AIESEC in UIN Jakarta menyelenggarakan Local Conference 9.0 (BEST 9.0) sebagai forum pengembangan kepemimpinan yang berlangsung selama tiga hari, pada 12–14 Desember 2025, di MMCC Serua Green Village.
Mengusung tema Raya and The Last Dragon, kegiatan ini dihadiri oleh anggota aktif dan calon anggota AIESEC in UIN Jakarta sebagai ruang untuk memperkuat koneksi, memperdalam refleksi, serta menyiapkan keberlanjutan organisasi.
Local Conference 9.0 menjadi wadah strategis bagi AIESEC in UIN Jakarta untuk mengajak peserta melihat kembali perjalanan mereka dalam organisasi, sekaligus mempersiapkan transisi menuju fase kepemimpinan berikutnya. Melalui rangkaian sesi reflektif dan experiential learning, peserta diajak memahami dinamika proses yang telah dijalani, baik dari sisi peran organisasi, nilai kepemimpinan, maupun tantangan personal yang membentuk pertumbuhan individu.
Hari pertama konferensi dibuka dengan Opening Plenary yang dipandu oleh Agenda Manager dan Conference Manager, dilanjutkan dengan sambutan oleh Muhammad Bayu Arya Saepullah selaku Chair. Pada sesi ini, peserta diajak menyelaraskan ekspektasi serta memahami arah besar konferensi.
Sesi utama hari pertama, The Spark We Ignite, disampaikan oleh Fidhalina Mahfizhah selaku Presiden AIESEC in UIN Jakarta, yang mengajak peserta merefleksikan perjalanan satu periode kepengurusan melalui aktivitas evaluatif Bimasena Wrapped 2025.
Sesi ini menyoroti bahwa semangat kepemimpinan tidak selalu hadir secara stabil, melainkan dibentuk oleh kemampuan bertahan dan bertumbuh di tengah dinamika. Hari pertama ditutup dengan Evening Plenary yang membuka ruang refleksi mengenai kegagalan, resiliensi, dan penerimaan diri sebagai bagian dari proses kepemimpinan.
Memasuki hari kedua, rangkaian kegiatan diawali dengan aktivitas luar ruang berbasis permainan kolaboratif untuk membangun kepercayaan dan kerja sama antar peserta. Sesi Morning Plenary dan Clash of Values mendorong peserta menelaah keterkaitan antara nilai personal dan keputusan yang diambil dalam kehidupan berorganisasi. Sesi Leaders in AIESEC menegaskan bahwa kepemimpinan berawal dari kesadaran diri, yang berkembang melalui pengalaman dan pembelajaran berkelanjutan.
Pada hari yang sama, peserta mengikuti sesi paralel sesuai dengan peran masing-masing. Anggota AIESEC mengikuti sesi Thread That Carries Us Forward yang menekankan refleksi perjalanan kolektif dan kesinambungan peran, sementara calon anggota mengikuti Power of Exchange yang memperkenalkan Exchange sebagai sarana pertumbuhan dan penciptaan dampak.
Rangkaian dilanjutkan dengan sesi yang berfokus pada kejujuran terhadap diri sendiri, sinergi tim, serta pemahaman peran individu dalam organisasi. Hari kedua ditutup dengan Evening Plenary dan CC Party sebagai ruang apresiasi, refleksi, dan penguatan rasa kebersamaan.

Hari ketiga konferensi berfokus pada refleksi menyeluruh dan arah keberlanjutan organisasi. Melalui sesi Challenge the Status Quo, peserta diajak memahami kembali relevansi AIESEC melalui sejarah dan nilai yang dipegang. Sesi bersama pembicara eksternal, Finding Peace & Fulfillment of My Own, mengajak peserta merefleksikan makna pertumbuhan dan pemaknaan diri dalam proses yang dijalani. Sebagai penutup rangkaian utama, sesi From Bloom to Blaze menandai proses suksesi kepemimpinan AIESEC in UIN Jakarta serta penyampaian visi keberlanjutan organisasi.
Local Conference 9.0 ditutup dengan Closing Plenary yang menghadirkan ruang refleksi bersama, berbagi cerita, serta apresiasi atas kontribusi seluruh pihak yang terlibat. Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan ruang interaksi yang luas antaranggota lintas generasi, sementara panitia menilai konferensi tahun ini berjalan dengan solid dan bermakna sebagai fondasi untuk langkah ke depan.
Yin Kalih Putih Islami, peserta Local Conference 9.0, menyampaikan bahwa rangkaian sesi yang disusun memberikan ruang refleksi yang luas bagi peserta lintas peran. “Local Conference ini membuka ruang bagi peserta untuk memahami kembali proses yang telah dijalani, sekaligus membangun keterhubungan antara anggota dan calon anggota baru melalui materi yang relevan dan reflektif,” ujar Yin.
Garry, Panitia Local Conference 9.0, menyampaikan bahwa keseluruhan rangkaian kegiatan dirancang untuk menciptakan pengalaman yang terstruktur dan bermakna bagi peserta. “Setiap sesi dalam Local Conference 9.0 disusun untuk saling terhubung dan mendukung tujuan utama konferensi, yaitu menciptakan ruang refleksi, pembelajaran, dan kebersamaan bagi seluruh peserta,” ungkap Garry.
Melalui Local Conference 9.0, AIESEC in UIN Jakarta menegaskan komitmennya dalam menciptakan ruang pembelajaran kepemimpinan yang relevan, reflektif, dan berkelanjutan bagi generasi muda.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


