Sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) menunjukkan performa perdagangan yang baik sepanjang tahun 2025.
Di tengah dinamika ekonomi dunia yang menantang, sektor ini justru berhasil mencatatkan neraca surplus dengan nilai ekspor mencapai USD 49,15 miliar selama periode Januari hingga November 2025. Pencapaian ini naik sebesar USD 6,26 miliar jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa konsistensi pertumbuhan ini merupakan hasil dari daya tahan sektor industri dalam negeri yang tetap produktif.
“Industri pengolahan secara konsisten menjadi penyumbang terbesar dalam pertumbuhan ekonomi nasional dibanding sektor lainnya,” ujar Agus Gumiwang.
Dominasi Produk Kimia dan Kebangkitan Ekspor Alas Kaki
Kinerja ekspor yang kuat ini didorong oleh beberapa subsektor unggulan. Industri bahan kimia dan barang dari kimia menjadi kontributor utama dengan nilai ekspor mencapai USD 20,79 miliar.
Selain itu, industri kimia berbasis pertanian juga mencatatkan lompatan signifikan dari USD 6,25 miliar menjadi USD 9,25 miliar.
Hal menarik lainnya terlihat pada subsektor industri alas kaki keperluan sehari-hari yang nilai ekspornya meningkat dari USD 2 miliar menjadi USD 3 miliar.
Sekretaris Direktorat Jenderal IKFT, Sri Bimo Pratomo, menjelaskan bahwa angka-angka ini mencerminkan tingginya kepercayaan dunia terhadap kualitas produk manufaktur Indonesia.
“Di tengah dinamika global saat ini, permintaan masyarakat dunia terhadap produk IKFT dalam negeri justru meningkat. Angka-angka ini mencerminkan daya tahan sektor IKFT untuk tetap berkontribusi dalam rantai pasok global,” jelas Sri Bimo.
Aliran Investasi Memperkuat Kapasitas Produksi
Tingginya permintaan pasar global sejalan dengan derasnya arus investasi yang masuk ke sektor IKFT.
Hingga September 2025, realisasi investasi di sektor ini menembus angka Rp142,15 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Subsektor industri bahan kimia menyerap porsi investasi terbesar senilai Rp58,4 triliun sehingga memperkokoh fondasi produksi nasional untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun pasar internasional.
Memasuki awal tahun 2026, optimisme tetap terjaga melalui Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang berada pada fase ekspansif di level 54,12. Level ini menunjukkan laju pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Kinerja positif di tahun 2025 menjadi modal penting untuk menjadikan sektor IKFT sebagai tulang punggung ekonomi nasional di masa depan. Hal ini diharapkan tidak hanya mempertahankan surplus perdagangan, tetapi juga semakin meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri agar posisi Indonesia dalam rantai pasok global semakin diperhitungkan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


