Ayah Wa Mokori sehari-hari bekerja sebagai nelayan. Biasanya ayahnya akan pergi berhari-hari untuk pergi melaut dan mencari ikan yang nantinya digunakan sebagai keperluan sehari-hari.
Ketika sang ayah pulang, ibu Wa Mokori biasanya akan menghidangkan makanan untuk dimakan bersama. Namun tidak pernah sekalipun Wa Mokori dipanggil oleh sang ayah untuk makan bersamanya.
Lama kelamaan, Wa Mokori merasa bahwa sang ayah sudah tidak menyayanginya lagi. Suatu harti, Wa Mokori menemui sang ibu dan menyampaikan isi hatinya.
Wa Mokori meminta sang ibu untuk menyampaikan pesan darinya pada ayahnya. Wa Mokori berpesan agar sang ayah tidak boleh menyesal di kemudian hari, sebab dia akan pergi meninggalkan mereka.
Setelah meninggalkan pesan tersebut, Wa Mokori kemudian naik ke sebuah pohon besar. Dirinya tinggal di atas pohon tersebut dan tidak pernah turun ke bawah.
Sang ibu biasanya akan membawakan makanan untuk Wa Mokori setiap harinya. Namun Wa Mokori tidak pernah menyentuh dan memakan makanan yang dibawakan oleh sang ibu.
Dirinya hanya berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya. Hal ini terus dia lakukan ketika melihat sang ibu akan memberikan makan untuknya.
Lama kelamaan, tubuh Wa Mokori berubah menjadi seekor burung. Dirinya tidak pernah lagi kembali ke wujud manusia.
Konon perubahan yang terjadi di tubuh Wa Mokori inilah yang menjadi asal usul burung wa ngkalirihu. Setiap pagi burung ini akan mengeluarkan suara, "Sia koho-koho" ketika akan diberi makan.
Begitulah kisah dari legenda asal usul burung wa ngkalirihu dalam cerita rakyat Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


